<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514</id><updated>2011-07-30T14:02:29.690+07:00</updated><category term='ke-KAMMI-an'/><category term='Tausyah'/><category term='Agenda'/><category term='Karya Kader'/><category term='Opini'/><category term='All About Komsat AKA'/><title type='text'>KAMMI Komisariat AKA</title><subtitle type='html'>KAMMI Komsat AKA, sebuah website yang berisikan perjuangan dan pergerakan untuk menuju Indonesia lebih baik.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>54</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-5005295590636420512</id><published>2011-07-30T14:02:00.000+07:00</published><updated>2011-07-30T14:02:29.912+07:00</updated><title type='text'>hasil muskernas 2011</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Konstribusi Jawa Barat Untuk Nasional &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daerah provinsi Jawa Barat mendapat penghargaan untuk petani. Di provinsi Jawa barat yang terdiri dari 26 Kabupaten kota dan 26 bupati terdapat 11 juta orang penduduk miskin. Di provinsi Jawa barat terdapat 4 (empat) sektor, yang terdiri dari sistem perundang-undangan baru, ikatan sebagai Gubernur dengan otoritasi dalam kota daerah yang tidak dapat dipisahkan (otoritas yang ada di bupati dengan sistem kekuasaan), IPM, dan untuk menentukan ukuran nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingkat partisipasi di provinsi Jawa barat adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pendidikan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalan yang mendasar adalah pendidikan dengan anggaran biaya sebesar 20% . Persoalan ini merupakan persoalan mendasar untuk nasional. Apabila pendidikan dapat teratasi, maka persoalan yang lain dapat teratasi juga. Pada tahun 2009 masalah ini kemungkinan tidak bisanya atau dengan belum anggaran baru sebesar 20%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di provinsi Jawa Barat, pendidikan 53% tidak tamat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), 51% tidak bersekolah. RPJP pada provinsi Jawa barat mempunyau rencana jangka panjang, yaitu pada tahun 2025 adalah petani (minimal S1). RPSM pada tahun 2013, yaitu minimal tentang pendidikan Jawa barat. Pada Provinsi Jawa barat membangun kelas baru dan beasiswa untuk 1000 mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kesehatan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di provinsi Jawa barat terdapat 3600 bidan dan 200 puskesmas rawat inap. Pelayanan kesehatan di Jawa barat terdapat standar pelayanan kesehatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Infrastruktur :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tingak ekonomi akan naik, jika infrastruktur berjalan dengan baik. Contohnya : akan membangun jalan tol dan bandara. Jika permasalahan dari ketiga pemasalahan, yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Provinsi Jawa barat dapat di atasi, maka di Jawa barat mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Yang jadi permasalahannnya adalah mampukah kita untuk mengelolannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh : Sumber Daya Alam (SDA) seperti, minyak tanah, emas, laut, dan pertanian. Persoalan yang ada adalah infrastruktur, irigasi, dan tentang Sumber Daya Manusia (SDM). Di Provinsi Jawa barat terjadi anomali politik, hal ini sesuai survei pada tahun 2013, yang terdapat 23 partai para bupati dapat mencalonkan langsung dirinya. Jika pemimpin Jawa barat mempunyai visi yang baik dan mengelola pemerintah dengan baik, maka akan menghasilkan yang baik juga.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-5005295590636420512?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/5005295590636420512/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/07/hasil-muskernas-2011.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5005295590636420512'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5005295590636420512'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/07/hasil-muskernas-2011.html' title='hasil muskernas 2011'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6210497079187886173</id><published>2011-07-12T19:10:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T19:10:12.809+07:00</updated><title type='text'>Sejarah KAMMI</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar Kelahiran KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya indikator yang mematikan potensi bangsa.&lt;br /&gt;Urgensi Sebuah Tuntutan Reformasi&lt;br /&gt;Adanya Kepentingan Umat Islam Untuk Segera Berbuat&lt;br /&gt;Aksi Demontrasi dan Mimbar Bebas Semakin Menjamur.&lt;br /&gt;Mahasiswa Islam Merupakan Elemen Sosial.&lt;br /&gt;Suara Umat Islam Mulai Terabaikan.&lt;br /&gt;Depolitisasi Kampus Memandulkan Peran Mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Kelahiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI  muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis  mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum  Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X seindonesia yang  diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri  oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh  Indonesia . Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang  notabenenya para aktifis dakwah kampus. KAMMI lahir para ahad tanggal 29  April 1998 PK.13.00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418  H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan  nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kemudian disingkat  KAMMI mengandung makna atau memiliki konsekwensi pada beberapa hal yaitu  :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen Mahasiswa.&lt;br /&gt;* Muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja dalam format bersama KAMMI.&lt;br /&gt;* KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi kepada aksi real dan  sistematis yang dilandasi gagasan konsepsional yang matang mengenai  reformasi dan pembentukan masyarakat Islami (berperadaban).&lt;br /&gt;*  Kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa pada berbagai stratanya  yang memiliki komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas  dan benar.&lt;br /&gt;* Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas  bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan  bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah air  Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kepengurusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan pertama  adalah periode Fahri Hamzah, yakni sejak Deklarasi sampai Muktamar I di  Bekasi pada bulan November 1998. Periode ini memfokuskan aktivitasnya  kepada aktualisasi jaringan nasional untuk mengambil peran historis  secara heroik dalam proses reformasi di Indonesia, yakni dengan  menggiatkan aksi secara simultan, merata, kontinyu, dan menegaskan  komitmen reformasi yang jelas. Periode ini adalah masa launching ke  hadapan publik dan positioning awal KAMMI sebagai elemen gerakan  mahasiswa yang diharap selalu mengambil peran terdepan dalam perjalanan  sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode kedua adalah masa Fitra Arsil, yang  terpilih untuk menggantikan akh Fahri dalam Muktamar I dan menjalankan  amanah sampai Muktamar II di Yogyakarta pada bulan November 2000.  Periode ini memiliki tugas untuk secara serius menata infrastruktur  organisasi KAMMI yang establish dan merancang sistem kaderisasi KAMMI  yang lebih terstruktur. Juga melakukan berbagai aksi sosial dan  kemanusiaan untuk ikut mengatasi beban rakyat yang ditimbulkan oleh  krisis berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode ketiga adalah masa Andi Rahmat  yang terpilih dalam Muktamar II KAMMI di Yogyakarta dan direncanakan  menjabat sampai tahun 2002. Periode ini menekankan pentingnya  positioning strategis KAMMI di tengah pluralitas gerakan yang ingin  mewarnai proses transisi di Indonesia. Namun hal tersebut tidak  berlangsung lama, akh Andi Rahmat menyatakan mundur dari jabatannya pada  bulan Maret 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal tersebut, Badan Permusyawaratan  (BP) KAMMI Pusat berinisiatif untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa  (MLB) KAMMI di Bandung pada tanggal 20-22 April 2001. Muktamar tersebut  memutuskan untuk merubah sistem kepemimpinan terpusat menjadi sistem  kepemimpinan kolektif, yang akhirnya memilih sembilan orang sebagai  anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni: Akbar Zulfakar (Ketua Umum);  Purwoko Kurniawan (Ketua Kaderisasi); M.Badaruddin (Ketua Kastrat);  Elvis Bakri (Ketua Teritorial/KT I); Ach. Fauzi I. (KT-II);Supriyadi  (KT-III); Hermawan (KT-IV); Suparmono (KT-V); dan Yusran (KT-VI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar  III Lampung tanggal 1-9 September 2002 memutuskan untuk memilih M.  Hermawan, S.Si sebagai Ketua Umum dan Fahmi Rusdi, LC sebagai Sekretaris  Jendral, juga dipilih anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni  Marwansyah (Ketua Teritorial/KT I); Febriansyah (KT-II); Yuli Widi  Astono (KT-III); Teguh, ST (KT-IV);Imron Rosyadi (KT-V); dan M. Dwi  Tanjuri(KT-VI), Jauhari (KT-VII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar IV Samarinda tahun  2004 memutuskan Yuli Widi Astono sebagai ketua umum dan Febriansyah,S.TP  sebagai sekjen KAMMI Pusat periode 2004-2006. Sedangkan Muktamar V  tahun 2006 di Palembang memilih Taufik Amrullah, S.T, M.E dan Rahmantoha  sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal KAMMI Pusat periode  2006-2008.&lt;/div&gt;&lt;a href="" name="comments"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6210497079187886173?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6210497079187886173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/07/sejarah-kammi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6210497079187886173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6210497079187886173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/07/sejarah-kammi.html' title='Sejarah KAMMI'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-3119742976176328704</id><published>2011-07-12T18:59:00.000+07:00</published><updated>2011-07-12T18:59:06.403+07:00</updated><title type='text'>AUDIENSI KAMMI BOGOR</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-l-RkNPAFVgw/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/VVuD0vgbWeM/s1600/logo-kammi-revisi.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://3.bp.blogspot.com/-l-RkNPAFVgw/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/VVuD0vgbWeM/s1600/logo-kammi-revisi.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Rabu. 06 Juli 2011, 13:00 WIB&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;AUDIENSI KAMMI dengan DPRD KOTA BOGOR&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 36.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;BOGOR-Gedung DPRD, Para kader KAMMI daerah BOGOR mengadakan audiensi dengan para komisi A anggota DPRD membahas masalah yang terkait dengan kondisi kota BOGOR saat ini. Banyak pertanyaan yang diajukan oleh para kader KAMMI kepada komisi A DPRD,yaitu diantaranya :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Terkait masalah anggaran pendidikan (BOS).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Masalah kota Bogor dengan kesinergisannya dengan kota halal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;3.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kemacetan yang ada dikota BOGOR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;4.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kontroling sistem transportasi,DPAM, dan pengolahan pasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;5.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Kemiskinan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;6.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Tindakan anarkis oleh SATPOL-PP terhadap pekerja kaki lima&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;7.&lt;span style="font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Riba yang terjadi (pinjaman bank yang ditawarkan) bank keliling.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Bogor merupakan kota beriman atau disebut dengan kota halal, halal disini tidak hanya halal dalam makanan dan minuman saja namun halal dalam perbuatan dan perilaku juga, terlihat dikota ini pada malam hari masih banyak para pemuda-pemudi berkeliaran dimalam hari, tempat-tempat maksiat dan lain sebagainya, dimana sangat tidak menunjukkan kota halal ini sendiri, pihak komisi A (Keamanan) DPRD sendiri sudah berupaya menutup tempat hiburan malam dan memantau tempat-tempat yang tidak wajar lainnya agar tidak terjadi hal yang seperti ini.berlari dari kota halal kota bogor juga sudah terkenal dengan kemacetan lalu lintas yang sangat mengganggu aktivitas masyarakat pada umumnya. Pemerintah telah berupaya untuk mengurangi kemacetan tersebut, masalah ini belum dibahas dengan detail oleh pihak DPRD dikarenakan saat audiensi komisi yang memegang masalah pembangunan tidak hadir yaitu komisi C ( Pembangunan) .Begitu pula dengan masalah bank keliling, kemiskinan, pengolahan pasar, DPAM.Sempat dibahas masalah Pendidikan yang di pegang oleh komisi D ( Kesejahteraan Rakyat dan Pendidikan ) ,pendidikan di Indonesia dinilai GAGAL, padahal terdapat anggaran pendidikan yang diberikan namun aplikasinya dapat dilihat di SD 4 cimahpar Bogor utara,kondisinya sangat memprihatinkan.Infrastruktur yang belum memadai dan masih banyak yang kekurangan dana.pemerintah saat ini hanya mementingkan masalah sertifikasi guru yang menelan biaya 18 triliun, namun masalah murid-muridnya terlantar tak terurus.kemiskinan semakin meraja lela yang menyebabkan banyak para pekerja kaki lima yang mengandalakan berjualan hanya untuk bertahan hidup,namun para pekerja kaki lima selalu mendapatkan tindakan anarkis dari SATPOL-PP.komisi A (Keamanan) menerangkan bahwa sebelumnya pekerja kaki lima telah mendapatkan surat peringatan terlebih dahulu namun pekerja kaki lima tersebut tidak mendengarkan atau mereka tidak mau pindah dari tempatnya,hal itulah yang menyebabkan terjadinya kekerasan. Sebenarnya pemerintah telah menyediakan tempat khusus untuk para pedagang dipasar namun karena banyak hal atau alasan tersendiri pedagang tersebut tidak mau pindah ke tempat khusus tersebut. Hal ini juga yang menyebabkan terjadinya kemacetan, ujar salah satu anggota komisi A (Keamanan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center; text-indent: 18.0pt;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Batang&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;MUSLIM NEGARAWAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-3119742976176328704?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/3119742976176328704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/07/audiensi-kammi-bogor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3119742976176328704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3119742976176328704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/07/audiensi-kammi-bogor.html' title='AUDIENSI KAMMI BOGOR'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-l-RkNPAFVgw/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/VVuD0vgbWeM/s72-c/logo-kammi-revisi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2970112279665147857</id><published>2011-06-29T20:20:00.000+07:00</published><updated>2011-06-29T20:20:45.669+07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Sikap</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;!--[if !mso]&gt; &lt;style&gt;v\:* {behavior:url(#default#VML);}o\:* {behavior:url(#default#VML);}w\:* {behavior:url(#default#VML);}.shape {behavior:url(#default#VML);}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves&gt;false&lt;/w:TrackMoves&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val="Cambria Math"/&gt;    &lt;m:brkBin m:val="before"/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val="--"/&gt;    &lt;m:smallFrac m:val="off"/&gt;    &lt;m:dispDef/&gt;    &lt;m:lMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:rMargin m:val="0"/&gt;    &lt;m:defJc m:val="centerGroup"/&gt;    &lt;m:wrapIndent m:val="1440"/&gt;    &lt;m:intLim m:val="subSup"/&gt;    &lt;m:naryLim m:val="undOvr"/&gt;   &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"  DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"  LatentStyleCount="267"&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"   UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography"/&gt;   &lt;w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading"/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt; /* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-tstyle-rowband-size:0; mso-tstyle-colband-size:0; mso-style-noshow:yes; mso-style-priority:99; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:""; mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-para-margin-top:0in; mso-para-margin-right:0in; mso-para-margin-bottom:10.0pt; mso-para-margin-left:0in; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; mso-bidi-theme-font:minor-bidi;}&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapedefaults v:ext="edit" spidmax="1027"/&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:shapelayout v:ext="edit"&gt;   &lt;o:idmap v:ext="edit" data="1"/&gt;  &lt;/o:shapelayout&gt;&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;  &lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: right;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;KAMMI &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: Symbol; font-size: 19.0pt; line-height: 150%; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-char-type: symbol; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;&lt;span style="mso-char-type: symbol; mso-symbol-font-family: Symbol;"&gt;©&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: black; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-themecolor: text1;"&gt;BOGOR&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Comic Sans MS&amp;quot;; font-size: 9.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;PERNYATAAN SIKAP KAMMI Komisariat AKA &lt;span style="color: #0070c0;"&gt;(KAMMI BIRU)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: 294.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; tab-stops: 294.9pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="mso-tab-count: 1;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;BIROKRASI MENGHAMBAT PENDIDIKAN KERAKYATAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Masih ingatkah dengan pernyataan dibawah ini?&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;“Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" style="text-align: center;"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;Ikut melaksanakan ketertiban dunia”&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Itu adalah tujuan nasional bangsa kita yang tertuang dalam UUD 1945 alinea ke empat. Terlepas dari itu semua maka dapat kita simpulkan bahwa negara Indonesia dengan tulus melindungi negara tanah air dan seluruh warga negara indonesia baik yang berada di dalam maupun di luar negeri. Selain itu negara kita menginginkan situasi dan kondisi rakyat yang bahagia, makmur, adil, sentosa, dan lain sebagainya. Di samping itu negara indonesia turut berperan aktif dalam menjaga perdamaian dunia untuk kepentingan bersama serta tunduk pada perserikatan bangsa-bangsa atau disingkat PBB.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;Tetapi ironi melihat itu semua, upaya dalam mewujudkan tujuan nasional khususnya ‘Mencerdaskan kehidupan bangsa” hanyalah politik lipstik alias politik bualan dan angan-angan. Bagaimana tidak, seminar pendidikan dengan tema &lt;span class="textexposedshow"&gt;"Reformasi Pendidikan Indonesia Menuju Pendidikan Kerakyatan" di UNJ pada tanggal 22 Juni 2011 telah menguak kebusukan-kebusukan para politisi yang mengakunya birokrat yang tega memakan dana pendidikan untuk rakyat miskin mulai dari Dana BOS, Dana Alokasi Umum (DAU) dan bahkan sertifikasi guru-pun ikut dimakan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: .5in;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Kasusnya masih hangat ketika seluruh wali murid SDN 03&lt;/span&gt; Kebon Kosong Kemayoran Jakarta Pusat melakukan unjuk rasa didepan kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta dan Kantor Gubernur&lt;span class="Heading3Char"&gt;&lt;span style="font-size: 13.5pt; line-height: 150%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;Rabu(8/6), para wali murid menuntut Kepala Sekolah SDN 03 untuk mundur dari jabatannya setelah menggelapkan Dana BOS dan ATK sebesar 79,8 Juta. Itu adalah sebagian kecil dari sebuah kasus dinegeri ini, dan lebih menyedihkan lagi &lt;/span&gt;&lt;i&gt;Education for All (EFA) Global Monitroring Report&amp;nbsp; 2011&lt;/i&gt; yang dikeluarkan UNESCO menyatakan peringkat pendidikan Indonesia turun menjadi peringkat 69 dunia yang sebelumnya peringkat 65. Ini tidak sejalan dengan Pemerintah Pusat yang telah &lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;mengalokasikan anggaran sebesar 20% dari APBN khusus untuk pendidikan. Berbagai kebijakan untuk mendukungnya juga telah dibuat, mulai dari perangkat yuridis, seperti Undang-Undang Guru dan Dosen, hingga kebijakan operasional seperti sertifikasi guru, PLPG, Program Pendidikan Guru (PPG), Duel Mode, Sekolah Bertaraf Internasional (SBI), Ujian Nasional dsb. Semua kebijakan tersebut hakikatnya untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Tetapi realisasinya belum terlihat, kita tengok saja daerah sisi Kota Bogor. Sebuah SD di Bogor Utara sudah tidak layak pakai padahal Dinas Pendidikan Kota Bogor sudah berdalih menyerahkan dana ke seluruh sekolah yang layak, termasuk dana BOS untuk infrastruktur dll. Bahkan Lukman Hakim dari &lt;span class="textexposedshow"&gt;Pattiro Institute mengatakan “hanya 60-70% saja penyaluran dana BOS sukses”. Mengejutkan memang ditengah para kader-kader bangsa yang telah mengharumkan namanya di Luar Negeri dengan memperoleh sekian banyak medali emas untuk Indonesia dibidang pendidikan tetapi justru telah tertutupi dengan masalah para birokrat yang menikmati manfaatnya otonomi pendidikan. Jangankan infrastruktur yang menunjang penidikan kurikulum bahkan pendidikan berbasis moral-pun sudah tidak dimasuki di sekolah-sekolah khususnya dikota Bogor. Maka dari itu tidaklah heran ketika angka kriminalitas dan tawuran yang dilakukan pelajar Kota Bogor semakin meningkat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;Oleh karena itu &lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal;"&gt;&lt;span style="color: #0070c0;"&gt;KAMMI Komisariat AKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; mendesak kepada Pemerintah Kota Bogor agar:&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;1.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Meningkatkan pengawasan dana pendidikan 20% APBN untuk daerah Bogor, terutama pengawasan intensif dan komprehensif terhadap dana BOS&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;2.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Membuat PERDA tentang pendidikan berbasis moral&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;3.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mempertegas fungsi dana BOS untuk operasional bukan untuk gaji guru honorer, pengembangan sumber daya, dll.&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;4.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Mempertegas Oknum-Oknum yang melakukan penyelewengan dana pendidikan&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; margin-left: .5in; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -.25in;"&gt;&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore;"&gt;5.&lt;span style="font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Melakukan Invansi dadakan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor ke daerah-daerah terpencil khususnya sisi Kota Bogor.&lt;span class="textexposedshow"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Hidup Mahasiswa, Hidup Rakyat Bogor!&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Bogor, 22 Juni 2011&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: #0070c0; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="color: #0070c0; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Doni Novrizal&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: 150%; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i style="mso-bidi-font-style: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Supported by:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;img align="left" alt="logo" height="84" hspace="12" src="file:///C:/Users/Fath%27s/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" width="67" /&gt;&lt;span style="mso-no-proof: yes;"&gt;&lt;img height="90" src="file:///C:/Users/Fath%27s/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image004.jpg" width="80" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="line-height: 150%; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-theme-font: minor-bidi; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;LDK KMA &amp;amp; PD KAMMI&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="line-height: 150%; text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2970112279665147857?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2970112279665147857/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/06/pernyataan-sikap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2970112279665147857'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2970112279665147857'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2011/06/pernyataan-sikap.html' title='Pernyataan Sikap'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6113956832751874889</id><published>2010-10-02T18:55:00.002+07:00</published><updated>2010-10-02T18:55:21.380+07:00</updated><title type='text'>KAMMI dan Perubahan</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;"Segala sesuatu akan berubah kecuali perubahan itu sendiri"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI  sebagai salah satu organisasi pergerakan memiliki aksioma terhadap  perubahan yang ada, terutama perubahan sosial yang terjadi dalam  masyarakat. Perubahan sosial adalah suatu perubahan terhadap sendi-sendi  kehidupan masyarakat yang meliputi bidang ekomomi, politik, sosial dan  budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semenjak 12 tahun lebih KAMMI berdiri, KAMMI  selalu mengiringi perubahan-perubahan dalam sistem kemsyarakatan  Indonesia. KAMMI sebagai organisasi masyarakat dan kepemudaan  memosisikan KAMMI pada peran penting dalam masyarakat. Pemuda adalah  penggerak setiap perubahan yang terjadi (revolusi dan reformasi),  sehingga para pemuda yang notabene kader KAMMI selalu berupaya  menjadikan perubahan sosial kepada yang lebih baik dengan solusi-solusi  Islam yang ditawarkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seiring perjalanan  perjuangan yang panjang itu KAMMI pun berusaha beradaptasi agar mampu  menyikapi perubahan-perubahan yang terjadi. Salah satu perubahan itu  terlihat dari gerakan aksi yang merupakan ciri khas KAMMI. Dulu, KAMMI  identik dengan aksi jalanan dengan tebaran panji-panji dan teriak  takbir. Tapi, saat ini KAMMI merubah tipe aksinya kepada aksi  intelektual baik dengan tulisan maupun media lain dengan menghasilkan  karya nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Kader KAMMI, teruslah bergerak agar  engkau tak tergantikan oleh generasi yang baru. Siaplah untuk berubah  agar engkau mampu membawa perubahan dan kejayaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahuakbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriyadi&lt;br /&gt;Kepala Departmen Sosial-Politik&lt;br /&gt;KAMMI Biru&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6113956832751874889?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6113956832751874889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/10/kammi-dan-perubahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6113956832751874889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6113956832751874889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/10/kammi-dan-perubahan.html' title='KAMMI dan Perubahan'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-5165634583248176786</id><published>2010-07-22T22:43:00.003+07:00</published><updated>2010-07-22T22:43:30.214+07:00</updated><title type='text'>Sejenak menilik permasalahan  kejaksaan di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;meta content="text/html; charset=utf-8" http-equiv="Content-Type"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Word.Document" name="ProgId"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Generator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;meta content="Microsoft Word 12" name="Originator"&gt;&lt;/meta&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKENARI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKENARI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx" rel="themeData"&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CKENARI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml" rel="colorSchemeMapping"&gt;&lt;/link&gt;    &lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;style&gt;&lt;!-- /* Font Definitions */ @font-face	{font-family:"Cambria Math";	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Calibri;	panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:swiss;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Bookman Old Style";	panose-1:2 5 6 4 5 5 5 2 2 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:"Book Antiqua";	panose-1:2 4 6 2 5 3 5 3 3 4;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}@font-face	{font-family:Perpetua;	panose-1:2 2 5 2 6 4 1 2 3 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;}@font-face	{font-family:"Bodoni MT";	panose-1:2 7 6 3 8 6 6 2 2 3;	mso-font-charset:0;	mso-generic-font-family:roman;	mso-font-pitch:variable;	mso-font-signature:3 0 0 0 1 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal	{mso-style-unhide:no;	mso-style-qformat:yes;	mso-style-parent:"";	margin-top:0cm;	margin-right:0cm;	margin-bottom:10.0pt;	margin-left:0cm;	line-height:115%;	mso-pagination:widow-orphan;	font-size:11.0pt;	font-family:"Perpetua","serif";	mso-fareast-font-family:Perpetua;	mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}.MsoChpDefault	{mso-style-type:export-only;	mso-default-props:yes;	font-size:10.0pt;	mso-ansi-font-size:10.0pt;	mso-bidi-font-size:10.0pt;	mso-ascii-font-family:Perpetua;	mso-fareast-font-family:Perpetua;	mso-hansi-font-family:Perpetua;}@page Section1	{size:612.0pt 792.0pt;	margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;	mso-header-margin:36.0pt;	mso-footer-margin:36.0pt;	mso-paper-source:0;}div.Section1	{page:Section1;}--&gt;&lt;/style&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt;Sejenak menilik &lt;/span&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 30pt;"&gt;permasalahan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: right;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 30pt;"&gt;kejaksaan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 20pt;"&gt; di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bookman Old Style&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;"&gt;(social-politik KAMMI KOMISARIAT AKA),22 juli 2010&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Akhir-akhir ini, institusi penegak hukum di Indonesia, khususnya kejaksaan, sering kali menjadi perbincangan dan sorotan &lt;i&gt;public&lt;/i&gt;, dari berbagai elemen masyarakat. Banyak elemen masyarakat yang memperbincangkan mengenai hal yang mendasar, yaitu tentang masalah profesionalisme, sikap mental serta perilaku aparatur penegak hokum yang menyimpang dalam pelaksanaan tugas dan wewenangnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Timbulnya kasus mafia hokum yang banyak melibatkan oknum aparat penegak hokum dari berbagai institusi, hal tersebut bukan saja telah menurunkan citra dan martabat serta kredibilitas aparat penegak hokum di mata masyarakat, akan tetapi juga telah mencederai rasa keadilan yang selama ini dicari dan diperjuangkan secara sungguh-sungguh oleh berbagai kalangan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Apabila kondisi semacam ini terus dibiarkan tanpa ada respon positif dari aparat penegak hukum, maka tidak mustahil kedepannya akan menjadi sebuah catatan buruk bagi proses penegakkan hokum di Indonesia dan dampaknya tentu saja selain dapat memperlemah usaha menghentikan segala bentuk kejahatan dan perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia, juga akan mempengaruhi pertumbuhan iklimdan investasi, yang pada akhirnya dapat meruntuhkan bangunan system kenegaraan dan kehidupan demokrasi yang sedang berjalan saat ini, sehingga dibutuhkan &lt;i&gt;revitalisasi&lt;/i&gt; fungsi pengawasan yang mampu menunjukan &lt;i&gt;improvement&lt;/i&gt; atau adanya penyempurnaan system pengawasan, yang dapat mencegah dan menindak berbagai bentuk penyimpangan dan kekeliruan yang dilakukan oleh aparat kejaksaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Bertolak dari keadaan tersebut, diharapkan kejaksaan untuk kedepannya dapat mengendalikan dan mengawasi secara efektif guna mencegah dan meminimalisir terjadinya penyalahgunaan wewenag atau jabatan dalam pelaksanaan tugas. Selain itu dapat menjembatani kebijakan yang telah digariskan dan ditetapkan serta mengimplementasikannya pada tingkat operasional, juga dapat memberikan &lt;i&gt;legal opinion&lt;/i&gt; yang tepet dan benar sehingga dapat meningkatkan hubungan dan memberi kepercayaan&amp;nbsp; kepada lembaga Negara dan instansi pemerintahan yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 14pt;"&gt;Semoga hari bisa dijadikan sebuah momentum perubahan selama ini, dapat menggali kembali sesuatu yang masih terpendam, merangakai kembali pada sesuatu yang telah tercecer sehingga menghasilkan sesuatu yang dapat meledakkan keadilan seutuhnya di ibu pertiwi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="right" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: right; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;(Fajar Nur Achmat)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="color: red; font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 36pt;"&gt;Selamat hari kejaksaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="line-height: normal; text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Bodoni MT&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 18pt;"&gt;untuk tunas-tunas bangsa sebagai penegak dan pencari keadilan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-5165634583248176786?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/5165634583248176786/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/07/sejenak-menilik-permasalahan-kejaksaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5165634583248176786'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5165634583248176786'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/07/sejenak-menilik-permasalahan-kejaksaan.html' title='Sejenak menilik permasalahan  kejaksaan di Indonesia'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-5912508747085356840</id><published>2010-07-10T11:38:00.000+07:00</published><updated>2010-07-10T11:38:06.855+07:00</updated><title type='text'>Rihlah</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/TDf4tz59ggI/AAAAAAAAAPo/dM9yadz6DWQ/s1600/DSC05339.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/TDf4tz59ggI/AAAAAAAAAPo/dM9yadz6DWQ/s320/DSC05339.JPG" /&gt;KAMMI BIRU Rihlah Ke Kota Tua&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-5912508747085356840?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/5912508747085356840/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/07/rihlah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5912508747085356840'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5912508747085356840'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/07/rihlah.html' title='Rihlah'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/TDf4tz59ggI/AAAAAAAAAPo/dM9yadz6DWQ/s72-c/DSC05339.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-862068835631102660</id><published>2010-03-15T10:36:00.002+07:00</published><updated>2010-03-15T10:36:36.066+07:00</updated><title type='text'>DISKUSI PUBLIK</title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Dalam rangka memperingati milad KAMMI ke 12, KAMMI komisariat AKA bekerja sama dengan KAMMI daerah Bogor akan mengadakan diskusi publik. Acara ini direncanakan dilaksanakan tanggal 21 Maret 2010 bertempat di Balai Kota Bogor, yang bertajuk "Bogor Bebas Kemacetan 2010 dan Kabupaten Bogor Bebas Kemiskinan 2010" . Acara ini akan rencananya akan dihadiri oleh walikota bogor, Kepala DLLAJ, dan LSM-LSM terkait dengan Kemiskinan, dan Kemacetan sebagai pembicaranya. Untuk itu, KAMMI mengundang seluruh masyarakat, mahasiswa, dan organisasi-organisasi untuk menghadiri acara tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-862068835631102660?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://diskusi-publik-aka.blogspot.com' title='DISKUSI PUBLIK'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/862068835631102660/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/03/diskusi-publik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/862068835631102660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/862068835631102660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/03/diskusi-publik.html' title='DISKUSI PUBLIK'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6206892259936893194</id><published>2010-03-07T07:37:00.002+07:00</published><updated>2010-03-07T07:38:36.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Agenda'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div class="fullpost"&gt;Assalamualaikum.&lt;br /&gt;..&lt;br /&gt;Dalam rangka peringatan milad KAMMI, komisariat AKA mengadakan acara yang bertajuk KAMMI SAY yang dilaksanakan pada hari kamis 4 maret 2010 kemarin. KAMMI SAY merupakan acara santunan yang bertujuan untuk meningkatkan silaturahmi dan membuat anak-anak yatim merasakan kehangatan sebuah keluarga serta agar mereka mendapat perhatian.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6206892259936893194?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6206892259936893194/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/03/assalamualaikum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6206892259936893194'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6206892259936893194'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/03/assalamualaikum.html' title=''/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-5714597483417583812</id><published>2010-02-13T10:34:00.003+07:00</published><updated>2010-02-17T11:12:28.415+07:00</updated><title type='text'>KAMMI AKA ke UNJ</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S3klvn-64oI/AAAAAAAAAPE/O6neZKAcHY8/s1600-h/DSC03448.JPG" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5438419525143552642" src="http://4.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S3klvn-64oI/AAAAAAAAAPE/O6neZKAcHY8/s200/DSC03448.JPG" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; size: 20px;"&gt;KAMMI AKA ke UNJ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“MENEROPONG MASA DEPAN KASUS CENTURY, AKANKAH BERUJUNG PEMAKZULAN? “ Itulah tema Diskusi Publik yang diselenggarakan KAMMI UNJ 12 Februari 2010. Dan KAMMI AKA pun menghadiri acara tersebut dengan niat silaturahim dan mencari referensi acara yang diselenggarakan KAMMI di kampus besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Sekjend (Eko Wardaya) beserta empat orang lainnya (Rizka, Doni, Supriyadi, Karisna) berangkat ke Jakarta dengan kereta kecuali Doni yang menggunakan motor. Alhamdulilah walaupun telat sampai disana kami tetap dapat mengikuti Diskusi Publik yang luar biasa tersebut.&lt;br /&gt;Sekitar jam 5 sore acara tersebut selesai dan kami berhasil bertemu dengan teman-teman pengurus KAMMI UNJ untuk sekedar silaturahim. Sambutan hangat kami dapatkan dan diakhiri kenang-kengan foto bareng. Insya Allah kedepan KAMMI AKA akan mengadakan jaulah resmi ke UNJ. Di tunggu ya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-5714597483417583812?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/5714597483417583812/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/02/kammi-aka-ke-unj.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5714597483417583812'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5714597483417583812'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/02/kammi-aka-ke-unj.html' title='KAMMI AKA ke UNJ'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S3klvn-64oI/AAAAAAAAAPE/O6neZKAcHY8/s72-c/DSC03448.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-8404856784939968113</id><published>2010-02-12T12:51:00.000+07:00</published><updated>2010-02-17T11:32:04.941+07:00</updated><title type='text'>Temu Perdana Kabinet dan Kader Baru</title><content type='html'>Menindak Lanjuti Open Rekruitment yang dilaksanakan komsat AKA, Jumat-12 Februari lalu diadakan temu perdana antara kabinet baru dan kader baru. Hal ini dilakukan dalam rangka silaturahmi dan penempatan kader baru pada bidang-bidang yang ada seperti sosek, sospol dan kaderisasi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-8404856784939968113?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/8404856784939968113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/01/open-rekruitmen-kammi-aka-2010.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8404856784939968113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8404856784939968113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/01/open-rekruitmen-kammi-aka-2010.html' title='Temu Perdana Kabinet dan Kader Baru'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-1056913141982054955</id><published>2010-01-18T00:11:00.002+07:00</published><updated>2010-01-18T06:14:00.492+07:00</updated><title type='text'>Pernyataan Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA terpilih</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S1OY24kRheI/AAAAAAAAAOs/0OxEwqVSozE/s1600-h/Untitled.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 267px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S1OY24kRheI/AAAAAAAAAOs/0OxEwqVSozE/s320/Untitled.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5427850044576466402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;assalamualaikum wr.wb.&lt;br /&gt;Era baru bangsa ini baru saja tiba seiring dengan berubahnya kondisi politik indonesia. Kemampuan untuk tetap bertahan adalah suatu keharusan demi tegaknya ideologi sempurna. Regenerasi merupakan kunci utama bagi setiap eksistensi dimana jiwa-jiwa barulah yang akan terus melanjutkan tonggak perjuangan itu. maka berbanggalah teman-temanku yang oleh allah diberikan kesempatan untuk mencicipi nikmatnya perjuangan untuk melanjutkan sebuah eksistensi. (Khairur Raziqin, Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA 2010-1011)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-1056913141982054955?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/1056913141982054955/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/01/assalamualaikum-wr.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/1056913141982054955'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/1056913141982054955'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/01/assalamualaikum-wr.html' title='Pernyataan Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA terpilih'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S1OY24kRheI/AAAAAAAAAOs/0OxEwqVSozE/s72-c/Untitled.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6029299366646196189</id><published>2010-01-09T12:55:00.004+07:00</published><updated>2010-02-17T11:13:01.370+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S0gcguVkWZI/AAAAAAAAAOc/Vqxvj_bO91U/s1600-h/untitled+kammi.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424617099687647634" src="http://1.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S0gcguVkWZI/AAAAAAAAAOc/Vqxvj_bO91U/s320/untitled+kammi.bmp" style="cursor: pointer; float: right; height: 190px; margin: 0pt 0pt 10px 10px; width: 142px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S0gbfQjbdDI/AAAAAAAAAOU/5mOYQY4LUCI/s1600-h/untitled.bmp" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5424615975001224242" src="http://3.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S0gbfQjbdDI/AAAAAAAAAOU/5mOYQY4LUCI/s320/untitled.bmp" style="cursor: pointer; float: left; height: 190px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 142px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mencari Sosok Pemimpin Ideal, Sebuah Refleksi Maulid Nabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sosok pemimpin Ideal di muka Bumi yaitu Rasullilah Muhammad SAW, Dialah yang seharusnya kita jadikan rujukan bagi seseorang yang menginginkan menjadi pemimpin besar atau bagi kita semua yang sebentar lagi akan memilih calon Pemimpin Bangsa ini lima Tahun mendatang, Muhammad adalah sosok Yang bergelar Al Amin (Terpercaya) sehingga factor kejujuran sangat melekat dalam diri beliau sebagai seorang Pemimpin besar, selain itu yang harus dimiliki sebagai seorang pemimpin adalah sifat Sidiq, Tablig, Amanah dan Fatonah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;Pertama Sifat Sidiq adalah merupakan keharusan prilaku yang dimiliki pemimpin haruslah kebenaran, baik itu secara lisan maupun perbuatan jadi ketika seseorang yang mau menjadi pemimpin atau yang sudah jadi pimpinan saat ini melakukan pembohongan atau berprilaku seperti itu berarti dia tidaklah layak sebagai pemimpin, Kedua adalah sifat Tablig seorang pimpinan adalah penyampaikan pesan untuk Rakyat dan Ummatnya pesan tersebut adalah pesan yang berupa kebaikan untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat luas bukannya pesan sebaliknya yang bisa menimbulkan keresahan karena saling menjatuhkan satu dengan yang lainnya, ketiga adalah Amanah yang artinya dapat dipercaya Seorang pemimpin adalah pemegang amanah Rakyat idealnya apa yang diperbuat adalah untuk kepentingan bagi pemberi amanahnya bukannya untuk kepentingan untuk memperkaya diri, kepentingan golongan dan partainya. Yang terakhir adalah Fatonah adalah sosok pimpinan haruslah orang yang cerdas karena masa depan Bangsa dan Negara ada di genggaman Dia kalau kita memilih pemimpin yang tidak cerdas yang akan terjadi adalah Boneka dari orang-orang di sekitarnya yang berbuat sesuai kepentingannya sendiri.&lt;br /&gt;Mencari sosok Pemimpin ideal saat ini seperti yang di contohkan Nabi Muhammad amatlah sulit karena kita semua bukanlah Nabi yang terjaga dari kesalahan, akan tetapi setidaknya dari empat criteria tersebut harus ada dalam diri pribadi calon pemimpin Bangsa yang akan kita pilih untuk memimpin bangsa ini lima Tahun mendatang, jangan sampai kita salah pilih yang kita contreng pada pemilu yang akan datang adalah para petualang politik yang rela melakukan apa saja untuk mencapai keinginannya, Bagaimana sosok Pemimpin ideal menurut sampean..&lt;br /&gt;“No leader is perfect. The best ones don’t try to be – they concentrate on honing their strength and find others who can make up for their limitations.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6029299366646196189?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6029299366646196189/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/01/mencari-sosok-pemimpin-ideal-sebuah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6029299366646196189'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6029299366646196189'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2010/01/mencari-sosok-pemimpin-ideal-sebuah.html' title=''/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/S0gcguVkWZI/AAAAAAAAAOc/Vqxvj_bO91U/s72-c/untitled+kammi.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2514829583624566777</id><published>2009-11-12T12:04:00.001+07:00</published><updated>2010-02-17T11:09:42.553+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Legislatif Kampus, ”Bukan Hanya Pelengkap”</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Politik, kekuasaan, dan Negara, tiga hal yang sangat bertalian. Tidak ada suatu negara dimanapun yang tak ada pemegang kekuasaan di dalamnya dan dalam menjalankannya tak ada juga yang tak berpolitik. Berbicara tentang kekuasaan, Montesque pernah membagi tiga kekuasaan dalam upaya pengondisian tata negara. Eksekutif, legislatif, dan yudikatif dimana eksekutif adalah sentral yang menjalankan pemerintahan, legislatif adalah pembuat batasan sekaligus pengawas, dan yudikatif penjudge terhadap penyimpangan penyelenggaraan negara. Saat ini negara kita (Indonesia) pun memakai konsepsi tersebut walaupun agak sedikit berbeda karena adanya MPR disana, konsepsi (Montesque) yang lebih modern dibandingkan konsepsi monarki seperti Inggris atau Prancis pra-Revolusi atau pun Soviet dengan Presidiumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sebuah Inspirasi&lt;br /&gt;Entah siapa yang memulai ternyata konsepsi Montesque pun dipakai dalam Pemerintahan Mahasiswa, di Indonesia Trias Politica di Kampus dimulai semenjak era Orde Baru, sebelumnya pada era Orde Lama yang dipakai adalah kepemimpinan Presidium dengan Dewan Mahasiswanya, lalu sekitar tahun 80-an dan 90-an disaat adanya NKK/BKK dimulailah berdirinya Senat Mahasiswa yang hanya mencakup fakultas, namun pada saat itu senat adalah lembaga eksekutif, legislatifnya adalah Badan Pengawas Senat, barulah muncul Badan Eksekutif Mahasiswa yang diprakarsai oleh UGM yang dari awal Senat mereka berbeda dengan apa yang ditawarkan pemerintah orde baru yaitu Senat Universitas. Setelah itu BEM tumbuh di berbagai kampus Indonesia, ada juga yang menamainya LEM seperti di APP. Ketika eksekutif sudah terbentuk barulah muncul lembaga legislatif kampus yang memang harus ada sebagai syarat mutlak penggunaan konsepsi Trias Politica seperti DPM, BPM atau MPM. Hanya yudikatif saja yang tidak ada dalam kampus dan tugasnya pun dialihkan kepada DPM, terkecuali UI dengan Mahkamah Mahasiswanya sebagai Lembaga Yudikatif Kampus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hierarki kelembagaan&lt;br /&gt;Lazimnya dalam struktural Organisasi Mahasiswa, DPM berada sebagai lembaga tertinggi. Memang BEM adalah sentral gerakan namun pembuat rulenya adalah legislatif. Begitupun di negara kita bisa diambil contoh adalah DPR RI yang telah menghasilkan banyak UU demi kepentingan rakyat. Ataupun dari kelembagaan mahasiswa seperti DPM UI yang sudah mempunyai UUD IKM UI. Baru di bawah DPM adalah BEM lalu dibawahnya adalah UKM. Berbeda dengan negara kita yang sekarang memakai konsep check and balance, jadi semua Lembaga Pemerintahan sejajar. Dengan hierarki seperti diatas Lembaga Legislatif Kampus adalah penopang kebijakan, pembuat aturan, dan pengawas pelaksanaan eksekutif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lembaga Perwakilan&lt;br /&gt;Dengan fungsi legislasi, controlling, dan budgeting biasanya Lembaga Legislatif Kampus berisi orang-orang yang merupakan perwakilan masing-masing fakultas karena sangat dibutuhkan penyuara aspirasi mahasiswa disana. Seperti dalam pembuatan UU untuk mahasiswa, sama halnya seperti DPR yang berisi perwakilan namun bedanya di DPR adalah perwakilan partai dengan kepentingan-kepentingannya sendiri. Legislator-legislator (ataupun senator dalam parlemen AS) adalah orang yang memiliki basic diplomasi yang kuat dan juga pemikiran yang konstruktif. Senator kampus sebagai perwakilan mahasiswa adalah mereka yang nantinya akan merumuskan tertatanya sistem kampus dan tersampaikannya suara mahasiswa secara integral ke rektorat. Jika dilihat senator-senator tersebut kerjanya hanya rapat dan sidang, karena memang bukan sebagai Lembaga Eksekutif yang menyusun gerakan dengan proker-proker andalan.&lt;br /&gt;Itu baru fungsi legislasinya, fungsi pengawasannya juga dilakukan harus dengan metode-metode keobjektifan data seperti observasi langsung ataupun riset data hitam putih. Juga budgeting yang harus selalu objektif dalam penilaian untuk pembagian dan distribusi dana. Gambaran yang sangat rumit jika hanya dilihat sekilas saja mengenai lembaga kampus yang paling tertinggi ini. Keberanian Legislatif Kampus akan sangat berpengaruh dalam tatanan kehidupan kampus, (seperti amandemen AD/ART sampai merubah sistem ataupun impeachment Presma apabila terjadi penyimpangan) karena jika Legislatif kampus tidak terdengar sama saja aspirasi mahasiswa tidak disuarakan. Inilah ciri khas yang harus dimiliki Legislatif Kampus. Berani tegas demi perubahan, progresif sebagai penopang, dan pelindung kesewenangan rektorat. Legislatif Kampus bukan hanya pelengkap namun mutlak harus terasa pengaruhnya. Hidup Mahasiswa!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eko Wardaya&lt;br /&gt;Ketua KAMMI Komisariat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2514829583624566777?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2514829583624566777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/11/legislatif-kampus-bukan-hanya-pelengkap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2514829583624566777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2514829583624566777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/11/legislatif-kampus-bukan-hanya-pelengkap.html' title='Legislatif Kampus, ”Bukan Hanya Pelengkap”'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-7789371540547557096</id><published>2009-11-12T11:54:00.002+07:00</published><updated>2010-02-17T11:11:26.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Kata Bijak Bulan Ini</title><content type='html'>Presented by KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Hidup adalah pilihan&lt;br /&gt;Hidup adalah sebuah pilihan,…maka pilihlah untuk menjadi manusia yang besar, luas, kuat, hebat, dan bermanfaat. Perlahan dan pasti kau akan menemukan dirimu menjadi raksasa pemimpin perunahan. Never ending movement, proud be a moeslim, proud be Indonesian. ( Eko Susanto; BP Kamda Bogor)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Jangan berharap pada manusia karena tempat salah dan dosa berharaplah padaNYA yang maha pengasih lagi maha penyayang,yang tidak pernah mengecewakan mahluknya. (Heru)&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Orang besar terlahir dari permasalahan-permasalahan yang besar. Jadi, bila ingin menjadi orang besar hadapilah permasalahan yang besar. (Rizka Zaenuri; Ketua Komsat AKA)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;#Mengeluh sering membuat kita mendramatisir masalah,seakan rencana dan keinginan kita lebih baik dari yang terjadi padahal ALLAH tau yang terbaik.(Karisna,:SEKJEN) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Kisah Hdup&lt;br /&gt;Berawal dari melihat sebuah tulisan yang tertempel di dinding tembok rumah , ”Inna maal usri yusro” sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Dari tulisan inilah yang memotivasi diri buat tegar menghadapi masalah dan meyakinkan diri bahwasanya akan ada ketenangan jikalau kita berhasil melewati masalah ataupun kesulitan lainnya. (Moch.Rifki:KOMINFO)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Untuk apa kesalahan itu ada…? Untuk kita pelajari agar tidak dilakukan kemudian hari. Kesalahan mengajarkan kita agar sukses handal, dan lebih baik. ( Nurhayati)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Hiduplah dengan focus!&lt;br /&gt;Ketika anda mengejar satu hal…., Maka anda akan mendapatkan banyak hal, tapi jika anda tidak focus, lalu mengejar banyak hal, maka wajar saja jika anda tidak akan mendapatkan satu halpun.(Mutiara Irma)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Menjadi penting itu baik, tapi menjadi baik itu jauh lebih penting. Yang penting bukanlah namanya, labelnya, ataupun gelarnya, tapi peran dan kontribusinya. Jadilah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain! (Supriyadi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# A clear vision&lt;br /&gt;If you have a clear vision you’ll even forgot your breakfast and you can if you think you can and you can not if you think you can not. (ip…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Sesuatu yang negative itu lebih baik dari sesuatu hal yang tidak menghasilkan apa-apa. (Irhamudin-KDS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Takkan sia-sia perjuangan yang kita lakukan jika akhirnya kepercayaan diri kita menambah motivasi untuk meraih sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Bukan malaikat&lt;br /&gt;Aktifis kampus bukan malaikat. Dia bisa dipuja bisa juga dicerca. Tapi yang menjadi penting adalah mereka punya pilihan untuk hidup bukan hanya bagi dirinya, namun terus belajar dari semesta untuk terus menjadi lebih bermakna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Kematian itu pasti tapi cita-cita mulia itu pilihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Tidak ada dosa besar selagi ada istighfar, tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus. (Dian)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Seorang pemimpin adalah seorang yang selalu mengejar ketertinggalannya, yang selalu berpositif thinking, berjiwa besar, berpendirian serta selalu melakukan pengembangan, dan tidak menjadi pengekor. So! Tunjukin kalo kamu seorang pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;# Orang yang hebat adalah orang yang gagal, maka janganlah jatuh karena baru gagal 1 atau 2 kali…, sesungguhnya dalam kegagalan itu terdapat sesuatu yang besar…, Maka Jemputlah kebenaran itu…( Irfan )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;CP : Moch. Rifki (085724624040)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-7789371540547557096?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/7789371540547557096/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/11/kata-bijak-bulan-ini_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7789371540547557096'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7789371540547557096'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/11/kata-bijak-bulan-ini_12.html' title='Kata Bijak Bulan Ini'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2667781338034957749</id><published>2009-11-12T11:51:00.002+07:00</published><updated>2009-11-12T11:59:34.669+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Kader'/><title type='text'>Siapa KAMMI ????</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebauh renungan dari sebuah kondisi umat yang semakin tergredasi oleh kondisi Negara yang masih carut-marut karena proses rekontruksi reformasi yang gagal semakin menjelaskan pada kita semua bahwa bangsa ini bukan lagi memerlukan konsep keindonesiaan yang idealis tetapi bangsa ini butuh sebuah konsep kenegaraan yang permanen. Yang mana didalamnya terdapat manhaj (landasan) yang jelas dimana sebuah asas yang fundamental adalah sebuah system yang didasari oleh tujuan yang tidak terparsialkan pada suatu titik perbaikan namun dapat menaungi seluruh sector dan semua golongan tanpa membedakan ras atau golongan dan itu semua ada dalam konsep Indonesia yang madani.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Ditengah kondisi yang seperti ini lahirlah sebuah gerakan yang berawal dari rasa keprihatinan dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai seorang anak bangsa yang selalu siap mengatakan ouisi-puisi kebenaran di depan pemerintah yang zalim mengawal setiap kebijakan yang ada dan melakukan garakan kemasyarakatan yang merupakan aplikasi nyata dari sebuah perkataan.&lt;br /&gt;Selain terus bergerak, dinamisasi KAMMI tidak hanya berkutat pada medan teknis tapi pada tataran konseptual KAMMI siap menawarkan sebuah narasi besar peradaban Indonesia yang mana tertuang pada visi besar KAMMI untuk Indonesia yang sejahtera. Sekarang kita telah mengetahui tujuan KAMMI dan untuk mengenal lebih dalam lagi, KAMMI adalah organisasi yang familiar dan sangat bersahabat tidak fanatic golongan, ketika KAMMI bicara ISLAM itu bukan SARA tapi itu adalah prinsip KAMMI, manhaj KAMMI dan hidup KAMMI, dan saya fakir semua memahami hal itu dan islam adalah milik dan untuk seluruh alam semesta. Sebuah prestasi besar KAMMI `98 yang mampu menyatukan, menggerakan ORMAS, OKP, dan ALIANSI dari berbagai latar belakang dan perbedaan, namun semua bisa bersinegeria untuk menumbangkan orde baru dan mengusung reformasi. Ini adalah sebuah bukti bahwa KAMMi mencintai Indonesia, mencintai Bhineka Tunggal Ika dan mencintai perbedaan dan benar-benar menginginkan Indonesia madani yang adil dan sejahtera. Jika kita mendengar kata KAMMI pasti kita tidak asing lagi dengan MUSLIM NEGARAWAN karena tugas KAMMI adalah mencetak kader-kader terbaik calon pemimpin bangsa yang siap memimpin dengan segala konsep dan kapasitas kepemimpinannya. Muslim berarti dalam dirinya sudah benar-benar melekat sisi keislaman dan siap diaplikasikan dalam pemerintahan bukan negarawan muslim yang kebetulan islam.&lt;br /&gt;Saya ingin memberitahukan anda rahasia besar siapa KAMMI??? KAMMI adalah setiap mahasiswa yang memiliki semangat perbaikan dalam dirinya, dia adalah seorang muslim dan dia berada di Indonesia. Sekali lagi saya bertanya siapa KAMMI tentu anda semua sudah dapat menjawab kita semua yang mengaku muslim, mengaku mahasiswa, dan tinggal di Indonesia. Wahai pemuda ayolah kita bergerak, mari kita merentas jalan kebangkitan Indonesia dari KAMMI menuju bogor menuju Indonesia yang madani. Ayo kita desain Indonesia sesuai desain ALLOH. Aku mencintai KAMMI karena ALLOH.&lt;br /&gt;KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)&lt;br /&gt;Dody Ari Kurniawan&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2667781338034957749?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2667781338034957749/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/11/siapa-kammi_12.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2667781338034957749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2667781338034957749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/11/siapa-kammi_12.html' title='Siapa KAMMI ????'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6676529448099317647</id><published>2009-10-19T14:52:00.001+07:00</published><updated>2009-10-19T14:57:09.873+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Obama dan Nobel Perdamaian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Jumat malam (9/10), Komite Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia mengumumkan bahwa Presiden AS, Barack Obama memenangkan hadiah Nobel Perdamaian yang sangat bergengsi. Hal tersebut cukup mengejutkan beberapa pihak, karena Obama belum genap setahun menjabat sebagai presiden negara adidaya tersebut. Menurut Komite Nobel Perdamaian, Obama meraih penghargaan nobel karena upayanya untuk meningkatkan diplomasi internasional, terutama menjalin hubungan dengan negara muslim dan juga karena upayanya untuk melucuti senjata nuklir.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak menjadi presiden AS mulai Januari 2009 lalu, Obama berusaha membentuk gambaran dan pandangan baru mengenai hubungan AS dengan negara-negara di dunia, terutama negara muslim yang selama ini AS dianggap menjajah dan memusuhi negara muslim disaat kepemimpinian George W. Bush. Namun, hal tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Di satu sisi Obama menyerukan perdamaian, di sisi lain AS masih terus menginvasi Irak dan Afghanistan.&lt;br /&gt;Sungguh amat disayangkan, Liga Arab juga memberikan apresiasi kepada Obama atas Nobel Perdamaian yang baru saja diraihnya. Seakan-akan mereka lupa apa yang telah dilakukan oleh sekutu utama AS, Israel di Palestina.Yahudi Israel laknatullah telah mebuat sengsara saudara-saudara kita di Palestina.&lt;br /&gt;Israel dengan semena-mena telah menumpahkan darah muslimin, menawannya, dan juga mengisolasinya. Israel dan AS adalah sama-sama penjajah sejati yang harus di enyahkan dari muka bumi.&lt;br /&gt;Selain di Palestina, banyak umat muslim yang menderita. Di Afghanistan, Irak, dan juga Pakistan. Amerika Serikat mengatasnamakan penumpasan terorisme dan juga demi perdamaian dunia, padahal yang AS lakukan adalah sebuah wujud penjajahan yang nyata untuk mendapatkan kekayaan sumber daya alam berupa minyak bumi dan gas alam yang dimiliki negara-negara tersebut. Penjajahan yang membuat kesengsaraan yang berkepanjangan, konflik, kemiskinan, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Selain memperbaiki hubungan dengan dunia Islam, Obama juga ingin membebaskan dunia ini dari senjata nuklir. Dengan dalih ini juga AS telah menghancurkan Irak dan menjajahnya. Sekarang AS tengah berusaha untuk menguasai Iran dengan isu-isu mengenai penggunaan nuklir ini. Padahal Iran melakukan pengayaan uranium hanya untuk mencukupi kebutuhan energi listrik di negaranya.&lt;br /&gt;Ironis sekali memang, seorang yang selama ini mengorbankan api peperangan di berbagai negara – terutama negara arab, negara Islam—dianggap sebagai seorang yang layak menjadi pelopor terwujudnya perdamaian di bumi. Ternyata banyak yang telah buta mata hatinya sehingga tidak bisa membedakan mana yang menyebabkan pertikaian dan mana yang membawa perdamaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supriyadi&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6676529448099317647?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6676529448099317647/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/obama-dan-nobel-perdamaian-pada-jumat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6676529448099317647'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6676529448099317647'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/obama-dan-nobel-perdamaian-pada-jumat.html' title=''/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-7354080362283939295</id><published>2009-10-19T14:43:00.000+07:00</published><updated>2009-10-19T14:44:14.593+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Kader'/><title type='text'></title><content type='html'>Tuntas Kasus Bom Mega Kuningan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, 13 Oktober 2009 | 07:07 WIB&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JAKARTA, KOMPAS.com - Tewasnya dua kakak beradik gembong teroris Syaifudin Zuhri dan Mohamad Syahrir menuntaskan sementara kasus peledakan Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton di Mega Kuningan, Jakarta, Jumat ( 17/7 ). Seluruh tersangka berjumlah 22 orang yang terlibat dalam peledakan telah ditangkap oleh Tim Densus 88 baik dalam keadaan hidup maupun tewas.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Semua yang terlibat (bom Mega Kuningan) sudah bisa ditindak. Ada 22 tersangka terkait bom Kuningan," ucap Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna saat jumpa pers di Mabes Polri Jakarta, Senin ( 12/10 ). Hal itu dikatakannya menanggapi pertanyaan wartawan siapakah target Tim Densus 88 selanjutnya usai menembak mati dua teroris tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Nanan, dari informasi terakhir yang diperoleh tim Densus 88, hanya 22 orang tersebut yang terlibat dalam bom Kuningan. Namun, jika nanti ada informasi nama baru yang terlibat dalam bom Mega Kuningan yang telah menewaskan sembilan orang dan puluhan luka-luka, Tim Densus 88 tetap akan menindaklanjuti. "Jika ada informasi baru akan ditindak," kata dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nanan menjelaskan, seluruh aktor bom Mega Kuningan tertangkap dengan peran yang berbeda-beda mulai dari pelaku bom bunuh diri, perakit bom, perencana lapangan, pendanaan, membantu kelancaran operasional, perekrut "pengantin", survei, dan peran-peran lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 22 orang 12 orang diantaranya, kata Nanan, ditangkap hidup-hidup oleh Densus 88 diantaranya Aris Susanto, Indra Arif Hermawan, Muhammad Jibril, Ali Muhammad, Amir Abdullah, Rohmad Budi alias Bejo, Supono alias Kedu, Fajar Firdaus, Sony Jayadi, Putri Munawaroh, dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang tewas ditembak, ucap dia, diantaranya Noordin M Top, Nana Ihwan Maulana, Dani Dwi Laksana Pemana, Air Setiawan, Eko Joko Sarjono, Bagus Budi Pranoto alias Urwah, Susilo, Ario Sudarso alias Aji, Syaifudin Zuhri, Muhamad Syahrir, dan lainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-7354080362283939295?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/7354080362283939295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/tuntas-kasus-bom-mega-kuningan-selasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7354080362283939295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7354080362283939295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/tuntas-kasus-bom-mega-kuningan-selasa.html' title=''/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-4532627223216246195</id><published>2009-10-19T14:32:00.001+07:00</published><updated>2009-10-19T14:41:56.283+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Kader'/><title type='text'></title><content type='html'>Kesepakatan G20 Harus Ditindaklanjuti&lt;br /&gt;JAKARTA - Pemerintah Indonesia telah mendorong agar KTT G20 di London menghasilkan suatu keputusan nyata yang tidak mengorbankan kepentingan negara-negara berkembang dalam pemulihan ekonomi dunia. Hal itu dikemukakan oleh Staf Khusus Menteri Keuangan RI Chatib Basri, saat ditemui wartawan di sela-sela Workshop Perbankan Nasional, di Gedung BI, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Kamis (15/10/2009).&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kesepakatan G20 (Indonesia mendorong agar) harus ditindaklanjuti dalam berbagai forum. Harus ada keputusan nyata dan konkret, untuk mencari solusi krisis tidak dengan mengorbankan kepentingan negara-negara berkembang," katanya. Menurut dia, dengan kondisi keuangan global saat ini, pertemuan London lalu harus mampu memberikan kepercayaan baru kepada semua pemangku kepentingan bahwa pemimpin dunia mampu memberikan solusi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Terutama karena forum dan format lain, G8 dan G7 misalnya, tidak sanggup. Tantangan sudah demikian besar, sudah banyak negara baru yang memainkan peran besar. G20 tepat, karena merepresentasikan 80 persen ekonomi global dan populasi," katanya. Dia menyebutkan, proyeksi terakhir pertumbuhan global yang sedang disiapkan diprediksi ada dalam kisaran negatif 0,5-1,5 persen. "Ini yang dikatakan pertama kali terjadi sejak PD II, terjadi penyusutan ekonomi global," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebutkan bahwa ada tiga hal yang akan disepakati oleh para pemimpin negara di KTT G-20 yaitu pertama, kesepakatan untuk melakukan koordinasi kebijakan makro global dengan usulan peningkatan belanja pemerintah. "Ini harus ada ada angka konkret karena bagi negara-negara berkembang masalahnya bukan mau atau tidak mau untuk ekspansi fiskal, tapi bagaimana pembiayaannya," ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah penyelesaian aset bermasalah dan utang swasta. "Kalau mau menyelesaikan pertumbuhan, harus juga diselesaikan masalah kredit dan kepercayaan di pasar keuangan," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan ketiga adanya integritas pasar dan regulasi. "Kesalahan di masa lalu harus diperbaiki. Kepercayaan yang tergerus tidak bisa pulih, jika tidak ada upaya perbaikan. Transparansi, akuntabilitas, harus dipulihkan," katanya.&lt;br /&gt;Publik hendaknya menyadari bahwa KTT G20 tidak bisa menyelesaikan seluruh permasalahan krisis global seketika. "Kita harus menyadari, pertemuan G20 bukan yang bisa menyelesaikan masalah dalam seketika. Situasi krisis sudah semakin dalam. Perlu waktu implementasi kebijakan dan koordinasi. Ekspektasi jangan terlalu tinggi," katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesepakatan apapun yang dihasilkan untuk mengatasi krisis global oleh G20 penerapannya akan tetap membutuhkan suatu kebijakan nasional, yang belum tentu mudah. Oleh karena itu, perlu dibentuk suatu mekanisme internasional dan institusi internasional untuk memfasilitasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-4532627223216246195?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/4532627223216246195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/kesepakatan-g20-harus-ditindaklanjuti.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4532627223216246195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4532627223216246195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/kesepakatan-g20-harus-ditindaklanjuti.html' title=''/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-3678573738135492926</id><published>2009-10-09T10:33:00.003+07:00</published><updated>2009-10-09T10:38:32.765+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ke-KAMMI-an'/><title type='text'>Sejarah munculnya KAMMI</title><content type='html'>Dasar Kemunculan &lt;br /&gt;Adanya indikator yang mematikan potensi bangsa.&lt;br /&gt;Urgensi Sebuah Tuntutan Reformasi&lt;br /&gt;Adanya Kepentingan Umat Islam Untuk Segera Berbuat&lt;br /&gt;Aksi Demontrasi dan Mimbar Bebas Semakin Menjamur.&lt;br /&gt;Mahasiswa Islam Merupakan Elemen Sosial.&lt;br /&gt;Suara Umat Islam Mulai Terabaikan.&lt;br /&gt;Depolitisasi Kampus Memandulkan Peran Mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Kelahiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X seindonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia . Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktifis dakwah kampus. KAMMI lahir para ahad tanggal 29 April 1998 PK.13.00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah.Pemilihan Nama&lt;br /&gt;Pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kemudian disingkat KAMMI mengandung makna atau memiliki konsekwensi pada beberapa hal yaitu :&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen Mahasiswa.&lt;br /&gt;Muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja dalam format bersama KAMMI.&lt;br /&gt;KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi kepada aksi real dan sistematis yang dilandasi gagasan konsepsional yang matang mengenai reformasi dan pembentukan masyarakat Islami (berperadaban).&lt;br /&gt;Kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa pada berbagai stratanya yang memiliki komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas dan benar.&lt;br /&gt;Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah air Indonesia. &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-3678573738135492926?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/3678573738135492926/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/sejarah-munculnya-kammi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3678573738135492926'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3678573738135492926'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/sejarah-munculnya-kammi.html' title='Sejarah munculnya KAMMI'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-3635746378304420852</id><published>2009-10-05T18:57:00.002+07:00</published><updated>2009-10-06T13:52:43.130+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Pemuda, Pengendali Perubahan, dan Pembuktian</title><content type='html'>Pemuda, kata yang sudah tak asing lagi terdengar di telinga khlayak. Kata tersebut terdengar sampai seantero Indonesia ketika momentum sumpah pemuda 1928, kemerdekaan 1945, dan reformasi 1998. Bahkan kata tersebut sering dihubung-hubungkan dengan perubahan dan cita-cita. Namun sesungguhnya apakah pemuda? Siapa yang menyandang gelar pemuda, umurkah yang menentukan? Dan bagaimana profil pemuda ideal yang tentunya disukai Allah? Mari kita kupas tentang pemuda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Identitas dan Keistimewaan Pemuda&lt;br /&gt;Banyak yang menyatakan pemuda sebagai agent of change, kenapa? Karena pemuda adalah harapan bangsa, ia adalah agen-agen perubah di negerinya berada. Tapi lebih dari itu, pemuda bak motor gerakan sebuah entitas yang ingin selalu membuat perubahan demi terciptanya cita. Lalu seperti apa identitas pemuda? “Umur dan watak adalah dua unsur penting dalam identitas pemuda sekaligus pembeda dengan golongan lainnya : kaum tua, balita, anak-anak, dan remaja.” Ujar Mi’raj Dodi Kurniawan, seorang mantan aktifis Islam Bandung. Umur, sebagian pihak mengelompokkan antara umur 25 dan 35 sebagai pemuda, ada juga pihak yang menyatakan pemuda berada diantara umur 20 sampai 45. Jika kita melihat umur yang dikelompokkan, pemuda bisa digambarkan sebagai kaum yang energik, mempunyai fisik prima dan bertenaga sedangkan yang lemah dan tak bertenaga adalah kaum tua. Berbanding lurus dengan unsur yang kedua, watak, pemuda memiliki watak pendobrak tatanan layaknya Nabi Musa yang melawan kesewenang-wenangan Fir’aun, dan kaum tua cenderung berwatak anti perubahan dan mempertahankan status quo seperti para rezim otoriter pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Deskripsi diatas menunjukan identitas sekaligus keistimewaan pemuda, yang secara tegas terdapat dalam ayat di bawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“…Sesungguhnya mereka itu adalah pemuda-pemuda yang beriman kepada Tuhan mereka dan Kami tambahkan kepada mereka petunjuk; dan Kami telah meneguhkan hati mereka di waktu mereka berdiri (di hadapan penguasa)…” (QS Al Kahfi : 13-14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapatnya keistimewaan tersebut. akhirnya, saya mengambil kesimpulan bahwa pemuda tidak pantas jika hanya disebut sebagai agent of change tetapi mereka lebih pantas disebut director of change (pengendali perubahan), karena sangat berbeda seorang agen (aktivis biasa) dengan director (tokoh) namun dengan syarat memenuhi profil pemuda ideal yang disukai Allah (karena pemuda dalam Islam adalah pemuda yang dicintai Allah). Seperti yang dikutip dalam buku “Menyiapkan Momentum”-nya Rijalul Imam, diantaranya adalah meningkatkan rasa tanggung jawab, memiliki kebanggaan dengan Islam, baik dalam memahami Islam, melayani masyarakat, mengajak ke jalan Islam, membekali diri dengan ilmu, memiliki rasa solidaritas dengan sesamanya, waspada diri dari fitnah, pakai perhitungan, dan tidak terburu-buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan Hari Ini&lt;br /&gt;Dengan profil diatas pemuda di masing-masing zamannya telah membuktikan bahwa mereka pantas disebut sebagai pengendali perubahan, sebut saja Hasan Al Banna dan Mohammad Natsir. Pertanyaannya, bagaimana di zaman ini, setelah lebih dari 10 tahun momentum reformasi. Dimana kaum muda? Plato, seorang filsuf Yunani mengatakan bahwa “Nantinya dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada didalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua tersebut. Memang mereka bahagia tapi diri mereka kosong dan tak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak mempunyai mimpi.” Itulah gambaran sebagian besar pemuda zaman sekarang, yang terjerumus dalam hegemoni kenikmatan, yang katanya ingin mengalihkan kekuasaan dari kaum tua. &lt;br /&gt; Setahun yang lalu Sultan HB X menantang pemuda untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia. Sultan mengatakan, kaum muda belum pernah mengungkapkan deklarasi nyata selama Indonesia merdeka. Terakhir, deklarasi kaum muda diungkapkan 79 tahun yang lalu lewat Sumpah Pemuda tahun 1928. bisakah kita menjawab tantangan Sultan? Sudah satu tahun tantangan tersebut berlalu, namun belum ada yang bisa menjawab dan membuktikannya&lt;br /&gt; Menyimak apa yang dikatakan oleh Plato dan Sultan, harusnya pemuda menjadi sadar dan tertantang bahwa mereka harus bergerak, keluar dari gua yang gelap, jauhkan diri dari zona kenyamanan. Pemuda harus mempunyai konsepsi yang jelas untuk mengalihkan kekuasaan dari kaum tua yang mengacau. Jangan cuma berkata, tapi bergerak untuk memenuhi profil ideal pemuda yang disukai Allah, bahkan seorang mujadid abad ke-20, Imam Syahid Hasan Al Banna mengatakan dalam ”Wajibatul Akh”-nya di Risalatu Ta’lim, ”Hendaklah kalian bersungguh-sungguh meningkatkan kapasitas dirimu, hingga tongkat kepemimpinan itu diserahkan kepada kalian yang memiliki kualitas.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembuktian para pengendali perubahan masih ditunggu sampai hari ini, sebentar lagi di bulan ini kita akan memperingati kembali hari Sumpah Pemuda. Jangan sampai idealisme pemuda hanya sebatas kelihaian wacana saja, tetapi butuh pembuktian dengan membumikan idealisme tersebut. Wahai para pemuda mari sama-sama kita renungkan kembali makna dan falsafah perjuangan Sumpah Pemuda, wahai para pengendali perubahan, bangkit dan ubah stempel di wajahmu yang hanya bertuliskan agen perubahan. Karena realita pemuda masa kini menunjukan hari esok suatu bangsa, maka mulailah untuk berkarya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-3635746378304420852?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/3635746378304420852/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/pemuda-pengendali-perubahan-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3635746378304420852'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3635746378304420852'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/10/pemuda-pengendali-perubahan-dan.html' title='Pemuda, Pengendali Perubahan, dan Pembuktian'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2815740602569662503</id><published>2009-06-12T20:48:00.002+07:00</published><updated>2009-06-12T20:57:58.793+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Kader'/><title type='text'>PROBLEMATIKA TAMBANG RAKYAT</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bicara pertambangana rakyat, Kepulauan Bangka-Belitung ( Babel ) akan menjadi salah satu referensi. Di sana , kegiatan pertambangan rakyat terjadi hampir di setiap pelosok wilayah. Jika kita berkunjung ke sana , dapat dilihat lubang-lubang menganga bekas penggalian yang ditinggalkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah melindungi pertambangan rakyat lewat UU. BUMN pun mengakomodasinya agar para pelakunya tidak kehilangan mata pencaharian. Kerusakan yang ditimbulkan tidak sebanding dengan manfaat yang didapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tentang tambang rakyat seolah tak pernah lekang ditimpa hujan dan tak pernah habis diterpa angin.Modusnya beragam, tiap ada pergantian pemimpin, setiap ada regulasi baru, pertambangan rakyat hadir dengan wajah baru.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua Presidium Masyarakat Pertambangan Indonesia (MPI), Herman Afif Kusumo, mengungkapkan kekhawatirannya akan maraknya pertambangan rakyat ini. Apalagi draf Rancangan Undang-Undang (RUU) Mineral dan Batubara (Minerba) yang sedang dibahas DPR, juga memuat tentang Izin Pertambangan Rakyat (IPR).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Bab VIII RUU Minerba disebutkan bahwa bupati/walikota memberikan IPR terutama kepada penduduk setempat, baik perorangan maupun kelompok masyarakat, dan/atau koperasi. Bupati/walikota dapat melimpahkan kewenangan pelaksanaan pemberian IPR sebagaimana dimaksud kepada camat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Untuk memperoleh IPR pemohon wajib menyampaikan surat permohonan kepada bupati/walikota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klausul ini menyiratkan makna, pemerintah seolah hendak mengalokasikan suatu wilayah tertentu untuk tambang-tambang rakyat baru. Padahal seperti yang kita tahu selama ini, tambang rakyat adalah pertambangan yang dilakukan dengan teknologi primitiv dan rawan akan kerusakan lingkungan. Jangankan untuk membuka yang baru, efisiensi adanya pertambangan rakyat pun patut dipertanyakan. Sebandingkah dengan manfaat yang didapatkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin Menggila&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bicara pertambangana rakyat, Kepulauan Bangka-Belitung ( Babel ) akan menjadi salah satu referensi. Di sana , kegiatan pertambangan rakyat terjadi hampir di setiap pelosok wilayah. Jika kita berkunjung ke sana , dapat dilihat lubang-lubang menganga bekas penggalian yang ditinggalkan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadi Saman, mantan Wakil Gubernur Babel periode 2002-2005, menceritakan bagaimana, kegiatan tambang rakyat begitu menggurita, sehingga susah untuk diurai kembali. Semuanya bermula dari kebijakan PT Timah yang memberi ruang kepada masyarakat untuk melakukan kegiatan penambangan di areal kuasa pertambangannya. PT Timah pun memberikan identitas dengan sebutan TI (Tambang Inkonvensional).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu, ujar geolog putra daerah Babel ini, harga timah masih sangat rendah dibawah Rp 4.000. Hanya masyarakat dengan peralatan sederhana yang bisa melakukan penambangan. Beberapa lokasi tambang milik PT Timah diberikan kepada masyarakat untuk digarap. ‘Kran’ yang dibuka PT Timah ini pun akhirnya ‘dikerubungi semut’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat berbondong melakukan kegiatan penambangan. Semakin hari jumlahnya semakin besar. Penambangan pun dilakukan dimana saja, sesuka mereka. Mereka yang bertani lada pun ikut berpindah menjadi penambang timah. Pada 1997-1998, harga timah belum beranjak naik, masih dibawah Rp 4.000. Namun jumlah TI semakin banyak, dan penertiban pun belum dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain soal tambang rakyat dan TI yang jauh dari kaidah pertambangan yang benar, kegiatan penyelundupan pun masih terus terjadi. Bahkan menurut Suryadi yang juga Komisaris PT. Tambang Timah, penyelundupan tidak bisa diberantas karena ada hitung-hitungan ekonomi praktis. Ada pula pameo yang menyebutkan, selama harga di luar lebih tinggi maka aktivitas penyelundupan akan terus terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah penambang rakyat di Bangka dan Belitung , menurut alumnus Geologi ITB ini sudah tidak terdeteksi lagi. Sekarang ini, lahan-lahan bekas PT. Timah yang ditinggalkan karena dinilai tidak ekonomis, kembali diburu masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suryadi menambahkan, otonomi daerah tidak menyelesaikan problem pertambangan rakyat. Bahkan semakin menambah runyam. Kepala daerah memiliki wewenang mengeluarkan KP, lahan pun tumpang tindih, semua ikut bermain dan ingin menikmati. “Angin yang dulu dihembuskan, kini telah menjadi badai,” ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari : KONNYTIA AMINAH SARI_AKA BOGOR&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2815740602569662503?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2815740602569662503/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/06/problematika-tambang-rakyat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2815740602569662503'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2815740602569662503'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/06/problematika-tambang-rakyat.html' title='PROBLEMATIKA TAMBANG RAKYAT'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-8869765994063389892</id><published>2009-05-15T21:36:00.003+07:00</published><updated>2009-05-15T21:58:47.308+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Anda MAHASISWA????</title><content type='html'>Keterbatasan ekonomi selalu menjadi batu sandungan bagi seseorang untuk menggapai impiannya. Lihat saja nasib ribuan anak putus sekolah yang tak bisa mengenyam pendidikan karena keterbatasan biaya. Satu diantara mereka yang belum beruntung adalah Toto (14 tahun)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Remaja kelahiran Indramayu, Jawa Barat ini terpaksa berhenti sekolah lantaran kedua orangtuanya hidup serba kekurangan. Bahkan dia terpaksa menggadaikan masa remajanya dengan bekerja sebagai tukang topeng monyet sejak empat tahun lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakui Toto, cita-citanya untuk melanjutkan sekolah dan menggapai cita-citanya menjadi seorang tentara kandaslah sudah karena ayahnya yang berprofesi sebagai seorang sopir angkutan bajaj dan ibunya yang hanya seorang buruh cuci sudah tak mampu lagi membiayai sekolah. ”Habis mau bagaimana lagi, sekolah saya banyak mengeluarkan uang, sedangkan orangtua sudah tidak sanggup lagi. Ya, terpaksa sejak kelas 1 SMP saya berhenti sekolah dan jadi tukang topeng monyet”, tuturnya.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kini Toto hanya bisa pasrah menerima suratan nasib yang menghempaskannya dari bangku sekolah ke jalanan. Hari-hari bocah berkulit hitam ini pun lebih banyak dihabiskan di pinggir jalan untuk mengais rezeki. Bermodalkan perlengkapan topeng monyet sewaan seharga Rp. 30 ribu dari seorang juragan topeng monyet, Toto bersama monyet sewaannya beraksi memeragakan beberapa gerakan yang mengundang senyum. Walaupun demikian, Toto tak pernah berkecil hati, dengan sabar dia melakoni pekerjaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tetap bermimpi menjadi tentara, namun hasrat Toto untuk melanjutkan pendidikan telah ia buang jauh-jauh dari benaknya. ” Saya pengen terus seperti ini saja. Habis sudah malas sekolah karena karena kasihan sama orangtua. Mudah-mudahan saja suatu saat nanti ada yang mau menyekolahkan saya supaya bisa jadi tentara. Kayaknya keren bisa pakai baju seragam”, ujarnya menghibur diri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak jauh berbeda dengan Toto, Ari (13 tahun) pun harus rela merelakan usia kanak-kanaknya dengan menjadi pemulung sampah karena memang sudah tak mampu lagi melanjutkan sekolah. Disaat kelas 4 SD, Ari sudah harus berhenti sekolah, dan memilih berhijrah bersama pamannya untuk mengais rezeki di Kota Bogor  dari tempat kelahirannya, Karawang. Setiap hari, bersama pamannya, Ari  dan gerobak tuanya mengitari beberapa kompleks perumahan dan mengais isi kotak sampah yang ada di pinggir jalan. &lt;br /&gt;Tanpa merasa jijik, ia mulai memilah-milah sampah yang sudah bercampur dengan bau, kotoran dan banyak bibit penyakit disana, hanya demi mencari beberapa barang rongsokan yang masih laku dijual kembali kepada sang tengkulak. Penghasilannya memang tak seberapa jika dibandingkan dengan jerih payahnya,  setiap hari ia berjalan tanpa alas kaki di tengah aspal yang sangat menyengat karena terik mentari. Ari memang anak yang tegar, ia harus rela menelan pil pahit hidup di usianya yang masih belia. Cita-cita untuk menjadi pilot, mungkin hanya akan menjadi angan-angan yang harus ia kubur dalam dasar hatinya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah mungkin sedikit cerminan realita kondisi generasi muda negeri ini, betapa keterbatasan ekonomi telah menandaskan segala impian besar dari wajah-wajah mungil itu. Namun di saat yang sama, entah untuk kepentingan apa’ para wakil rakyat diatas kursi empuknya, tengah menghabiskan dana sebesar Rp. 33 MILYAR hanya untuk perbaikan beberapa infrastruktur yang sebenarnya masih bagus dan layak pakai. Sementara diluar sana masih banyak warga miskin ibukota yang masih bingung mencari tempat tinggal karena telah berulang kali digusur dari satu tempat ke tempat lain,,, Dana sebesar itu, jika dialokasikan untuk Toto, Ari dan jutaan anak putus sekolahnya lainnya, tentu menjadi lebih berarti ketimbang untuk perbaikan yang dirasakan kurang tepat sasaran....&lt;br /&gt;Ah,,,kita yang hanya sebagai wong cilik tentunya hanya bisa mengelus dada melihat kenyataan ini, Namun label mahasiswa yang ada pada pundak kita hendaknya menyadarkan kita untuk turut andil dalam rangka membenahi kondisi negeri ini, tonggak harapan ada pada pundak kita, masa depan negeri ini berada di tangan para pemuda. Sukarno pun pernah mengatakan ”Berikan saya  10 orang pemuda, niscaya kita dapat mengguncang dunia”.  &lt;br /&gt;Mahasiswa sebagai kaum intelektual  muda hendaknya bergerak untuk melakukan perubahan menuju Indonesia lebih baik,,,itulah harapan kita,,,,,&lt;br /&gt;Anda MAHASISWA?????????????&lt;br /&gt;Ayo bergerak!!!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yanti Wulandari&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-8869765994063389892?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/8869765994063389892/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/05/anda-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8869765994063389892'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8869765994063389892'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2009/05/anda-mahasiswa.html' title='Anda MAHASISWA????'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-3543761742994110686</id><published>2008-11-17T12:47:00.002+07:00</published><updated>2008-11-22T10:28:22.113+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Aktivis (jangan) Kalah Sebelum Perang</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaum muslimin dengan pasukan minim dan persiapan seadanya, ternyata meraih kemenangan di Perang Badar. Di Perang Hunain, pasukan kaum muslimin berjumlah banyak. Secara logika, pasti menang, apatah lagi dengan label sebagai “pejuang al haq”. Namun ternyata di Perang Hunain, pasukan kaum muslimin hampir mengalami kekalahan. Strategi apa yang salah? Ikhtiar apa yang kurang? Ternyata kekalahan itu terjadi bukan karena kurangnya ikhtiar, bukan karena kurangnya perlengkapan senjata, tetapi karena ada maksiat yang dibawa saat perang, yang tersembunyi di dalam dada sebagian besar tentara kaum muslimin. Kemaksiatan yang halus, yang hanya Allah Ta’ala saja yang mengetahuinya. Yaitu congkak! “…..dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu menjadi congkak karena banyaknya jumlah, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepada kamu sedikitpun….” (QS. At Taubah : 25-26). Tentara muslim yang banyak jumlahnya itupun lari ke belakang dengan bercerai berai.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sebuah peperangan melawan kaum kuffar, kaum muslimin beberapa kali mengalami kekalahan. Sang qiyadah segera memuhasabahi pasukannya, mengapa kekalahan demi kekalahan bisa terjadi ? Sang qiyadah memeriksa jundi-jundinya. Tak ada yang kurang. Semua perlengkapan lengkap, pun ibadah-ibadah dilakukan dengan baik. Namun saat pagi menjelang, sang qiyadah mengamati pasukannya dan baru menyadari bahwa ternyata pasukannya melupakan satu sunah Rasul, yaitu menggosok gigi! Qiyadah segera memerintahkan menggosok gigi dengan siwak (sejenis kayu) kepada seluruh jundinya. Pasukan pengintai dari pihak musuh menjadi takut karena melihat para tentara muslim tengah menggosok-gosok giginya dengan kayu, dan mengira pasukan kaum muslimin tengah menajamkan gigi-giginya untuk menyerang musuh. Pihak musuh menjadi gentar dan segera menarik mundur pasukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Esensi Peperangan&lt;br /&gt;Kisah di atas adalah jihad fii sabilillah yang diwujudkan dengan peperangan secara fisik. Di masa kini, siapa bilang peperangan itu telah berakhir ? Tidak. Peperangan itu tidak akan pernah berakhir hingga hari kiamat. Karena hakekatnya, ini adalah peperangan abadi antara yang Haq dan yang Bathil. Kami datang dengan pasukan yang mencintai kematian sebagaimana kalian, orang-orang kafir, mencintai kehidupan. Namun tentu saja, jihad tidak selalu identik dengan perang dan pedang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemenangan tidaklah diturunkan Allah dengan begitu saja, tetapi melalui tarbiyah dari Allah swt hingga orang-orang beriman siap menerima kemenangan, di saat yang tepat. Jangan pernah menyalahkan musuh, tetapi salahkan diri sendiri mengapa bisa memperoleh kekalahan. Apa yang salah dalam taqarrub kita kepada Allah swt ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti syetan yang bertemu seorang alim… Tak perlu si orang alim itu sampai mengeluarkan “jurus-jurus” ayat Qur’annya, tetapi cukup dengan melihat orang alim itu saja sudah membuat syetan-syetan takut dan menyingkir, melapangkan baginya jalannya. Umar bin Khattab, yang dengan pancaran keimanannya, sampai diibaratkan Rasulullah saw dapat membuat syetan-syetan menyingkir dan memilih jalan lain bila bertemu Umar di jalan. Pun seperti Imam Ahmad, yang dengan ketaatannya kepada Allah swt, membuat syetan menjadi takut hanya karena melihat sandal jepit Imam Ahmad. Bukankah syetan itu dari golongan jin dan… manusia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika “hanya” karena congkak saja Allah Ta’ala mencabut pertolongannya dari kaum muslimin, maka apatah lagi jika congkak itu dihiasi riya, iri, dengki, dan sum’ah. Jika “hanya” karena tidak melaksanakan satu sunah Rasul saja Allah Ta’ala tak lagi menjadi penolong bagi kaum muslimin, maka apatah lagi jika sampai ada sunah utama yang ditinggalkan, seperti shalat malam, misalnya. Jika orang yang berjalan di muka bumi dengan sombong “hanya” karena panjangnya pakaian akan dimurkai Allah Ta’ala, maka apatah lagi dengan muslim yang merasa lebih tinggi harakahnya dari muslim yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan meski kemenangan sudah tercapai sekalipun, seorang muslim tetap harus banyak beristighfar. “Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan, dan kamu lihat manusia masuk agama Allah dengan berbondong-bondong, maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima Taubat. “ (QS. An Nashr : 1- 3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apa jadinya jika kaum muslimin tidak hanya meninggalkan sunah, tetapi juga terkena penyakit cinta dunia dan takut mati ? Maka Allah SWT bukannya menanamkan rasa takut kepada musuh, namun sebaliknya, Allah SWT akan mencabut rasa takut dari musuh-musuh kita. Sungguh benar sabda Rasulullah SAW, “Hampir datang masanya ummat-ummat akan menyerbu kaum Muslimin sebagaimana orang lapar menyerbu makanan di atas piring mereka.” Para sahabat bertanya, ”Apakah jumlah kita waktu itu sedikit ya Rasulullah ? “Beliau bersabda, ”Tidak, bahkan jumlah kalian banyak tetapi bagaikan buih di lautan. Penyebab semua itu adalah penyakit Wahn. ”Para sahabat bertanya, ”Apa Wahn itu ya Rasulullah ?” Beliau bersabda, “Cinta kalian akan hidup dan benci (takut) kematian (pent: dan menurut riwayat Abu Daud “dan bencimu terhadap perang.” ). Allah melemparkan ke dalam hatimu Wahn dan mencabut rasa takut dari hati musuh-musuhmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekalahan&lt;br /&gt;Di saat kekalahan demi kekalahan terjadi di berbagai bidang, mungkin para aktivis Islam wajib melakukan taubat akan maksiat yang terlihat maupun yang tersembunyi. Banyak beristighfar menyebut nama-Nya. Virus-virus ukhuwah seperti ghibah, suudzon, namimah, yang menjangkiti adalah termasuk bagian yang membawa da’wah menjadi tidak berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi itu penting, namun kondisi ruhiyah dan kedekatan pada Allah swt, jauh lebih penting.&lt;br /&gt;Apa yang membuat Allah Ta’ala mau “melirikkan matanya” pada barisan da’wah ini. Mengetuk pintu illahi. Karena bagaimana akan memenangkan peperangan al haq VS al bathil jika pembawa panji Al Haq itu sendiri menyalahi aturan Al Haq. Orang yang bermaksiat tidak akan ditolong-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pakar Eropa bertanya, “Bagaimana mungkin kaum Muslimin dapat memenangkan musuh-musuh mereka dari Parsi dan Rum yang jumlahnya banyak, sedangkan kaum muslimin berjumlah sedikit ?” Dan dijawab, “Hal itu di sebabkan mereka (kaum Muslimin) itu jujur, bertakwa kepada-Nya, karena itulah di manapun dia berada pasti akan di lindungi-Nya…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membersihkan atau menyeleksi barisan da’wah dari orang-orang yang bermaksiat agar tidak menjadi beban dalam gerak pasukan muslim. Maka orang-orang di barisan tersebut tak pelu marah atau tersinggung bila ditegur dan dinasehati saudaranya. Pun tak perlu merasa terbebani dengan banyaknya lembar mutabaah atau seringnya syuro evaluasi kader.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersiap siaga&lt;br /&gt;Bersiap siaga menjaga masing-masing benteng. Ada yang bertugas menjaga ruhiyah kader, ada yang menyebarkan nilai-nilai Islam dan ada yang bertugas mencapai titik-titik stategis agar dapat memayungi para pejuang kebenaran dengan lembaga formal. Semua tugas, sama pentingnya dan jangan sampai ada benteng yang kosong atau kebobolan. Semuanya bersinergi untuk mencapai satu tujuan, yaitu tegaknya kalimah tauhid di muka bumi. “Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berperang di jalan-Nya secara tertib (shaf yang rapi), mereka itu bagaikan bangunan yang berdiri kokoh.” (QS. Ash Shaff : 4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika saja ada satu orang kader yang sabar, maka niscaya ia akan memiliki kekuatan mengangkat beban da’wah, sepuluh kali lipat. Maka tak perlu heran jika kita menyaksikan ada kader yang memiliki beberapa amanah. Tidak hanya amanah single atau double, tetapi sudah kuartet! “Hai Nabi kobarkanlah semangat para mu’min itu untuk berperang. Jika terdapat sepuluh orang yang sabar di antara kamu, niscaya mereka akan mampu mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada 100 orang (yang sabar) di antara kamu, mereka akan mengalahkan seribu orang-orang kafir, di sebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.” (QS. Al Anfal : 65).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Maksiat akan menjadi beban berat bagi tercapainya kemenangan da’wah. Apa lagi jika kemaksiatan itu dilakukan oleh seorang qiyadah. Senjata kaum muslimin dalam peperangan Al Haq VS Al Bathil adalah dengan berteguh hati, banyak berdoa, berzikir dan tawakkal. Kita tak akan sanggup memenangkan Al Haq jika tak membawa senjata-senjata itu karena Allah SWT berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu memerangi pasukan musuh, maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya (dzikir, doa dan tawakkal) agar kamu mendapat kemenangan.” (QS. Al Anfal : 45). [ayat al akrash].&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-3543761742994110686?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/3543761742994110686/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/11/aktivis-jangan-kalah-sebelum-perang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3543761742994110686'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3543761742994110686'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/11/aktivis-jangan-kalah-sebelum-perang.html' title='Aktivis (jangan) Kalah Sebelum Perang'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2086026935931508429</id><published>2008-10-16T09:20:00.002+07:00</published><updated>2008-10-16T09:28:55.651+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>P e m i m p i n   S e j a t i</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemilu 2009 belum dimulai tetapi sudah banyak partai-partai dan calon-calon individual yang bersaing untuk menempati posisi tertinggi di Republik Indonesia ini. Semakin mendekati tahun 2009 semakin banyak saja iklan-iklan parpol yang menyuguhkan drama janji-janji yang hiperbolik bahkan kadang kurang realistis dan terlalu berada di ‘level atas’ untuk mendapatkan simpati rakyat. Seorang bijak pernah berkata “ Yang Penting Bukanlah Siapa yang Kau Kenal, tetapi Siapa yang Mengenalmu !!! ” Memang tidak ada salahnya jika mereka mengkomersilkan dirinya dalam iklan. Ya, agar mereka popular dan dikenal oleh rakyat Indonesia. Namun, pemasangan iklan belum cukup membuktikan bahwa mereka pantas menjadi pemimpin Indonesia (walaupun di dalam iklan tersebut menyuguhkan betapa pedulinya kelompok/individual itu terhadap suatu golongan atau masyarakat).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pakar manajemen Donald H McGannon, life is action, not position. Seorang pemimpin sejati tidak akan ‘bergerak’ ketika rakyat dalam kesusahan tetapi juga mereka akan ‘bergerak’ ketika mereka sedang gembira. Hal yang terjadi di Indonesia adalah sebaliknya. Disinlah letak dimana tidak ada rasa persaudaraan dan solidaritas yang tinggi terhadap sesamanya, mereka hanya menunjukannya ketika rakyat telah menjerit dan menangis !!!. Padahal jantung komunitas politik yang sehat tampak dalam persaudaraan dan kolaborasi antar kelompok social dalam mewujudkan cita-cita dasar sebuah negara. Dialog kehidupan menjembatani keanekaan social. Tak heran jika aneka kepentingan individual dan sectarian tunduk pada kepentingan umum. Pendirian komunitas politik mengacu pada perwujudan kemanusiaan yang lebih adil dan beradab (Giobbe Gazzoni, Morale Sociale,1991)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin sejati dalam hidupnya tidak pernah dibuat-buat, mereka selalu bisa menyelesaikan masalah yang dihadapinya dengan senyuman, tenang dan tepat sasaran. Perlu adanya komunikasi empatik;komunikasi yang mendekatkan dua hati sehingga ia beraksi seiring sejalan menjalin hubungan yang akrab, dalam hal ini adalah pemimpin dengan rakyatnya, sehingga yang dilakukan oleh pemimpinnya selalu ada rasa optimis berhasil di hati rakyatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sifat seorang pemimpin yang sejati haruslah seperti definisi iman yakni Mengucapkan dengan lisan, membenarkan dengan hati dan mengerjakan dengan badan. Sekarang ini, banyak para pemimpin yang hanya mengucapkan saja yang lancar tapi dalam hatinya masih terdapat keraguan untuk melakukan apa yang awalnya diyakininya tersebut sehingga tidak terlaksanalah semuanya. Talk more no action !!!. Dampak dari kebijakan-kebijakan nonsense pejabat tersebut adalah korupsi dimana-mana. Yang kaya akan semakin kaya, yang miskin semakin miskin. Mereka yang sudah berada di atas berfoya-foya menikmati uang rakyat padahal mereka dulu ketika berkampanye ‘mengemis’ kepada rakyat untuk ‘dikasihani’ agar dipilih di pemilu. Ironis ! ketika kepercayaan hanya dianggap sebagai angin lalu saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, peran budi, hati dan jiwa yang murni tanpa berpihak akan menentukan tatanan moral bangsa sehingga kekecewaan yang berkepanjangan akibat ulah para pelaku politik dapat direduksi. Rakyat yang ‘cerdas’ akan melihat pemimpin sejati secara keseluruhan, dan bisa menimbang baik-buruk pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwi Mardiana&lt;br /&gt;Staf Infokom KAMMI AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2086026935931508429?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2086026935931508429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/p-e-m-i-m-p-i-n-s-e-j-t-i_16.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2086026935931508429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2086026935931508429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/p-e-m-i-m-p-i-n-s-e-j-t-i_16.html' title='P e m i m p i n   S e j a t i'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-4388525072008203435</id><published>2008-10-16T09:11:00.002+07:00</published><updated>2008-11-22T10:25:37.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Penghadangan RUU Pornografi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menanggapi berita yang dimuat Wartawan Suara Islam dan diterbitkan pada edisi ke-52 Tanggal 19 September – 2 Oktober 2008, oleh Saudara Mujiyanto, saya akan memberikan pandangan tersendiri mengenai pemberitaan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rancangan RUU Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) yang pembahasannya mengalami proses yang panjang dan berlarut-larut selama kurang lebih 5 tahun. Padahal sampai saat ini belum ada undang-undang yang bisa mengatasi pornografi yang amat berbahaya ini. Sudah begitu banyak korban yang diakibatkan begitu maraknya pornografri. Tak sedikit jumlah ”bocah baru gede” yang nekad memperkosa anak kecil demi melampiaskan nafsu birahinya. Penyebab timbulnya kasus ini adalah tak lain karena pornografi. Tak sulit mendapatkan media yang begitu mudahnya mengumbar-umbar aurat. Mulai dari VCD porno, komik porno, buku bacaan berbau porno, dan lain sebagainya, dan kebanyakan semua itu beredar secara ilegal. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lemahnya pengawasan para aparat polisi bukanlah satu-satunya faktor lolosnya barang-barang haram itu. Polisi tak dapat bertindak jika tidak terdapat undang-undang yang mengaturnya. Dalam kasus maraknya pornografi dibutuhkan suatu RUU yang menjerat maraknya media-media penyebar pornografi atau bahkan aksi pornografi itu sendiri. Dengan demikian polisi memiliki dasar hukum yang kuat untuk segera menindak macam-macam aksi pornografi. Dan pada akhirnya pengadilanlah yang harus memberi hukuman kepada para penjahat norma susila ini dengan seberat-beratnnya. Oleh karena itu, RUU APP harus secepatnya mengatur segala sesuatunya. Mulai dari penafsiran dari kegiatan-kegiatan apa yang berbau pornografi hingga hukuman apa yang harus didapat apabila melanggar undang-undang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Molornya kinerja DPR dalam merancang RUU APP ini dikarenakan terlalu banyaknya hasutan-hasutan para kaum liberal (pendukung kebebasan yang ”kebablasan”) yang masuk ke dalam DPR. Belum lagi terdapat parpol yang menolak mentah-mentah RUU APP ini seperti PDIP (Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan) dan PDS (Partai Damai Sejahtera). Banyak sekali alasan yang mereka lontarkan, mulai dari gamanganya pengertian pornografi hingga menuduh RUU APP ini adalah demi kepentingan politik semata. Sungguh mereka-mereka ini amat picik pikirannya.&lt;br /&gt;Pada akhirnya, kita selaku umat muslim tidak diperkenankan untuk mundur. Suarakanlah kebenaran Allah, ikhtiar belumlah cukup. Doa adalah senjata terakhir yang kita punyai. Dan jangan biarkan negeri kita tercinta ini dirusak oleh kaum pro liberal-sekuler dari dalam. Karena mereka adalah antek-antek luar yang sudah lupa akan mahalnya martabat bangsa sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shidiq Ahmad&lt;br /&gt;Staf DKP KAMMI AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-4388525072008203435?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/4388525072008203435/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/penghadangan-ruu-pornografi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4388525072008203435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4388525072008203435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/penghadangan-ruu-pornografi.html' title='Penghadangan RUU Pornografi'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2047796727516584267</id><published>2008-10-10T14:05:00.003+07:00</published><updated>2008-10-16T08:37:11.261+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Cara Menumbuhkan Gagasan-gagasan Besar</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pengelola rubrik:&lt;br /&gt;Aribowo Prijosaksono dan Roy Sembel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aribowo Prijosaksono (email:aribowo_ps@hotmail.com) dan Roy Sembel (http://www.roy-sembel.com) adalah co-founder dan direktur The Indonesia Learning Institute – INLINE (http://www.inline.or.id), sebuah lembaga pembelajaran untuk para eksekutif dan profesional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memunculkan gagasan merupakan salah satu pekerjaan berat karena kita tidak pernah diajarkan untuk bagaimana melakukannya. Orang menjadi dewasa dengan anggapan bahwa menjadi orang yang penuh gagasan itu sulit. Kebanyakan dari kita berpikir bahwa dapat menumbuhkan gagasan itu karena kita diberi bakat sejak lahir, bukan karena belajar dan anggapan itu kita biarkan saja. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Ada juga orang berpendapat bahwa gagasan-gagasan muncul begitu saja dalam pikiran manusia. Mungkin saja pendapat tersebut betul, tetapi kita tidak dapat mengandalkan faktor kebetulan saja. Hal-hal seperti yang disebutkan di atas merupakan penghalang yang kita ciptakan bagi diri kita sendiri dan kita biarkan begitu saja sehingga penghalang-penghalang tersebut merintangi kebenaran, yaitu bahwa kita sebetulnya dapat memunculkan ide-ide besar.&lt;br /&gt;Akan lebih mudah untuk memunculkan ide-ide, jika pada dasarnya kita diberi bakat yang cukup pandai untuk memahami proses-proses dan teknik-teknik yang memungkinkan kita untuk melakukannya. Kita harus tanamkan dalam diri kita bagaimana cara untuk dapat memunculkan gagasan-gagasan baru dan hebat sewaktu-waktu kita memerlukannya. Proses untuk menumbuhkan gagasan-gagasan baru bersifat aktif bukan reaktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Persoalan&lt;br /&gt;Pertanyaan dasar yang harus dapat kita jawab adalah: ”Mengapa kita perlu memunculkan gagasan-gagasan baru yang hebat?” Jawabannya pastilah untuk memenuhi kebutuhan kita dalam memecahkan persoalan. Kebutuhan adalah induk penemuan, sedangkan kesulitan yang sering kita temui adalah sering kali tanpa sadar kita mengejar permasalahan yang salah dan berputar-putar sendiri. Sebetulnya yang kita perlukan adalah pemahaman yang sangat jernih mengenai apa yang menjadi masalah sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Rumuskan situasi sekarang dan tujuan yang ingin dicapai&lt;br /&gt;Adalah sangat penting sebelum memulai menyelesaikan suatu masalah, kita memahami dengan jelas di mana posisi kita saat itu. Baru setelahnya kita membuat garis besar dari permasalahan yang sedang kita hadapi. Misalnya seperti: latar belakang masalah, kebutuhan perusahaan, letak geografis, posisi pesaing, keuangan, sumber-sumber lain yang tersedia dan tidak tersedia. Kemudian kembangkanlah konsep/garis besar tersebut, dengan tujuan untuk lebih memahami permasalahan.&lt;br /&gt;Setelah jelas, tetapkanlah sasaran yang ingin dicapai dan pastikan bahwa sasaran tersebut dapat diukur. Misalnya kita diharuskan untuk dapat memecahkan permasalahan yang timbul dalam bidang pemasaran. Yang diharapkan dari kita adalah menaikkan penjualan, dengan persentase sebesar 10% dari sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Kenali celah-celah dan inti masalahnya&lt;br /&gt;Kini, setelah mengetahui di mana posisi kita dan apa yang diingin dicapai, maka kita dapat mengidentifikasi celah-celah antara kondisi saat ini dan kondisi yang diharapkan. Selanjutnya lakukanlah proses eliminasi, maksudnya buatlah daftar bagian-bagian yang ada dan persoalan yang mungkin akan timbul, kemudian tanyakan kepada masing-masing apakah ada masalah atau tidak. Kemudian analisislah hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Kenali pendengar&lt;br /&gt;Langkah lain yang harus dilakukan pada tahap analisis masalah adalah kita harus memahami dengan jelas dengan siapa dan kepada siapa kita harus membicarakan masalah ini, baik pembahasan maupun hasil akhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;v Lakukan penelitian dan analisis SWOT&lt;br /&gt;Penelitian dimaksudkan untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan, bisa dilakukan dengan membaca kasus-kasus yang serupa atau melakukan tanya jawab kepada orang-orang yang bersangkutan.&lt;br /&gt;Cara lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan analisis SWOT, yang merupakan singkatan dari strengths, weaknesses, opportunities and threats. Masing-masing kata ini dijadikan judul, kemudian tiap judul/kategori diisi dengan item yang cocok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membangun Kreativitas Sendiri&lt;br /&gt;Setiap orang memiliki kreativitas dalam dirinya. Sejumlah orang yang tidak menganggap dirinya kreatif, dapat terkejut sendiri melihat betapa dirinya kreatif ketika kesempatan yang tepat datang di depan mata. Ada banyak cara untuk menempatkan diri agar kesempatan itu muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Amati sesuatu yang dikenal&lt;br /&gt;Amatilah selama kurang lebih 10 menit, dan gambarkan kembali apa yang kita ingat. Tujuannya adalah untuk melatih dan mempertajam ingatan kita. Jangan berhenti pada visualisasi, cobalah dengan mendengarkan lagu yang kita senangi, dapatkah kita menyanyikan setiap not bersama lagu itu? Dapatkah kita mengulanginya tanpa iringan musik? Ini juga salah satu cara untuk mempertajam kepekaan kita. Semua indera dapat membantu kita dalam membangun kreativitas, karena baik indera penglihatan, pendengaran, penciuman, pengecapan maupun peraba memperoleh berbagai masukan sepanjang hari. Membangun kreativitas berarti mempertajam pikiran, dan itu berarti meningkatkan kepekaan penginderaan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan menunda pekerjaan sampai dengan menjelang batas waktu&lt;br /&gt;Salah satu hal yang mengherankan tentang ide-ide adalah bahwa kita dapat memerintahkan otak untuk bekerja dengan autopilot. Apabila kita memberinya gagasan-gagasan dasar dan sejumlah rangsangan yang cocok, akhirnya otak akan memunculkan gagasan-gagasan yang dapat diteruskan. Namun ada kecenderungan, apabila dihadapkan pada persoalan, kita akan menunda sampai menit terakhir, dengan alasan bahwa otak akan bekerja lebih baik kalau terdesak. Dan itu memang ada benarnya, karena ketegangan batas waktu mempersatukan pikiran dengan baik sekali. Tetapi kita tidak memberikan kesempatan yang cukup kepada otak untuk menghasilkan pekerjaan yang optimal. Jika kita mengerjakan jauh hari sebelum batas waktu tidak berarti kita harus segera merampungkan, tetapi sekedar memberi masukan yang lebih baik kepada diri sendiri untuk menyadari dimensi-dimensi lain dari keadaan yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pejamkan mata dan biarkan pikiran mengembara&lt;br /&gt;Berkhayal bisa menghasilkan mujizat, apabila kita tidak dalam kondisi sedang mengendarai mobil atau pun menjalankan alat-alat berat. Membiarkan alam tak-sadar kita mengerjakan suatu soal dalam kondisi seperti ini dapat menjadi sangat efektif. Persiapkanlah diri dengan mengutarakan fakta-fakta sebelum memasuki dunia mimpi, amati sejumlah dokumen, tinjaulah dalam benak kita, dan biarkan pikiran kita ”mengembara”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jangan berkata ”tetapi”, katakanlah ”dan”&lt;br /&gt;Kata ”tetapi” berarti kecuali, selain itu, namun, meski demikian. Jika kita ingin mengerjakan sesuatu diikuti dengan kata tersebut berarti ada pembatalan. Misalnya ”Saya ingin menolong tapi sekarang saya sedang sibuk”. Berarti kita tidak jadi membantu.&lt;br /&gt;Sekarang kita ganti pernyataan tersebut dengan kata, ”Saya ingin membantu dan sekarang saya sedang sibuk”. Artinya, saya akan membantu setelah saya menyelesaikan pekerjaan saya. Kata ”dan” berarti juga, tambahan lagi, pula, serta, demikian juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ambillah sudut pandang orang lain&lt;br /&gt;Ini didasarkan atas andaikata. Artinya kita mencoba untuk menempatkan diri kita pada posisi orang lain, dengan tujuan untuk mengetahui reaksi seseorang atas tindakan yang kita ambil. Misalnya, ”Reaksi apa yang saya harapkan dari orang ini atas gagasan tersebut?” Kemudian telitilah apa yang diperlukan agar orang tersebut dapat memberikan reaksi yang kita inginkan. Bayangkanlah diri kita menduduki jabatannya dan amati gagasan tersebut. Camkanlah reaksi yang timbul dari diri kita dan berbuat sesuai dengan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memunculkan Ide-ide dalam Kelompok&lt;br /&gt;Mengumpulkan orang bersama-sama untuk mencari ide-ide merupakan cara yang efektif, apabila ditangani dengan semestinya. Tapi pertemuan itu dapat juga menjadi penghamburan waktu bagi para peserta apabila tidak ditangani secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Melaksanakan curah-gagasan&lt;br /&gt;Curah-gagasan atau brainstorming memudahkan kita untuk mendapatkan banyak gagasan dengan cepat. Proses ini berlandaskan anggapan bahwa sekelompok orang yang bekerja bersama di bawah pimpinan yang baik, dapat memunculkan jauh lebih banyak ide dan kemungkinan daripada bekerja masing-masing. Keuntungan kocok otak timbulkan berkurangnya hambatan di dalam kelompok dibandingkan dengan pertemuan yang lebih formal, dengan adanya gairah yang lebih tinggi. Persaingan pribadi harus diatur sedemikian rupa agar tidak menjadi penghalang karena adanya orang yang selalu mau mengungguli yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Membuat bahan penjelasan&lt;br /&gt;Sebelum pertemuan brainstorming, beberapa hari sebelumnya para peserta harus mendapatkan bahan penjelasan, yang berisi informasi, antara lain: kapan pertemuan akan dilangsungkan, pokok pembicaraan, hasil akhir yang diminta, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Menggunakan pemandu dan rencana agar tetap pada jalur&lt;br /&gt;Tujuan dari pemandu adalah untuk mengarahkan dan mengendalikan pertemuan, tentunya yang berpengalaman. Selain itu juga untuk membantu para peserta mengembangkan gagasan-gagasan mereka. Dengan adanya rencana yang jelas, maka pemandu dapat mempelajarinya dengan baik, sehingga dapat mengetahui banyaknya waktu yang tersedia dan bisa membagi-bagi waktu sehingga semuanya bisa berjalan lancar dan sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Tinggalkan tanggapan negatif&lt;br /&gt;Jangan membiarkan pikiran-pikiran negatif muncul dipermukaan karena akan menjadi penghalang. Juga jangan membiarkan peserta yang satu menginjak atau membunuh gagasan orang lain, karena hanya akan merusak suasana dan menimbulkan permusuhan. Seseorang yang telah diperlakukan seperti itu, akan mundur dan tidak akan bersuara lagi, sehingga kehadirannya jadi tidak berarti, atau yang lebih buruk, akan menjadi agresif dan mencari peluang untuk balas dendam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Doronglah agar semua ikut berperan serta&lt;br /&gt;Adalah penting dalam acara brainstorming untuk menjaga agar setiap peserta ikut berperan, bukan menjadi pengamat. Ini merupakan tugas pemandu untuk memastikan bahwa semua peserta terlibat. Jika ada peserta yang hanya berdiam diri, maka harus didorong untuk memberikan sumbangan. Dan jika ada peserta yang terlalu aktif, maka harus pula dikendalikan agar tidak sampai memaksakan ego atau pendapatnya. Pemandu harus tetap dapat mengendalikan sidang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Belajarlah untuk mendengarkan&lt;br /&gt;Terkadang sulit bagi kita untuk menjadi pendengar yang baik, bisa dikarenakan orang tersebut memang menyebalkan atau hal yang diceritakan kurang menarik. Selain alasan-alasan itu, sebenarnya mendengarkan adalah suatu kegiatan yang harus dilakukan secara aktif. Keuntungan dari mendengar ialah perhatian kita akan lebih terarah ke masalah yang sedang dihadapi dan kita akan mendapatkan lebih banyak informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;q Ringkaskan, musyawarahkan dan bagilah tugas&lt;br /&gt;Usahakanlah untuk menyelesaikan satu masalah hanya dalam satu kali pertemuan saja, tidak efektif untuk melanjutkan atau memulai lagi pada hari-hari berikutnya karena mungkin akan timbul masalah-masalah sampingan. Jika selama pertemuan bahan-bahan bermutu yang diperlukan telah terkumpul, tujuan/sasaran telah tercapai maka buatlah suatu ringkasan akhir, dapatkan kata mufakat dari semua peserta dan lakukan pembagian tugas secara merata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik-teknik Memecahkan Persoalan&lt;br /&gt;Ada sejumlah teknik yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah, baik dalam kelompok maupun masalah sendiri. Teknik-teknik tersebut merupakan perangsang ide, bukanlah jawaban atas persoalan yang sedang dihadapi. Bila perlu adakanlah perbaikan atau penyesuaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pahami sasaran yang ingin dicapai&lt;br /&gt;Semakin jelas perumusan sasaran, semakin baik kita dapat merumuskan strategi untuk mencapainya. Sasaran adalah apa yang ingin kita capai, sedangkan strategi adalah apa yang kita usulkan untuk mencapai sasaran tersebut. Banyak orang yang mencampuradukkan kedua konsep ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pahami kebutuhan pendengar&lt;br /&gt;Sewaktu kita memulai proses memunculkan gagasan yang baru dan hebat, kita perlu memiliki pemahaman yang jelas, mengenai pendengar kita, kepada siapa harus kita sampaikan hasil pemikiran kita (kepada pemegang saham atau pers, dan sebagainya), kapan harus disampaikan dan dalam bentuk apa (laporan atau penyampaian pribadi, dan sebagainya).&lt;br /&gt;Untuk dapat melahirkan ide-ide yang hebat, kita harus dapat memahami kebutuhan mereka dan mau serta mampu melayaninya. Kita juga harus pintar membaca situasi, kapan harus menjumpai dan berbicara kepada mereka, serta mengetahui dengan pasti bagaimana cara melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apa yang mereka pikirkan?&lt;br /&gt;Salah satu cara yang baik untuk memahami pendengar kita adalah dengan mencari tahu apa yang menjadi sikap mereka saat ini. Hal ini bisa dilakukan dengan pembicaraan yang bersifat informal, wawancara atau kuesioner.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kita ingin mereka berpikir bagaimana?&lt;br /&gt;Apabila kita dapat merumuskan dalam kata-kata yang tepat apa yang kita inginkan agar dipikirkan oleh para pendengar kita, maka kita berada pada jalur yang benar untuk menghasilkannya. Ingatlah, bahwa apa yang mereka katakan dapat saja berbeda dengan apa yang mereka pikirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Apa yang harus dikerjakan?&lt;br /&gt;Gabungkanlah kedua teknik terdahulu, maka akan sampai pada pertanyaan logis yang menuntun pada jawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang mereka pikirkan?&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;Pikiran mereka yang kita harapkan!&lt;br /&gt;t&lt;br /&gt;Apa yang perlu dikerjakan agar pikiran mereka menjadi seperti yang kita harapkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan perumusan pertanyaan, karena harus bersifat terbuka guna menampung kemungkinan-kemungkinan yang paling luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Perlunya strategi&lt;br /&gt;Banyak orang, begitu mereka mendengar suatu masalah, mulai melontarkan gagasan-gagasan untuk memecahkannya. Tetapi gagasan itu dapat melenceng ke mana-mana. Untuk mengembangkan gagasan secara efisien, kita memerlukan strategi yang terarah kepada persoalan yang telah diidentifikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Ubah penghalang menjadi peluang&lt;br /&gt;Sebelum waktu pertemuan selesai, tentukanlah halangan-halangan terhadap keberhasilan, lihatlah bagaimana halangan yang ada diubah menjadi peluang. Misalnya buatlah dalam bentuk daftar, sanggahan-sanggahan yang diterima dari pelanggan, kemudian rumuskan jawaban yang akan mengatasi sanggahan tersebut. Intinya ialah kita menginginkan agar gagasan-gagasan kita benar-benar kokoh pada saat kita siap untuk melanjutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Rumuskan kembali masalahnya dan buatlah pemecahan&lt;br /&gt;Setelah sekian lama berkutat dengan gagasan, mungkin kita sudah siap untuk melakukan perubahan. Cobalah rumuskan kembali hasilnya. Dalam suatu kelompok, mintalah para pesertanya untuk berpikir sejenak dan rumuskan kembali persoalan yang telah disepakati. Setelah itu periksalah apakah saran-saran yang ada telah menjadi bagian atau sebagai modifikasi terhadap apa yang sedang dikerjakan.&lt;br /&gt;Dari situ tariklah kesimpulan, bagaimana tindak lanjut yang harus diambil, guna menyelesaikan persoalan untuk mencapai tujuan bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknik-teknik Mengatur Gagasan&lt;br /&gt;Dalam menyelesaikan persoalan, banyak sekali gagasan yang muncul. Maka untuk itu kita harus melakukan penilaian. Ada beberapa teknik untuk mengukur dan menilai gagasan-gagasan yang telah terkumpul serta memisahkan gagasan yang hebat dari yang tidak begitu hebat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk proses penilaian, harus disediakan waktu khusus, jangan menilai pada saat sedang mengumpulkan ide.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Kelompokkan gagasan dan urutkan&lt;br /&gt;Gagasan/ide yang berhasil dikumpulkan, dikelompokkan ke dalam beberapa kategori sesuai dengan permasalahan yang dihadapi. Setelah itu urutkanlah untuk memudahkan penilaian, kemudian kumpulkan suara dari para peserta diskusi. Dari penilaian ini akan kelihatan, mana ide yang harus mendapatkan perhatian lebih lanjut, mana yang layak untuk dipertimbangkan, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Lihat pro dan kontra&lt;br /&gt;Apabila kita mengalami kesulitan dalam memutuskan gagasan mana yang harus dilaksanakan, teknik yang baik untuk memudahkannya adalah dengan mendaftar pro dan kontra yang mungkin timbul dari gagasan tersebut. Ini dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum melanjutkan tahap berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Buat analisis SWOT&lt;br /&gt;Analisis SWOT tidak hanya dapat digunakan untuk menyaring permasalahan, tetapi juga berguna untuk menilai pemecahan yang akan diambil. Sebelum kita mengakhiri semuanya, lakukanlah analisis SWOT lebih lanjut terhadap pemecahan yang dianjurkan dan lakukan perbaikan yang disarankan. Mungkin saja bisa memberikan gagasan-gagasan baru dan segar mengenai bagaimana cara menjelaskan tindakan yang kita ambil pada orang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Mengapa sampai gagal?&lt;br /&gt;Jika nasib jelek sedang menimpa diri kita dan kemungkinan yang terburuk adalah kegagalan, pasti banyak pertanyaan yang muncul. Mengapa pemecahan yang kita anggap cemerlang bisa gagal? Apa penyebabnya? Apa akibatnya? Walaupun menyakitkan, tetapi kita harus tetap mempelajari sambil melakukan perbaikan. Lebih baik menemukannya sekarang daripada setelah kita menginvestasikan modal yang lebih besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Rumuskan dan urutkan manfaat-manfaat pokoknya&lt;br /&gt;Yang perlu diingat, orang tidak membeli suatu barang, tetapi mereka membeli manfaatnya. Maka, alasan yang paling kuat pendapat kita bisa diterima adalah karena manfaat pokok yang dapat dihasilkan dari gagasan tersebut. Pahamilah dengan baik saran yang kita berikan dan temukanlah manfaat-manfaatnya. Dari sejumlah gagasan yang terpilih, uraikanlah manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dan urutkanlah menurut kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Lakukan pemeriksaan kenyataan&lt;br /&gt;Kita bisa saja menjaga kerahasiaan gagasan kita sepanjang waktu sampai dengan saat kita mengungkapkannya. Tetapi apakah pemecahan itu akan berhasil ketika diterapkan di dunia nyata? Tentunya pengujian kenyataan layak dilakukan. Pengujian ini mencakup berbicara dengan orang-orang yang tidak berpihak, yang tidak memiliki kepentingan apa pun atas hasilnya, atau para langganan. Tentunya juga hal ini harus dilakukan dengan hati-hati untuk menjaga kerahasiaan gagasan kita. Jangan hanya mengandalkan pendapat sendiri, karena kita tidak akan bisa bersifat objektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4 Jangan berhenti apabila sudah selesai&lt;br /&gt;Hanya karena kita telah memperoleh pemecahan, mendapatkan persetujuan untuk berjalan terus, memperoleh dana, mewujudkannya dan membuahkan hasil, tidaklah berarti bahwa kita harus berhenti sampai di situ. Tantangan untuk selalu meningkatkan dan memperbaiki harus dijadikan pendorong untuk maju terus. Masalahnya sangat sederhana. Para pemakai memiliki harapan, penemu membuat pemecahan yang menakjubkan, terkadang bisa melebihi harapan pemakai, sehingga mereka bisa menjadi sangat kagum, namun harus diingat sifatnya hanya sementara. Pemakai tidak pernah puas. Demikian juga kita. Teruskanlah untuk menghasilkan ide-ide besar. Jika tidak begitu, maka orang lain yang akan mengambil alih. Jagalah agar selalu selangkah lebih maju dibandingkan para pesaing kita.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2047796727516584267?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2047796727516584267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/cara-menumbuhkan-gagasan-gagasan-besar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2047796727516584267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2047796727516584267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/cara-menumbuhkan-gagasan-gagasan-besar.html' title='Cara Menumbuhkan Gagasan-gagasan Besar'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6621822438591945783</id><published>2008-10-10T14:03:00.001+07:00</published><updated>2008-10-16T08:39:07.670+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Duh, Jaga Hijab Dong...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hudzaifah.org - “Dia ikhwan ya? Tapi kok kalau bicara sama akhwat dekat sekali???,” tanya seorang akhwat kepada temannya karena ia sering melihat seorang aktivis rohis yang bila berbicara dengan lawan jenis, sangat dekat posisi tubuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Mbak, akhwat yang itu sudah menikah? Kok akrab sekali sama ikhwan itu?,” tanya sang mad’u kepada murabbinya karena ia sering melihat dua aktivis rohis itu kemana-mana selalu bersama sehingga terlihat seperti pasangan yang sudah menikah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Duh… ngeri, lihat itu… ikhwan-akhwat berbicaranya sangat dekat……,” ujar seorang akhwat kepada juniornya, dengan wajah resah, ketika melihat ikhwan-akhwat di depan masjid yang tak jauh beda seperti orang berpacaran. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Si fulan itu ikhwan bukan yah? Kok kelakuannya begitu sama akhwat?,” tanya seorang akhwat penuh keheranan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kejadian yang sering dipertanyakan. Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat masih saja terjadi dan hal itu bisa disebabkan karena:&lt;br /&gt;1. Belum mengetahui batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat.&lt;br /&gt;2. Sudah mengetahui, namun belum memahami.&lt;br /&gt;3. Sudah mengetahui namun tidak mau mengamalkan.&lt;br /&gt;4. Sudah mengetahui dan memahami, namun tergelincir karena lalai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bisa jadi kejadian itu disebabkan karena kita masih sibuk menghiasi penampilan luar kita dengan jilbab lebar warna warni atau dengan berjanggut dan celana mengatung, namun kita lupa menghiasi akhlak. Kita sibuk berhiaskan simbol-simbol Islam namun lupa substansi Islam. Kita berkutat menghafal materi Islam namun tidak fokus pada tataran pemahaman dan amal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya panggilan ‘ikhwan’ dan ‘akhwat’ adalah panggilan persaudaraan. ‘Ikhwan’ artinya adalah saudara laki-laki, dan ‘akhwat’ adalah saudara perempuan. Namun di ruang lingkup aktivis rohis, ada dikhotomi bahwa gelar itu ditujukan untuk orang-orang yang berjuang menegakkan agama-Nya, yang islamnya shahih, syamil, lurus fikrahnya dan akhlaknya baik. Atau bisa dikonotasikan dengan jamaah. Maka tidak heran bila terkadang dipertanyakan ke-‘ikhwanan’-nya atau ke-‘akhwatan’-nya bila belum bisa menjaga batas-batas pergaulan (hijab) ikhwan-akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivis sekuler tak lagi segan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ustadz bercerita bahwa ada aktivis sekuler yang berkata kepadanya, ”Ustadz, dulu saya salut pada orang-orang rohis karena bisa menjaga pergaulan ikhwan-akhwat, namun kini mereka sama saja dengan kami. Kami jadi tak segan lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ungkapan aktivis sekuler di atas dapat menohok kita selaku jundi-jundi yang ingin memperjuangkan agama-Nya. Menjaga pergaulan dengan lawan jenis memang bukanlah hal yang mudah karena fitrah laki-laki adalah mencintai wanita dan demikian pula sebaliknya. Hanya dengan keimanan yang kokoh dan mujahadah sajalah yang membuat seseorang dapat istiqomah menjaga batas-batas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran batas-batas pergaulan ikhwan-akhwat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini adalah pelanggaran-pelanggaran yang masih sering terjadi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pulang Berdua&lt;br /&gt;Usai rapat acara rohis, karena pulang ke arah yang sama maka akhwat pulang bersama di mobil ikhwan. Berdua saja. Dan musik yang diputar masih lagu dari Peterpan pula ataupun lagu-lagu cinta lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Rapat Berhadap-Hadapan&lt;br /&gt;Rapat dengan posisi berhadap-hadapan seperti ini sangatlah ‘cair’ dan rentan akan timbulnya ikhtilath. Alangkah baiknya - bila belum mampu menggunakan hijab - dibuat jarak yang cukup antara ikhwan dan akhwat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak Menundukkan Pandangan (Gadhul Bashar)&lt;br /&gt;Bukankah ada pepatah yang mengatakan, “Dari mana datangnya cinta? Dari mata turun ke hati”. Maka jangan kita ikuti seruan yang mengatakan, ”Ah, tidak perlu gadhul bashar, yang penting kan jaga hati!” Namun, tentu aplikasinya tidak harus dengan cara selalu menunduk ke tanah sampai-sampai menabrak dinding. Mungkin dapat disiasati dengan melihat ujung-ujung jilbab atau mata semu/samping.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Duduk/ Jalan Berduaan&lt;br /&gt;Duduk berdua di taman kampus untuk berdiskusi Islam (mungkin). Namun apapun alasannya, bukankah masyarakat kampus tidak ambil pusing dengan apa yang sedang didiskusikan karena yang terlihat di mata mereka adalah aktivis berduaan, titik. Maka menutup pintu fitnah ini adalah langkah terbaik kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. “Men-tek” Untuk Menikah&lt;br /&gt;“Bagaimana, ukh? Tapi nikahnya tiga tahun lagi. Habis, ana takut antum diambil orang.” Sang ikhwan belum lulus kuliah sehingga ‘men-tek’ seorang akhwat untuk menikah karena takut kehilangan, padahal tak jelas juga kapan akan menikahnya. Hal ini sangatlah riskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Telfon Tidak Urgen&lt;br /&gt;Menelfon dan mengobrol tak tentu arah, yang tak ada nilai urgensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. SMS Tidak Urgen&lt;br /&gt;Saling berdialog via SMS mengenai hal-hal yang tak ada kaitannya dengan da’wah, sampai-sampai pulsa habis sebelum waktunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Berbicara Mendayu-Dayu&lt;br /&gt;“Deuu si akhiii, antum bisa aja deh…..” ucap sang akhwat kepada seorang ikhwan sambil tertawa kecil dan terdengar sedikit manja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Bahasa Yang Akrab&lt;br /&gt;Via SMS, via kertas, via fax, via email ataupun via YM. Message yang disampaikan begitu akrabnya, “Oke deh Pak fulan, nyang penting rapatnya lancar khaaan. Kalau begitchu.., ngga usah ditunda lagi yah, otre deh :).“ Meskipun sudah sering beraktivitas bersama, namun ikhwan-akhwat tetaplah bukan sepasang suami isteri yang bisa mengakrabkan diri dengan bebasnya. Walau ini hanya bahasa tulisan, namun dapat membekas di hati si penerima ataupun si pengirim sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Curhat&lt;br /&gt;“Duh, bagaimana ya…., ane bingung nih, banyak masalah begini … dan begitu, akh….” Curhat berduaan akan menimbulkan kedekatan, lalu ikatan hati, kemudian dapat menimbulkan permainan hati yang bisa menganggu tribulasi da’wah. Apatah lagi bila yang dicurhatkan tidak ada sangkut pautnya dengan da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Yahoo Messenger/Chatting Yang Tidak Urgen&lt;br /&gt;YM termasuk fasilitas. Tidaklah berdosa bila ingin menyampaikan hal-hal penting di sini. Namun menjadi bermasalah bila topik pembicaraan melebar kemana-mana dan tidak fokus pada da’wah karena khalwat virtual bisa saja terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Bercanda ikhwan-akhwat&lt;br /&gt;“Biasa aza lagi, ukhtiii… hehehehe,” ujar seorang ikhwan sambil tertawa. Bahkan mungkin karena terlalu banyak syetan di sekeliling, sang akhwat hampir saja mencubit lengan sang ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil untuk nomor 1-5:&lt;br /&gt;a. Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka jangan sekali-kali dia bersendirian dengan seorang perempuan yang tidak bersama mahramnya, karena yang ketiganya ialah syaitan.” (HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaknya mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya……” (QS.24: 30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Allah SWT berfirman, “Katakanlah kepada wanita yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya……” (QS.24: 31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d. Rasulullah SAW bersabda, “Pandangan mata adalah salah satu dari panah-panah iblis, barangsiapa menundukkannya karena Allah, maka akan dirasakan manisnya iman dalam hatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e. Rasulullah saw. Bersabda, "Wahai Ali, janganlah engkau ikuti pandangan yang satu dengan pandangan yang lain. Engkau hanya boleh melakukan pandangan yang pertama, sedang pandangan yang kedua adalah resiko bagimu." (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil untuk nomor 6-12:&lt;br /&gt;"... Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit di dalam hatinya..." (Al Ahzab: 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, pergaulan laki-laki dan perempuan sangatlah dijaga. Kewajiban berjillbab, menundukkan pandangan, tidak khalwat (berduaan), tidak ikhtilath (bercampur baur), tidak tunduk dalam berbicara (mendayu-dayu) dan dorongan Islam untuk segera menikah, itu semua adalah penjagaan tatanan kehidupan sosial muslim agar terjaga kehormatan dan kemuliaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehormatan seorang muslim sangatlah dipelihara di dalam Islam, sampai-sampai untuk mendekati zinanya saja sudah dilarang. “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al Isra:32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelanggaran di atas dapat dikategorikan kepada hal-hal yang mendekati zina karena jika dibiarkan, bukan tidak mungkin akan mengarah pada zina yang sesungguhnya, na’udzubillah. Maka, bersama-sama kita saling menjaga pergaulan ikhwan-akhwat. Wahai akhwat…., jagalah para ikhwan. Dan wahai ikhwan…., jagalah para akhwat. Jagalah agar tidak terjerumus ke dalam kategori mendekati zina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Rabbi…, istiqomahkanlah kami di jalan-Mu. Jangan sampai kami tergelincir ataupun terkena debu-debu yang dapat mengotori perjuangan kami di jalan-Mu, yang jika saja Engkau tak tampakkan kesalahan-kesalahan itu pada kami sekarang, niscaya kami tak menyadari kesalahan itu selamanya. Ampunilah kami ya Allah…… Tolonglah kami membersihkannya hingga dapat bercahaya kembali cermin hati kami. Kabulkanlah ya Allah… “&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By: Ayat Al Akrash&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6621822438591945783?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6621822438591945783/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/duh-jaga-hijab-dong.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6621822438591945783'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6621822438591945783'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/duh-jaga-hijab-dong.html' title='Duh, Jaga Hijab Dong...'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-4239444522825032230</id><published>2008-10-10T13:57:00.005+07:00</published><updated>2008-10-16T08:42:18.830+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Komsat AKA'/><title type='text'>Daftar Anggota Baru KAMMI Komisariat AKA (DM1 BSI)</title><content type='html'>Angkatan Asyabab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Hadi Ramdhani (Ketua Angkatan)     1A&lt;br /&gt;2 Shidiq Ahmad R                      1A&lt;br /&gt;3 Nanang Supriatna             1A&lt;br /&gt;4 Sandhy Hadi P                     1D&lt;br /&gt;5 Rizka Zaenuri                       1D&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;6 Karisna SP                      1A&lt;br /&gt;7 Sartika Dewi                     1A&lt;br /&gt;8 Dwi Mardiana                     1A&lt;br /&gt;9 Nurkamila                     1B&lt;br /&gt;10 Widya Parama Putri             1C&lt;br /&gt;11 Dessy Fauziah                     1D&lt;br /&gt;12 Nurhayati                     1D&lt;br /&gt;13 Nurul Pratiwi                     2D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-4239444522825032230?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/4239444522825032230/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/daftar-anggota-baru-kammi-komisariat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4239444522825032230'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4239444522825032230'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/daftar-anggota-baru-kammi-komisariat.html' title='Daftar Anggota Baru KAMMI Komisariat AKA (DM1 BSI)'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2115449488752570019</id><published>2008-10-10T13:34:00.002+07:00</published><updated>2008-10-16T08:44:11.739+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Apa Kita Masih Pantas Disebut Mahasiswa</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa, yang juga sering disebut kaum intelektual, kaum intelegensia, kaum berpendidikan, dan masih banyak lagi gelar-gelar sosial yang melekat pada tubuhnya. Embel-embel kata ”maha” membuahkan suatu value dimata manusia lainnya, beranjak dari siswa menjadi mahasiswa dan masa ini pulalah tonggak perubahan dalam hidup seseorang (yang bisa mengenyam bangku kuliah). Sifat-sifatnya yang kritis, dinamis, dan bersemangat bisa mengubah bangsa dan negara bahkan dunia sekalipun. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Mata rantai sejarah telah sering melihatnya dan kita pun sudah sering mendengarnya, jadi tidak usah dipaparkan kembali hal-hal itu. Tapi saya rasa itu sudah usang, hanya sejarah belaka yang hanya bisa membuat kita terlarut dalam romantikanya. Saatnya kita membuka mata dan lihat keadaan saat ini, tidak perlu membuka mata selebar-lebarnya karena yang harus kita lihat sekarang adalah kondisi satu langkah di depan kita. Kampus kita yang tercinta, Akademi Kimia Analisis, negara mahasiswa kita, IMAKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Peka akan keadaan sejatinya adalah sifat seorang mahasiswa, coba kita pikirkan apa yang saat ini terjadi di kampus kita. Sekali lagi saya tegaskan tidak perlu jauh-jauh kita memandang, benar kata peribahasa gajah di pelupuk mata tak tampak, kuman di seberang lautan tampak. Adakah yang berubah di kampus kita ini, saya berani katakan ada, pancaran jiwa mahasiswa tak terlihat di kampus ini, semakin meredup dari hari ke hari. Lihat saja Organisasi Kemahasiswaan yang ada di kampus, terasa ”mati”. Kegiatan-kegiatannya (sesuai informasi yang saya dapat dari DPM) sebagian besar tak ada yang berubah dari tahun-tahun sebelumnya, itu lagi itu lagi. Akibatnya minat mahasiswa dalam mengikuti suatu kegiatan yang di selenggarakan suatu organisasi semakin menurun, yang terlihat hanya panitia saja. Pencerdasan-pencerdasan kehidupan (sosial, politik, budaya, dll) yang seharusnya di dapat mahasiswa juga belum ada. Penyalur aspirasi  mahasiswa tidak menjamah seluruh mahasiswa, bagaimana mereka tau apa yang di inginkan mahasiswa sebagai masyarakat IMAKA. Penyampai informasi kampus juga tidak optimal dalam memberikan info aktual kampus sehingga mahasiswa pun jarang tau kejadian penting di kampus. Budaya-budaya Indonesia yang beraneka ragam belum pernah terlihat di kampus, seperti musiknya atau tariannya. Tidak ada kreatifitas dan inovasi di sini, akan semakin banyak saja mahasiswa yang cuek dan SO. Saya masih ingat ketika pertama kali merasakan pengajaran dosen, banyak kakak tingkat yang menyarankan supaya ikut organisasi karena organisasi itu banyak manfaatnya. Tapi itu tidak sepenuhnya betul untuk saat ini karena menurut hemat saya (setelah apa yang telah dipaparkan di atas) manfaatnya parsial untuk diri sendiri. Bagaimana mahasiswa lain yang tidak terdaftar dalam organisasi tersebut. Harusnya kita ingat tidak semua mahasiswa berpikiran sama, kita pun harus menghargai rekan-rekan kita yang SO. Saya pernah bertanya-tanya kepada diri sendiri, sebenarnya mereka (petinggi kampus) tidak mengerti atau tidak tau bagaimana cara mengelola IMAKA, memenuhi kebutuhan mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Sekarang kita sudah melihat bagaimana kondisi internal kemahasiswaan kita, tidak perlu kita melangkah lebih untuk melihat keadaan pihak akademik, misal dalam hal SPP ataupun melangkah jauh untuk melihat keadaan negara kita. Coba tanyakan pada diri kita sendiri, apakah kondisi yang saya paparkan di atas sudah lengkap, saya rasa itu hanya gambaran umum saja. Kita bisa menkaji lebih dalam tentang kondisi kemahasiswaan kampus kita bersama-sama. Tetapi ada satu hal lagi yang belum saya sampaikan. Saya sangat yakin sekali bahwa banyak mahasiswa AKA yang sudah memikirkan kondisi kampus, bahkan mengkajinya, tidak hanya dari kalangan aktifis kampus tapi dari kalangan non organisasi pun saya yakin banyak keluhan-keluhan di hati mereka. Tapi belum ada mahasiswa yang memperlihatkan hasil dari pembacaannya terhadap kampus, diam seribu bahasa. Itulah problematika yang paling terkikis saat ini, kritisisme. Sudah hilang mahasiswa-mahasiswa kritis di AKA, padahal kritikan-kritikan pedas itu sangat di perlukan sehingga akan mengakibatkan perbaikan nantinya. Bila di hitung-hitung, sudah berapa sifat (sebagai mahasiswa) yang hilang dari mahasiswa AKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pertanyaan terakhir, apa kita (mahasiswa AKA) masih pantas disebut mahasiswa. Pertimbangannya secara garis besar, pertama, kita tidak mempunyai kepekaan terhadap kondisi real yang terjadi dalam tubuh kita sendiri. Dan kedua, kita tidak kritis terhadap penyelenggara-penyelenggara IMAKA yang tidak bisa memenuhi kebutuhan kita. Masih ada ketiga, keempat dan seterusnya. Sekarang kita bandingkan dengan mahasiswa tempo dulu yang berhasil menggulingkan rezim orde baru. Pada tahun 70-an mahasiswa sudah banyak yang mengendus otoritarianisme pemerintah, mereka menggalang kekuatan dan membentuk Dewan Mahasiswa se-Indonesia sampai akhirnya DEMA di bubarkan dan tidak dilegalkan rezim Soeharto. Lalu Soeharto memberlakukan NKK/BKK yang tujuannya mendepolitisasi kampus. Sehingga sang rezim semakin leluasa dalam bertindak terhadap rakyatnya. Namun di awal 90-an mahasiswa sudah berani menunjukkan sifat kritisnya terhadap kebijakan Soeharto lewat aksi-aksinya yang dilakukan di dalam kampus, sampai akhirnya mereka berhasil menumbangkan rezim tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Memang sangat jauh jika kita harus membandingkan dengan perjalanan heroik mahasiswa tempo dulu, tapi kita ambil intinya saja, peka dan kritis. Walaupun disamping itu masih ada hal-hal lain yang mendukung seperti kreatif, inovatif, dinamis, dll. Tidak perlu berlama-lama untuk menjawab pertanyaan di atas, jawabannya, mahasiswa AKA adalah MAHASISWA. Tapi jawaban ini hanya bagi rekan-rekan yang telah sadar dan mau merubah keadaan. Tidak cuek saja setelah mengetahui keadaan kampus ataupun semakin malas karena permasalahannya yang kronis. Telah saya katakan kritisime sangat di butuhkan supaya terjadi perbaikan hari esok, tapi kritisisme itu akan timbul ketika kita sudah peka melihat keadaan. Buka mata dan renungkan, baca, pahami lalu bergerak bersama-sama, buat konsep lalu transformasikan karena itu adalah sejatinya MAHASISWA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekan-rekan mahasiswa AKA&lt;br /&gt;Orientasi kita memang untuk bekerja&lt;br /&gt;IPK untuk cari kerja&lt;br /&gt;Pengalaman organisasi juga untuk kerja&lt;br /&gt;Tapi jangan kalian melupakan satu hal&lt;br /&gt;Saat ini kita adalah Mahasiswa&lt;br /&gt;Demi almamater, bangsa, dan negara&lt;br /&gt;Hidup Mahasiswa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 5 Oktober 2008&lt;br /&gt;Eko Wardaya&lt;br /&gt;Ketua KAMMI Komisariat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2115449488752570019?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2115449488752570019/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/apa-kita-masih-pantas-disebut-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2115449488752570019'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2115449488752570019'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/apa-kita-masih-pantas-disebut-mahasiswa.html' title='Apa Kita Masih Pantas Disebut Mahasiswa'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-1176669522406841652</id><published>2008-10-07T21:03:00.003+07:00</published><updated>2008-10-10T13:45:42.827+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Akidah dan Akhlak</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;بسالله الرحمن الرحيمم&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akidah&lt;br /&gt;Akidah kader KAMMI adalah akidah Tauhid, sebagaimana akidah para Nabi dan Rasul sejak Nabi Adam sampai Nabi Muhammad SAW, salafus Shalih, ulama Islam yang mengikuti mereka dengan baik, dan seluruh masyarakat Muslim yang mengikuti mereka di belahan bumi Barat dan Timur.&lt;br /&gt;Kader KAMMI perlu mengetahui akidah yang benar, agar akidahnya bersih dari khurafat dan keyakinan sesat. Hendaklah ia berusaha agar akidah yang benar ini bersemayam dalam qalbu, sehingga bila beramal sesuai dengan tuntutan dan konsekuensinya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt; Hendaklah ia menghindari bid’ah yang menyimpang dari akidah Salafus Shalih serta berlindung kepada Allah, jangan sampai perbuatannya bertentangan dengan perkataannya. Kader KAMMI yang mengikuti akidah Salafus Shalih, akan meyakini hal-hal Iman adalah ucapan dengan lidah , perbuatan dengan anggota badan, dan pembenaran dengan hati.&lt;br /&gt;Iman seseorang dapat meningkat karena ketaatan dan berkurang karena kemaksiatan. Karena itu, iman orang mukmin berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam masalah iman dan perbuatannya&lt;br /&gt;1. bertingkat-tingkat.&lt;br /&gt;2. Perbuatan maksiat mengurangi iman, tapi tidak mencabut akarnya. Adapun kufur akbar (kekafiran besar) mengurangi sekaligus menghilangkan Islam.&lt;br /&gt;3. Kekafiran ada dua macam: kufur akbar (kekafiran besar) dan kufur ashghar (kekafiran kecil). Kufur akbar bila dilakukan oleh seseorang menyebabkan keluar dari agama. Adapun kufur ashghar adalah perbuatan maksiat yang disifati lebih dari sekedar maksiat sehingga dikatakan sebagai kufur agar manusia menghindarinya. Kemusyrikan, kemunafikan, kedzaliman, dan kefasikan juga dibagi menjadi dua mcam: akbar (besar) dan ashghar (kecil).&lt;br /&gt;4. Seorang Muslim tidak dikafirkan karena perbuatan maksiat, meskipun banyak dan belum bertaubat darinya, selama dia tidak menghalalkan perbuatan maksiat tersebut dengan hatinya. Jika ia menghalalkan perbuatan maksiat dengan hatinya, maka ia kafir.&lt;br /&gt;5. Orang fasik yang meyakini keharaman perbuatan dosa, tidak dikafirkan lantaran kemaksiatannya. Sekalipun ia mati dalam keadaan maksiat tanpa bertaubat. Urusannya terserah pada kehendak Allah Ta’ala, bisa jadi Allah memaafkan dan memasukkannya ke surga, atau menyiksanya ke neraka, tergantung kepada kehendak-Nya.&lt;br /&gt;6. Jika kata Iman dan Islam disebutkan secara beriringan maka Iman berarti: Keyakinan di hati, sedangkan Islam berarti: perbuatan lahir. Adapun bila salah satunya disebut secara terpisah dari yang lain, maka yang dimaksud adalah agama Islam ini seutuhnya.&lt;br /&gt;7. Kader KAMMI tidak boleh menghukumi orang yang melakukan perbuatan kufur sebagai kafir, kecuali setelah disampaikan hujah yang nyata kepadanya. Hujah yang disampaikan harus jelas dan disampaikan oleh orang yang ahli sehingga bisa menghilangkan semua kesamaran (syubhat). Dengan begitu akan bisa diketahui bahwa orang itu melakukan perbuatannya berdasarkan pemahaman, bukan kebidohan atau kesalahan penafsiran; dengan sengaja, bukan karnginansendiri, bukan karena terpaksa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Allah SWT, Uluhiyah, Rububiyah, serta Asm’a dan Sifat-Nya&lt;br /&gt;1. Kader KAMMI beriman bahwa Allah ta’ala adalah Pencipta dan Pemberi Rezeki, Yang Menghidupkan dan Mematikan, Yang Membangkitkan, serta Yang Menimpakan Bencana dan Yang Memberi Manfaat. Kader KAMMI tidak ridha dengan selain Allah sebagai Rabb.&lt;br /&gt;2. Allah Maha Tinggi dan Maha Agung, maka Dia tidak memiliki istri, anak, sekutu dan tandingan.&lt;br /&gt;3. Allah adalah Ilah yang diibadahi secara haq. Dia-lah yang berhak menerima ibadah dari para hamba-Nya. Ketakutan dan harapan, dzikir dan doa, kecintaan dan kerendahan, permohonan pertolongan dan permohonan keselamatan, ketundukan, inabah, penyembelihan, nadzar, dan berbagai bentuk ibadah lain hanya boleh ditujukan kepada Allah.&lt;br /&gt;4. Kader KAMMI tidak meminta berkah kepada kayu, batu, dan kuburan serta tidak bertawassul kecuali dengan asma Allah, sifat-Nya, amal shalih yang diajarkan-Nya, atau dengan doa orang shalih yang masih hidup. KaderKAMMI tidak bertawaf di kuburan, tidak berkurban untuk wali, dan tidak bernadzar untuk makhluk. Barang siapa melakukan salah satu perbuatan itu, berarti telah melakukan kemusyrikan.&lt;br /&gt;5. Kader KAMMI tidak ridha dengan syariat selain dengan yang diturunkan oleh Allah, sebagaiman ia tidak ridha dengan selain Allah sebagai Rabb. Karena Allah adalah pemilik, maka Dia berwenang menetapkan hokum, melarang, memerintah, serta mengadili dan menetapkan syariat. Allah adalah Maha Pandai dan Maha Mengetahui. Siapapu seain Allah yang mengganti syariat-Nya dengan syariat lain, berarti ia menjadikan diri sebagi tandingan-Nya.&lt;br /&gt;6. Kader KAMMI meyakini asmaul husna  dan sifat-sifat Allah sebagaimana yang telah Dia sifatkan bagi diri-Nya sendiri dan yang telah disifatkan oleh Nabi-Nya, tanpa tamtsil (menyerupakan), ta’thil (meniadakan), ta’wil (menafsirkan), atau takyif (menentukan kaifiyah). Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah dalam dzat, nama-nama, sifat-sifat, maupun perbuatan-perbuatannya.&lt;br /&gt;7. Kader KAMMI meyakini sifat-sifat Allah SWT sebagaiman yang Dia nyatakan bagi diri-Nya sendiri dan yang dinyatakan oleh Nabi-Nya, seperti: Ilmu, Mendengar, Melihat, Wajah, Tangan, dan sifat-sifat lain, tanpa menyerupakannya dengan sifat-sifat makhluk.&lt;br /&gt;8. Kader KAMMI meyakini Allah ta’ala bersemayam di atas ‘Arsy dengan tata cara yang berbeda dari bersemayamnya makhluk. Makna bersemayam itu telah diketahui, bagaimana caranya tidak diketahui, mengimaninya wajib, dan menanyakan tata caranya adalah bid’ah.&lt;br /&gt;9. Allah ta’ala berbuat apa saja, kapan saja, dan bagaimana saja yang Dia kehendaki. Dia mengagumi, tertawa, mencintai, membenci, ridha dan murka, sebagaimana yang diberitakan oleh Al Qur’an dan dikuatkan oleh hadits-hadits Nabi SAW. Semua perbuatan-Nya tidak seperti perbuatan makhluk dan tidak ada seorang makhluk pun mengetahui bagaiman hakekat perbuatn-Nya.&lt;br /&gt;10. Al Qu’an adalah firman Allah, bukan makhluk, dan tidak menyerupai peekataan manusia. Allah SWT berfirman dengannya, dengan cara yang kita tidak ketahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Malaikat, Rasul, dan Kitab&lt;br /&gt;1. Kader KAMMI beriman kepada Malaikat dan Nabi.&lt;br /&gt;2. Kader KAMMI beriman kepada kitab-kitab yang diturunkan kepada para Rasul dan tidak membedakan seorang pun dari mereka.&lt;br /&gt;3. Kader KAMMI beriman bahwa Muhammad SAW adalah hamba, Rasul, dan kekasih Allah. Beliau adalah sebaik-baik makhluk, penghulu manusia, penutup para Rasul, dan Imam orang-orang bertakwa.&lt;br /&gt;4. Beliau SAW telah di isra’kan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa, dan dimi’rajkan dengan jasad beliau yang mulia ke langit, kemudian ke tempat tinggi yang dikehendaki Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Hari Akhir&lt;br /&gt;1. Kader KAMMI tidak meragukan munculnya Al Mahdi di akhir zaman, yang dinanti kedatangannya, dari umat Muhammad SAW.&lt;br /&gt;2. Kader KAMMI beriman kepada tanda-tanda hari kiamt, seperti: munculnya Dajjal, turunnya Isa bin Maryam a.s. dari langit, terbitnya matahari dari tempat terbenamnya, keluarnya binatang melata di bumi dari tempat persembunyiannya, dan lain-lain yang diberitakan oleh Al Qur’an dan dikuatkan oleh hadits-hadits Nabi.&lt;br /&gt;3. Kader KAMMI beriman kepada pertanyaan dua malaikat Munkar dan Nakir terhadap hamba Allah di dalam kubur tentang tuhannya, agamanya, dan tentang Nabi Muhammad SAW.&lt;br /&gt;4. Kader KAMMI beriman kepada siksa kubur –kita berlindung kepada Allah darinya- yang ditimpakan kepada siapa yang berhak menerimanya. Karena kubur adalah sebagian dari taman-taman surga atau lubang-lubang neraka. Setiap hamba mendapatkannya sesuai dengan kadar amalnya.&lt;br /&gt;5. Kader KAMMI beriman kepada kebangkitan seluruh hamba dari kubur pada hari kiamat untuk menghadap Allah Yang MAha Rahman. Kader KAMMI juga beriman kepada perhitungan amal, pembacaan kitab catatan amal, penimbangan amal, shirath (titian), pahala, dan siksa.&lt;br /&gt;6. Syafa’at bagi Nabi Muhammad SAW bagi umat beliau pada hari kiamat adalah benar.&lt;br /&gt;7. Telaga sebagai kemuliaan yang diberikan Allah kepada Nabi Muhammad SAW adalah benar.&lt;br /&gt;8. Surga adalah benar, neraka adalah benar dan keduanya makhluk yang tidak fana dan tidak binasa, Penghuni surga akan melihat Tuhan mereka, tetapi tidak mengetahui-Nya sepenuh-Nya dan kaifiah-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Takdir&lt;br /&gt;1. Kader KAMMI beriman kepada takdir yang baik dan yang buruk.&lt;br /&gt;2. Baik dan buruk terjadi dengan qadha dan qadar Allah. Segala sesuatu di ala mini berjalan sesuai dengang kehendak-Nya akan tetapi, Allah SWT tidak memerintah hamba-Nya kafir dan durhaka, serta tidak meridhainya.&lt;br /&gt;3. Jika Allah telah mentakdirkan kekafiran dan kedurhakaan atas pelakunya, maka hal itu dikarenakan adanya hikmah yang Dia ketahu dan sebagi keadilan, disebabkan oleh kedzaliman hamba tersebut kepada dirinya sendiri dan sebagi balasan dosanya.&lt;br /&gt;4. Semua terjadi sesuai dengan kehendak Allah. Apa yang dikehendaki Allah jadilah. Dan apa yang tidak dikehendaki, tidak terjadi. Allah SWT tidak mendzalimi seorang pun dari makhluk-Nya.&lt;br /&gt;5. Allah adalah pencipta amal perbuatan hamba. Sedangkan para hamba adalah pelaku amal perbuatan mereka secara hakiki, bykan secara majazi (kiasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masalah Para Sahabat&lt;br /&gt;1. Kader KAMMI mencintai para sahabat Nabi r.a.. Mereka adalah sebaik-baik generasi. Kader KAMMI mengenang keutamaan-keutamaan mereka, menghormati dan membela mereka, serta menahan diri dari pembicaraan mengenai perselisihanyang terjadi di antara mereka. Mencintai mereka adalah prinsip agam dan iman, sedangkan membenci mereka adalah kekafiran dan kemunafikan.&lt;br /&gt;2. Kader KAMMI membenarkan jabatan kekhalifahan bagi Abu Bakar, karena meyakini kelebihan beliau atas umat. Kemudian bagi Umar bin Khathab, lalu Usman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib r.a., sebab mereka adalah khulafaur Rasyidin wal Aimmah Al- Mahadiyun (para khalifah yang lurus dan para imam yang mendapat petunjuk), diman Nabi SAW pernah bersabda tentang mereka:&lt;br /&gt;“ Hendaklah kalian mengikuti sunahku dan sunah para khalifah yang lurus lagi mendapat petunjuk sesudahku, dan berpegang teguhlah kepadanya. “ (HR. Tirmidzi dan Ahmad)&lt;br /&gt;3. Kader KAMMI tidak menyebut ulam salaf selain dengan sebutan yang baik. Barang siapa menyebut mereka dengan sebutan yang buruk, maka dia tidak berada pada jalan yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah akidah salaf yang harus diyakini oleh setiap kader KAMMI. Penjelasannya secara rinci bisa ditemukan dalam kitab-kitab akidah yang mu’tabar, seperti Aqidah Wasithiyah tulisan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, Aqidah Thahawiyah, dan sebagainya.&lt;br /&gt;Nilai Akidah ini lebih mahal dari pada jiwa kita. Akidah ini telah bertahan kokoh berabad-abad dan akan tetap tegar menghadapi serangan orang-orang kafir, upaya orang-orang munafik untuk menyebarkankeraguan mengenainya, serta penyimpangan ahli bid’ah yang mengada-adakan dan menambah-nambahkan ajaran agama. Ia akan tetap kekal meskipun banyak pemeluk agama ini melalaikannya.&lt;br /&gt;Inilah akidah yang memberikan kepada kader KAMMI norma yang kuat dan shahih. Dari situ kader KAMMI bertolak dari segala aktivitasnya untuk meraih cita-cita hidupnya.&lt;br /&gt;Inilah akidah yang menetapkan bahwa ketika berselisih maka kader KAMMI harus mengembalikanpersoalan kepada kitab Allah dan Sunah Rasul-Nya.&lt;br /&gt;Akidah ini menjadikan setiap pribadi kader KAMMI sebagai pengawas bagi dirinya sendiri dalam ursan dunianya. Sebab ia mengerti kelak akan dikatakan kepadanya: “kafaa binafsikalyauma ‘alaika hasiibaa”, cukuplah pada hari ini dirimu sebagai penghitung atas amalmu. (Al Isra: 14)&lt;br /&gt;Inilah akidah yang menjadikan kader KAMMI yakin bahwa Allah senantiasa menyertai, mendengar, dan melihatnya, sebagaimana Dia mengetahui apa yang tersembunyi di dalam jiwanya. Allah SWT akan membangkitkannya dari kubur dan memperhitungkan serta membalas amal perbuatannya.&lt;br /&gt;Inilah akidah yang memberikan ketenangan dan kemantapan bagi kader KAMMi dalam menghadapi hari ini, dan keamanan dalam menghadapi hari esok. Wallahu a’lam bish shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shofiyah Azzahra&lt;br /&gt;Staf KDS KAMMI AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-1176669522406841652?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/1176669522406841652/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/akidah-dan-akhlak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/1176669522406841652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/1176669522406841652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/akidah-dan-akhlak.html' title='Akidah dan Akhlak'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-3207143126552032672</id><published>2008-10-07T20:55:00.001+07:00</published><updated>2008-10-08T09:28:07.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Wanita dan Politik</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hadirnya politik dan kekuasaan di kehidupan manusia bersamaan juga dengan eksistensi manusia itu sendiri sebagai khalifah d muka bumi ini. Dua hal tersebut tak lepas dari yang HAQ dan yang BATIL. Semuanya berusaha untuk saling mengungguli satu sama lain. Oleh karena itu politik merupakan unsur penting dalam perseteruan ini.&lt;br /&gt;Islam sebagai agama yang sempurna dan menjadi pedoman telah menentukan dan menetapkan batasan-batasan dan aturan-aturan untuk pemeluknya yang ingin berkecimpung dalam dunia politik. Selain itu islam tidak membebani umatnya dengan sesuatu yang tak mampu dipikul dan memberatkanya. Namun islam telah siap dalam menyikapi segala problematika yang akan terjadi antara laki-laki dan perempuan dengan solusi yang realistis dan sesuai dengan tabiat ataupun kodrat masing individu tersebut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini wanita mempunyai aturan-aturan ataupun hukum tersendiri yang berbeda dengan laki-laki dalam arena politik. Bukan bermaksud  untuk mendiskreditkan hak wanita ataupun merendahkan martabatnya. Melainkan untuk membenarkan ataupun meluruskan syariat yang telah ditentukan untuk kehidupan wanita itu sendiri.&lt;br /&gt;Dalam sebuah penelitian seorang peneliti barat, yang kalau tidak salah namanya Dr Alex K menyatakan bahwa ”wanita dan laki-laki memiliki banyak perbedaan tidak hanya pada postur ataupun anatomi tubuhnya saja melainkan komponen kimia penyusun tubuhnya pun memiliki perbedaan yang telah diatur oleh allah sedemikian rupa”. Dan hal itu mengakibatkan perbedaan, baik dari segi biologis maupun psikis di antara keduanya. Karena itu sangatlah salah ketika menempatkan mereka ataupun memberikan mereka tanggung jawab yang sama dalam hal tertentu.&lt;br /&gt;Dari pendapat ini saja sudah terlihat betapa lemahnya pendapat yang menyatakan wanita memiliki hak yang sama dengan laki-laki dalam hal apapun. Sebuah paham feminisme yang diusung oleh pemuka-pemuka barat yang  secara jelas menjadikan islam bukan sebagai aqidah mereka. Yang lebih disayangkan lagi ketika pemuka islam itu sendiri menyetujui dan mendukung konspirasi-konspirasi yahudi yang pada dasarnya akan menghancurkan islam dari dalam. Padahal secara terang-terangan konspirasi tersebut sudah dapat terlihat bagi mereka yeng peka terhadap problematika umat.&lt;br /&gt;Dalam sebuah ayat di kitab Al-Qur’an, Allah menyatakan bahwa ”laki-laki adalah pemimpin (pelindung) bagi perempuan”(QS Al-Nisa: 43). Dan sebuah potongan hadist sahih menyatakan bahwa ”tidak akan sukses suatu bangsa yang mengangkat perempuan sebagai pemimpin mereka”. Hal ini dikarenakan menjadi pemimpin untuk sebuah bangsa atau negara tidaklah mudah. Karena Pemimpin mempunyai beberapa tugas, diantaranya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. memimpin pasukan ketika peperangan&lt;br /&gt;2. mengadakan perjanjian perdamaian jika hal tersebut diperlukan&lt;br /&gt;3. memberikan khutbah jumat&lt;br /&gt;4. menjadi imam sholat lima waktu&lt;br /&gt;    dan banyak hal lain yang sangat berat jika harus di tanggung wanita. Selain itu dalam hal menikah wanita tidak bisa melakukan sendiri, ia butuh wali untuk menikahkanya. Berbeda halnya dengan laki-laki yang tidak membutuhkan wali dalam pernikahanya. Secara akal sehat, seseorang yang tidak bisa menguasai dirinya sendiri dalam hal menikah yang notabenenya hanya melibatkan segelintir orang, bagaimana mungkin akan memimpin ribuan orang yang berkumpul dalam satu kesatuan yang disebut negara.&lt;br /&gt;    Selain itu dalam hal sholat, seorang wanita tidak dapat menjadi imam selama masih ada laki-laki yang mampu untuk menjadi imam. Jika seorang wanita menjadi imam bagi laki-laki maka sholat itu menjadi tidak sah. Lalu, bukankah pemimpin itu sama halnya dengan imam?&lt;br /&gt;    Banyak hal yang mewajibkan laki-laki untuk lebih bertanggungjawab, memimpin ataupun menjadikan dirinya lebih utama di bandingkan wanita seperti yang telah dijelaskan di atas ditambah lagi menjadi kepala keluarga, ataupun dalam hal pembagian harta warisan, laki-laki  lebih banyak mendapatkan jatah dari wanita dan beberapa hal lainnya.&lt;br /&gt;    Lalu di mana peran wanita??? Ada sebuah pendapat yang menyatakan bahwa ”sebuah negara akan maju jika wanitanya memiliki moral yang baik” disinilah wanita menjadi sangat berperan. Jika wanita-wanita di sebuah negara memiliki moral dan berakhlakul karimah maka yang di hasilkan adalah generasi-generasi pemimpin yang tangguh dan mampu mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab.&lt;br /&gt;Wanita jauh lebih berperan ketika ia berada di belakang layar ketimbang dia harus terjun secara langsung menjadi politikus ataupun pemimpin-pemimpin yang notabenenya diemban oleh laki-laki.&lt;br /&gt;Semua kehidupan kita sudah allah atur sesuai kadar dan kemampuan hambanya dan allah jabarkan secara panjang lebar melalui kitabnya ataupun perantaranya, seorang pemimpin yang patut di contoh dan di jadikan qudwah untuk umat manusia sampai akhir zaman. Tinggal bagaimana manusia itu sendiri, mau mematuhiNYA ataupun mendurhakai segala aturan-aturan yang telah di tetapkanNYA. WALLAHUALAM BISAWAB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;                                                        Bekasi, 27 September 2008&lt;br /&gt;Widya Parama Putri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-3207143126552032672?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/3207143126552032672/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/wanita-dan-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3207143126552032672'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3207143126552032672'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/10/wanita-dan-politik.html' title='Wanita dan Politik'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-9020779662231494592</id><published>2008-09-08T10:19:00.001+07:00</published><updated>2008-09-08T10:25:39.203+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ke-KAMMI-an'/><title type='text'>Mars KAMMI</title><content type='html'>(*) KAMMI sadari jalan ini kan penuh onak dan duri&lt;br /&gt;Aral menghadang dan kedzaliman yang akan KAMMI hadapi&lt;br /&gt;KAMMI relakan jua serahkan dengan tekad di hati&lt;br /&gt;Jasad ini darah ini sepenuh ridho di hati&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;KAMMI adalah panah-panah terbujur&lt;br /&gt;Yang siap dilepaskan dari busur&lt;br /&gt;Tuju sasaran siapapun pemanahnya&lt;br /&gt;KAMMI adalah pedang-pedang terhunus&lt;br /&gt;Yang siap berayun menebas musuh&lt;br /&gt;Tiada peduli siapapun pemegangnya&lt;br /&gt;Asalkan ikhlas di hati tuk hanya ridho Illahi Rabbi&lt;br /&gt;(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI adalah tombak-tombak berjajar&lt;br /&gt;Yang siap dilontarkan dan menghujam&lt;br /&gt;Menembus dada lantakkan keangkuhan&lt;br /&gt;KAMMI adalah butir-butir peluru&lt;br /&gt;Yang siap ditembakkan dan melaju&lt;br /&gt;Dan mengoyak menumbang kedzaliman&lt;br /&gt;Asalkan ikhlas di hati tuk jumpa wajah Illahi Rabbi&lt;br /&gt;(*)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI adalah mata pena yang tajam&lt;br /&gt;Yang siap menuliskan kebenaran&lt;br /&gt;Tanpa ragu ungkapkan keadilan&lt;br /&gt;KAMMI pisau belati yang selalu tajam&lt;br /&gt;Bak kesabaran yang tak pernah padam&lt;br /&gt;Tuk arungi dakwah ini jalan panjang&lt;br /&gt;Asalkan ikhlas di hati menuju jannah Illahi Rabbi&lt;br /&gt;(*)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-9020779662231494592?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/9020779662231494592/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/mars-kammi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/9020779662231494592'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/9020779662231494592'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/mars-kammi.html' title='Mars KAMMI'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-5662079731871280325</id><published>2008-09-08T10:01:00.001+07:00</published><updated>2008-09-08T10:08:35.946+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Sistem Politik IMAKA (Ikatan Mahasiswa AKA) Kontemporer</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berbicara tentang politik kampus, maka yang akan kita lihat adalah miniatur sebuah negara, khususnya Indonesia. Karena memang sistem yang dipakai dalam sebuah kenegaraan sebagian besar kampus juga AKA (Akademi Kimia Analisis) diadopsi dari sistem kenegaraan Republik Indonesia. Dari sistem demokrasi sampai Trias Politicnya Montesque ada di dalam kampus. Jika eksekutif RI dipegang oleh Pemerintah, legislatif oleh DPR, dan yudikatif oleh MA. Di kampus AKA pemerintahnya adalah BEM dan diketuai oleh seorang presiden mahasiswa yang dibantu oleh menteri-menterinya, lalu legislatifnya adalah DPM (Dewan Perwakilan Mahasiswa) sekaligus sebagai yudikatifnya dalam lingkup IMAKA (Ikatan Mahasiswa AKA).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt; BEM dan DPM inilah yang sangat berperan dalam mengubah kondisi kampus sesuai dengan fungsi dan tugasnya masing-masing. Artinya dua lembaga inilah yang akan memberikan pencerdasan politik bagi rakyat IMAKA dengan politik kampus yang mereka jalankan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keadaan Hari Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jika dilihat beberapa tahun ini dirasa dalam IMAKA belum ada yang namanya perpolitikan kampus yang hidup. Dalam struktural IMAKA, DPM bertindak sebagai komponen tertinggi, dibawahnya ada BEM, lalu dibawah BEM ada UKM dengan garis yang sesuai porsinya. BEM sebagai pemerintahan IMAKA yang mempunyai wewenang menjalankan eksekutif ke dalam dan keluar terlihat sebagai EO saja, terlalu sibuk dengan proker. Terbukti adanya perdebatan alot ketika UKM-UKM yang ada menginginkan Presma ada di luar BEM dengan alasan Presma bersifat memimpin BEM bukan IMAKA. BEM yang mempunyai peranan besar dalam melakukan pencerdasan politik lewat gerakannya seharusnya memanfaatkan wewenangnya sebagai pelaksana tertinggi IMAKA, sampai saat ini memang BEM belum pernah membuat kebijakan untuk kesejahteraan mahasiswanya. Yang ada seperti yang telah disebutkan diatas, mereka hanya sibuk dengan prokernya. Patut diingat BEM adalah pemerintahan IMAKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama halnya DPM yang terlalu sibuk mengatur keuangan IMAKA, tidak ada yang namanya aspirasi mahasiswa tersalurkan, terlihat jelas DPM belum tahu fungsinya sebagai legislatif. Bahkan anggota DPM ada yang mengatakan butuh waktu lama untuk mengerti tugas sebagai anggota DPM. Padahal fungsinya adalah bugeting, legislasi dan controling. Fungsi legislasi yang selama ini hilang, tidak pernah ada satupun ketetapan yang dibuat oleh DPM khususnya demi kesejahteraan mahasiswa AKA. Padahal dalam sistem demokrasi tidak ada yang benar atau salah tapi adanya yang legal atau ilegal. Dan kita tahu bahwa ini adalah pencerdasan politik juga, baik bagi anggota DPM ataupun mahasiswa AKA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan Selama Ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang kurang dalam politik kampus AKA adalah pemahaman, belum adanya pemahaman membuat BEM semacam macan ompong. Mereka lembaga central namun tidak bisa mengambil keputusan sepihak demi memecahkan masalah kampus. Keputusan yang selama ini diambil lebih ke persetujuan seluruh komponen termasuk UKM, ini adalah suatu kerugian tersendiri, yang pertama BEM tidak dianggap sebagai lembaga eksekutif disini, dan yang kedua akan menyita waktu lama untuk memutuskan masalah yang ada akibat banyaknya kepentingan dari masing-masing pihak. Seharusnya suara komponen yang lain hanya sebatas masukan supaya BEM dapat memberi keputusan yang terbaik. Jadi saat ini kekuasaan dalam IMAKA berbentuk seperti Presidium yang lebih kepada kepemimpinan kolektif dan terdiri dari ketua-ketua kelembagaan yang ada. Itupun yang membuat BEM tidak mempunyai wibawa, dan terkesan sejajar dengan UKM. Artinya sudah sangat jelas, Trias Politica di kampus AKA hanya sebatas wajah, dalam kenyataan riilnya masing-masing fungsi tidak pernah dilaksanakan dan tidak berani ditegakkan. Itu dari sistem ketatanegaraannya saja, jadi bagaimana mau menentang kebijakan direktorat yang merugikan mahasiswa jika internalnya saja belum mengerti tugas dan fungsi masing-masing. Akibatnya politik kampus mati, tidak ada pencerdasan politik, tidak ada advokasi mahasiswa. Beberapa hal yang memang seharusnya ada dan mungkin akan bisa terlaksana jikalau pemahaman itu telah muncul. Hidup Mahasiswa...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Eko Wardaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua KAMMI Komisariat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-5662079731871280325?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/5662079731871280325/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/sistem-politik-imaka-ikatan-mahasiswa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5662079731871280325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5662079731871280325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/sistem-politik-imaka-ikatan-mahasiswa.html' title='Sistem Politik IMAKA (Ikatan Mahasiswa AKA) Kontemporer'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2574529451127566714</id><published>2008-09-08T09:59:00.002+07:00</published><updated>2008-09-08T10:13:01.567+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>MAHASISWA MATI RASA</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kampusku, Kampus tak berdosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Kampus tanpa Tridharma&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Sesekali merakyat itu pun demi Nama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Rekan ku, Mahasiswa yang mati rasa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Lantang dalam RUA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Banci dalam nyata&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Orientasi kerja dan budak harta&lt;/span&gt;&lt;div style="font-family: arial;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ngakunya Eksekutif&lt;br /&gt;Sense Mahasiswa MEM-Ble, cuex-cuex saja&lt;br /&gt;BUKANnya mahasiswa ujung tombak rakyat jelata !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngakunya Dewan Perwakilan&lt;br /&gt;SPP Naik Diam saja, Gerak pun tak berbeda nyata !&lt;br /&gt;Bukannya SPP bak BBM di miniatur Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngakunya Orang Agamis&lt;br /&gt;Rakyat tertindas dan Terdzolimi, kalem aja !&lt;br /&gt;Bukannya egois perbuatan dosa ?!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngakunya Seniman&lt;br /&gt;Apakah kelaparan Seni kehidupan ???&lt;br /&gt;Sehingga patut di-nikmati dan hanya di-tonton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngakunya Pencinta Alam&lt;br /&gt;Apakah manusia (kelaparan) bukan bagian dari alam ?&lt;br /&gt;Sehinga patut di cinta lebih dari diri sendiri !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ngakunya Jurnalis&lt;br /&gt;Apakah kelaparan dan kematian bukan hal penting&lt;br /&gt;Sehingga patut menjadi HeadliNe koran datar dengan foto dan speak mahasiswa mati rasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;LALU ....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata OSPEK hanya titipan Program Kerja ???&lt;br /&gt;Pantas Alokasi dana-nya tidak pernah sempurna !&lt;br /&gt;Itupun karena mahasiswa-nya mati rasa&lt;br /&gt;Sehingga muncul budak dunia tanpa riba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mahasiswa tidak pernah menjadi mahasiswa&lt;br /&gt;Hanya anak SMA (+) yang Maha Buta jiwa,rasa dan GAYA.&lt;br /&gt;Tidak peka derita rakyat jelata (optimis jadi orang kaya ?)&lt;br /&gt;Tidak sadar, suatu saat nanti...&lt;br /&gt;PASTI menjadi mayarakat, tapi yang mati rasa..&lt;br /&gt;Dan hanya bisa berharap ,...”mana kok mahasiswa ga gerak-gerak ” ?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah berapa kali ANDA bergerak untuk rakyat ???&lt;br /&gt;Atau cukup bangga dengan komponen kecil dalam miniatur tanpa dosa .&lt;br /&gt;Bahkan merasa cukup dengan ”SO”,dapat kerja, berharta, nikah, DAN PINDAH DUNIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SUNGGUH hidup yang berharga,...Tapi SIA – SIA...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NERIMO ? atau mau BELA DIRI ???&lt;br /&gt;Hidup ini butuh BUKTI !!!&lt;br /&gt;BBM naik, anda Benar Benar Merdeka , yang penting saya.....&lt;br /&gt;Yang penting saya.....&lt;br /&gt;Sejak kapan mahasiswa tidak mengenal kata AKSI !&lt;br /&gt;Sejak mahasiswa bermimpi bahwa mereka sudah merdeka&lt;br /&gt;anda tidak cinta tanah air, jika takut ”pendidikan” dan tidak siap berkorban&lt;br /&gt;“Sukses nya ANDA bukan factor IPK apalagi foya-foya, TAPI barokah usia apalagi masa muda”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;M Maulana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketua DKP KAMMI Komsat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2574529451127566714?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2574529451127566714/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/mahasiswa-mati-rasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2574529451127566714'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2574529451127566714'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/mahasiswa-mati-rasa.html' title='MAHASISWA MATI RASA'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-8649001061041645239</id><published>2008-09-08T09:57:00.002+07:00</published><updated>2008-09-08T10:18:16.824+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>MAHASISWA DAN POLITIK</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dua kata “Mahasiswa dan Politik “ ini dapat menjadi satu kesatuan deretan (baca:satu keseharian mahasiswa). Orang - orang yang masih memiliki sebuah ideologi dan bergerak karena sebuah pengabdian masyarakat (tridarma perguruan tinggi) itulah seorang mahasiswa. Belum lupa ketika para pendahulu kita menundukan pemerintahan yang dirasa telah melenceng dari cita –cita mensejahterakan rakyat. Dengan label ideology dan intelektualnya, mahasiswa mampu melakukan perubahan besar. &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;Bagaimana perjuangan untuk sebuah perubahan harus di tebus dengan banyak pengorbanan, namun tanpa gentar orang – orang yang menamakan dirinya ”Mahasiswa” terus maju dan menyuarakan suara – suara rakyat yang sudah lama telah terbungkam dengan kepasrahan. Disertai dengan pemikiran politik dan dengan dasar tridarma perguruan tinggi yang benar-benar melekat pada pribadinya dan bukan hanya hafalan atau simbol kemahasiswaan, mereka mampu menyelaraskan gerakan dengan rakyat yang menjadi tumbal krisis ekonomi (buruh ter-PHK), mereka terus bergerak bersama rakyat. ini hanya sepenggal kisah bagaimana pergerakan mahasiswa pada tahun 1998.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu tidak terlupakan pula pada tahun 1978, demonstransi besar yang menuntut turunnya mantan presiden soeharto, padahal pada tahun-tahun sebelumnya terjadi kevakuman gerakan mahasiswa, yang selanjutnya mahasiswa dihadiahi SK Kopkamtib No Skep 02/kopkam/1978 dan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI No 0156/U/1978 tentang Normalisasi Kehidupan Kampus (NKK), yang akibatnya gerakan mahasiswa kembali vakum. Lalu apakah yang terpikir oleh kita sebagai mahasiswa? Kenapa mahasiswa harus sadar politik? Mahasiswa adalah orang-orang yang berpotensi dan dalam gerakannya tidak di boncengi dengan kepentingan individu dan golongan tertentu. Dan mahasiswa sebagai bagian masyarakat yang intelek yang harus berani mengatakan yang benar adalah benar dan yang salah adalah salah, karena mahasiswalah harapan rakyat calon pemimpin bangsa, mahasiswa juga memiliki tanggung jawab sosial merealisasikan amanah rakyat yang tidak mengenyam pendidikan tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana kacamata mahasiswa saat ini tentang politik? masih adakah ruh-ruh perjuangan dan perubahan di jiwa mahasiswa? ini menjadi cerminan kita sebagai mahasiswa yang katanya agent of change. Lalu dimana agent of change itu saat ini? Apakah anda merasa sebagai aktivis? coba lihat lagi bagaimana pergerakan aktivitas kita apakah sebagai tuntutan proker saja, yang menjadikan pergerakan itu hanya sebagai event organization saja. Tanyakan pada diri kita masing-masing. Apakah kita termasuk mahasiswa yang terselimuti rasa was-was dan takut untuk melakukan koreksi terhadap kekuasaan, bahkan apatis terhadap apa itu “Politik”? Dan berpedoman untuk menjadi study oriented dalam keseharianya berusaha untuk mendapatkan IPK yang tinggi, selesai kuliah, cepat kerja dan membantu keluarga. Jangan terjebak menjadi mahasiswa yang apatis yang arus berfikirnya hedonisme. Karena menjadi ”Ahli Madya” saja tidak akan menjamin kita akan mendapat kerja dan hidup enak. Atau apakah dengan nilai IPK yang tinggi akan dapat meyelesaikan masalah Negara. Sadarkan diri kita untuk menjadi mahasiswa yang maksimal, dengan IPK tinggi sebagai wujud amanah dari oang tua, tapi alangkah bangga jika kita dapat menjadi orang yang selalu berkontribusi dalam menyelesaikan masalah Negara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitrah seorang mahasiswa adalah menjadi seorang politisi, jangan pernah menarik diri, jika memang mengaku ”Mahasiswa”. Sebuah kalimat yang tidak asing bagi kita namun telah terlalaikan, semoga dapat menjadi bahan renungankita semua …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gambaran Bangsa ini kedepan, dapat dilihat dari bagaimana pemudanya berfikir saat ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Ningtiasih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Staf DKP KAMMI Komisariat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-8649001061041645239?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/8649001061041645239/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/mahasiswa-dan-politik.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8649001061041645239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8649001061041645239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/09/mahasiswa-dan-politik.html' title='MAHASISWA DAN POLITIK'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-179808297076496050</id><published>2008-06-14T14:35:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:39:02.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Budaya Aktifis Yang Keliru</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kaum yang beraksi menetang kebijakan yang menyudutkan rakyat disebut sebagai kaum aktifis, ya itulah pemuda dan mahasiswa yang memang tidak boleh selalu diam, harus bergerak, berfikir dan bekerja. Jika kita melihat sosok seorang aktifis yang terlintas di benak kita adalah sibuk, kuliah hanya formalitas, dan selalu berada di sekret organisasinya. Apa betul seperti itu?? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang yang mengaku aktifis tapi hanya embel-embel belaka, faktanya dari 1000 orang mahasiswa yang ada di kampus, ada 70% orang yang mengaku aktif di organisasi, dan dari 70% orang tersebut berapa % orang-orang yang bisa disebut aktifis? Tidak banyak..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika banyak gambaran tentang seorang aktifis, ada yang mengatakan aktifis itu waah banget, pemberani tapi kuliahnya hancur, atau aktifis itu kuliahnya lancar sekali tapi kok ternyata dia tidak pernah ikut aksi, sebenarnya untuk apa sih kita disini???Ternyata gambaran orang mengenai aktifis itu banyak sekali dan kebanyakan ternyata negatif terkecuali mereka yang paham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita kembalikan kepada diri kita sebagai seorang aktifis, bangun pagi supaya tidak telat datang ke kampus karena ada rapat, lalu masuk kelas dan ternyata kita tertidur karena masih mengantuk, tidak ikut jadwal kuliah karena ada aksi menentang kebijakan pemerintah, kuliah tidak membawa apa-apa kecuali arsip-arsip organisasi, telat makan sehingga menjadi kurus. Itulah gambaran budaya seorang aktifis yang telah banyak faktanya seperti yang tertera diatas. Lalu akibatnya kuliah yang merupakan amanah orang tua terbengkalai, jasadiyah pun ikut hancur karena tidak diperhatikan. Sebenarnya kita berorganisasi untuk apa?? Apa kita di didik seperti itu oleh senior kita, saya yakin 100% tidak, karena keadaan atau apa??&lt;br /&gt;Itulah sedikitnya gambaran budaya aktifis masa kini yang “keliru”, Ok lah kalau kita tengok mahasiswa di era 1998, bisa aksi setiap hari tanpa memikirkan akademisnya, tapi itu 1998 lain halnya dengan sekarang 2008. Dahulu tidak ada batasan maksimal mengikuti kuliah, tapi sekarang untuk D3 batas maksimal 5 tahun dan S1 10 tahun. Beda zaman beda budaya. Akibat dari budaya yang keliru tersebut orang memandang organisasi tidak penting karena individu-individu yang ada didalamnya tidak mencerminkan pahlawan yang intelek, tidakkah kita sadari kita adalah agent of change yang akan selalu menjadi tauladan bagi orang-orang yang melihat kita. Contoh bila semua aktifis IPnya &gt;3, akhlaknya bagus,aksi lancar, fisik kuat. Subhanallah, itulah yang harus kita rubah sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana cara merubahnya, yang pertama ubah terlebih dahulu mindset kita khusunya tentang organisasi dan akademis, tanpa menafikkan akademis organisasi pun lancar, ingat kita kuliah mempunyai amanah dari orang tua, berusahalah sebisa mungkin membahagiakan mereka. Belah otak kita menjadi dua, sisi pertama masalah organisasi dan yang kedua masalah akademis, kita punya jamaah, jangan hanya rapat saja, sekali-kali diskusi tentang mata kuliah. Berusaha proporsional dengan menggunakan manajemen waktu yang professional, ingat ketika kita menunda sesuatu, yakinlah kita akan merugi beberapa waktu, perkuat dengan keimanan kepadaNya, lalu isilah kalender sesuai prioritas bukan perintah orang lain, mencari siasat untuk mengganti jadwal kuliah bukan untuk membolos kuliah karena aksi, lalu ingat juga jasadiyah kita, makan teratur bila perlu ada tambahan suplemen. Mungkin itu sekelumit cara yang perlu dijalankan untuk merubah budaya yang keliru, khususnya dari pribadinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain budaya yang tertera di atas masih ada lagi budaya aktifis yang memang menjadi miris sekali ketika ia disebut agent of change, yaitu kritik, kritik, dan kritik tanpa solusi. Hanya bisa bernyanyi ketika aksi tanpa ada solusi, hanya bisa berkoar-koar di mobil sound, mengatur orang menjadi border atau banker tanpa menyuarakan solusi hanya pernyataan sikap menentang kebijakan pemerintah. Sering sekali hal itu terjadi, seharusnya sebagai kaum intelektual kita berusaha memberi solusi nyata, berkoar-koarlah menyampaikan solusi konkret. Sebagai anggota parlemen jalanan sudah sepatutnya kita menawarkan solusi-solusi terbaik bagi perkembangan bangsa dan negara, jangan hanya jadi “radio” yang tak didengar pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya aktifis yang keliru, memang demikian harus dikatakan karena banyak mata yang akan melihat seorang aktifis (agent of change) dari segala segi kehidupannya. Jika tidak dari sekaranga kapan kita akan memulainya, momentum yang tepat adalah sekarang, kita telaah kembali Tri Dharma Perguruan Tinggi, pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Sudahkah terealisasi oleh kita?? Pendidikan, sudah dijelaskan diatas budaya aktifis yang sering menafikkan akademis, penelitian juga berhubungan dengan pendidikan dan satu lagi pengabdian kepada masyarakat khusunya ditekankan ketika kita sebagai anggota parlemen jalanan memperjuangkan kepentingan rakyat bukan hanya sebagai “radio”, ingat pendahulu kita, angkatan 66 dan 98 yang rela mati demi kepentingan bangsa dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan ketika budaya aktifis yang keliru sudah tidak ada, bayangkan oleh kita semua!! Sungguh luar biasa, Tri Dharma Perguruan Tinggi tidak hanya slogan tapi tercerminkan melalui perubahan tatanan sosial yang diarahkan oleh kita sebagai aktifis, sebagai parlemen jalanan yang wisudanya tepat waktu. Lalu kebahagiaan orang tua kita ketika mereka melihatnya, mereka tidak sia-sia membiayai kuliah kita, adik kelas kita yang terinspirasi untuk berorganisasi, dan masyarakat yang tidak antipati terhadap aksi. Kita perjuangkan bersama, Insya Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Eko Wardaya&lt;br /&gt;Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-179808297076496050?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/179808297076496050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/06/budaya-aktifis-yang-keliru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/179808297076496050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/179808297076496050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/06/budaya-aktifis-yang-keliru.html' title='Budaya Aktifis Yang Keliru'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-3394808380112388578</id><published>2008-06-14T14:29:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:39:02.629+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Loyalitas Sempit</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Secara istilah loyalitas berarti kesetiaan, dari segi bahasa loyalitas adalah hadiah dari kontituen kepada pemimpin, yang diberikan secara sukarela, karena integritas sang pemimpin. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa loyalitas dipengaruhi oleh integritas sang pemimpin. Mereka percaya setelah melihat pribadi pemimpinnya yang tercermin dalam kehidupan kesehariaannya, lalu timbal baliknya adalah kesetiaan yang diberikan oleh mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun amat sangat berbahaya jika loyalitas hanya diartikan secara parsial, apa yang akan diberikan kontituen lambat laun akan timbul sifat fanatisme terhadap wadah yang menaungi mereka. Harus ditegaskan bahwa loyalitas yang kita berikan untuk organisasi bukanlah untuk menjauhkan kita dari amanah yang lain. Itulah loyalitas sempit yang mana menimbulkan fanatisme berlebih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak kasus yang sudah terjadi, ambilah contoh seorang kritikus negara. Mulutnya sampai berbusa ketika kebijakan pemerintah menodai rakyat, namun begitu ia masuk dalam jajaran pemerintahan suara yang keluar pun berbeda. Itu dikarenakan loyalitasnya pada negara atau wadah yang menaunginya. Amanah yang diberikan rakyat ia tinggalkan demi membela jabatan yang diberikan oleh pemimpinnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang banyak terjadi saat ini, memang loyalitas sangat diperlukan dalam suatu organisasi, namun terkadang banyak yang salah mengartikannya. Loyalitas yang dibutuhkan adalah loyalitas natural yang memang timbul karena adanya sense organisasi yang mana adanya rasa ingin bersama-sama mencapai cita-cita dengan bantuan semua aspek artinya tidak mengesampingkan amanah lain. Apalagi sampai terbentuknya fanatisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa ini dapat timbul dengan salah satunya adalah ikatan emosional yang terjadi antara sesama kontituen dan antara kontituen dan pemimpinnya. Pemimpin pun sangat berperan ketika memang loyalitas yang diberikan adalah loyalitas sempit, maka disinilah peran terbesarnya dalam mengawasi, mengarahkan dan mengayomi mereka. Ketika loyalitas yang ada bukanlah loyalitas sempit, bukan tidak mungkin totalitas pun akan mereka berikan sampai terwujudnya cita-cita bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Eko Wardaya&lt;br /&gt;Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-3394808380112388578?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/3394808380112388578/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/06/loyalitas-sempit.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3394808380112388578'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3394808380112388578'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/06/loyalitas-sempit.html' title='Loyalitas Sempit'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6585712752074774198</id><published>2008-06-02T10:41:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:39:02.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>KOTA  BOGOR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Indonesiaku yang basah kuyup kehujanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;VISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Jasa yang Nyaman dengan Masyarakat Madani dan Pemerintah yang Amanah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi Pertama  : Mengembangkan perekonomian masyarakat dengan titik berat pada jasa yang mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang ada.&lt;br /&gt;Misi  Kedua  : Mewujudkan kota yang bersih, indah, tertb, dan aman dengan sarana dan prasarana perkotaan yang memadai dan berwawasan lingkungan.&lt;br /&gt;Misi  Ketiga  : Mningkatkan kualitas sumber daya manusia yang beriman dan berketerampilan.&lt;br /&gt;Misi  Keempat : Mewujudkan pemerintahan kota yang efektif dan efisien serta menjunjung tinggi supremasi hukum.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat Masalah PRIORITAS 2007&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Transportasi&lt;br /&gt;Kemiskinan&lt;br /&gt;Kebersihan&lt;br /&gt;PKL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“WS.Rendra : Memang tak banyak yang bisa diharapkan dari pemerintah dan kaum birokrat.TAPI…Negara ini bukan milik mereka,…NEGARA ITU MILIK RAKYAT…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai sudah masa dilayani sang pejabat dan birokrat kota ini, tepatnya masa bhakti walau nyata nya harta “Ku” tak pernah berkurang apalagi habis untuk kota tercinta. Sekilas teringat Pejuang tempoe Doeloe yang dengan lantang meneriakan Merdeka atau Mati,..Berjuang sampai tetes darah penghabisan.PASTI terbayang sosok pemimpin “Gagah” berada di barisan PALING belakang pasukan.. tak gentar melibas koruptor kemerdekaan kecuali tentara AMPIBI (anak,mantu,ponakan,ipar,bos dan istri) karena mereka laskar utama pertahanan keamanan jabatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan yang sudah tak bernilai memang tak kan berakhir, tetapi membuat yang sudah tak bernilai menjadi berakhir merupakan awal dari sebuah PERUBAHAN. Reformasi yang bernilai perubahan tentunya sudah menjadi sebuah keharusan !!! dengan konsekuensi yang menjadi icon perubah harus BERUBAH atau memilih untuk di rubah oleh semangat reformasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perubahan senantiasa melekat dengan perbaikan. Pergeseran kehidupan sedikit kearah lebih baik belumlah layak dikaitkan dengan perubahan.karena dengan gejala repot nasi, naluri rakyat pun sudah cukup menggeserkan sendi kehidupan ke arah lebih baik karena yang mengancam adalah kematian, termasuk kematian birokrat dalam kesehatan raganya.Wahai rakyat yang baik hati, ternyata mengisi jabatan dengan system yang sudah ada itu tidak rumit,serumit mempertanggung jawabkan nasi yang masuk ke perut.Anda pun bisa !, walau pun memang tidak hanya duduk atau melakukan kerja yang sudah di atur oleh Super Tim, tentunya tidak se idealis yang kita harapkan, minimal natural seperti janji yang sudah TERlupa,… klo tidak sengaja, manusiawi bukan ! ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat nya…BERUBAH !!! Pejabat masa kini bukan Baja yang di Hitam kan. Maka yang di cari tentunya yang bisa mengitamkan baja, kalau pun ada yang menyatakan sanggup menjadi baja hitam .rasa-rasanya baja hitam bukan pengobraL…Kita yakin, ada keadilan. Masa iya Indonesiaku yang ke hujanan tidak ada seorang pun rakyatnya yang punya payung, padahal setiap hujan turun, tampak para ojek payung moral, payung kelaparan,dll yang mereka rela berhujanan demi pelanggannya..,bagi mereka upah yang tak seberapa ialah efek dari totalitasnya menjaga klien nya,flu dan sakit kepala tidak pantas jadi ancaman karena mereka sadar betul berhadapan dengan air hujan. Kalaupun sakit, mereka punya “dokter” yang tidak dimiliki Negeri ini.  !!Dokter yang tidak jijik dengan penyakit, dokter yang tidak takut sakit, dokter yang tidak pilih-pilih pasien, tentunya dokter yang ber etika profesi yang memberikan susu pada pasien bukan air tebu,sehingga tidak hanya menghilangkan haus tapi menyehatkan pasien.   BERUBAH…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Antara harapan baru dan harapan yang tertunda, tetapi dalam masalah prestasi kota KU tak ingin hanya menjadi juara 2 atau 3 atau bahkan juara harapan. Dalam kamus ku, berbicara perubahan tidak mengenal harapan melainkan ya atau tidak sama sekali. Karena rumusnya sederhana, Janji(kemauan) ditambah totalitas(siap miskin dan mati) akan membuahkan perubahan. Ekstrim memang ,tetapi jika sosial masyarakat tidak berubah, dengan melihat ”BOS” kota jadi miskin tapi tetap tegar selama menjabat, sesungguhnya Dia sudah merubah moral dan masa depan kota secara konstruktif yang permanen dengan investasi maha dahsyat, akhirat. Jelas, dengan keteladanannya bisa jadi Dia orang yang paling berhak mendapat zakat dari rakyat kaya dan dengan keteladananya pemimpin selanjutnya benar-benar pelayan rakyat yang tak mengenal volvo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini yang kucari,...Ahmadinejad kota bogor, saya tentu tidak melihat karakter politis nya melainkan kepibadiannya. Sebenarnya tidak mesti nama itu yang keluar...Saya yakin Kota ini punya kultur yang sangat khas dengan gaya sendiri. Tapi dari nya rakyat akan berani hujan-hujanan karena pemimpinnya telah basah kuyup,.Main bola dengan rakyat tanpa pengawal, menggali sampah yang menyumbat solokan, jalan kaki tanpa ”dadah penghormatan”, menggendong anak dari rakyatnya, bahkan duduk di warung bersama rakyat tanpa jijik, karena tau diri. Untuk kota bogor, saat nya mesjid-mesjid di imamkan oleh walikota secara bergiliran atau bahkan  khotib jumat karena secara tidak langsung akan menjadi kunci REM ganda. Apalagi mengisi kajian-kajian remaja disertai beasiswa (dari kantong sendiri,...kan siap miskin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit bermimpi menjadikan ku punya secercah harapan. Aku hanya ingin menjadi bagian dari solusi menciptakan peluang kemenangan hakiki, bukan bagian dari masalah yang memupus cita kehidupan. Bangkitlah bogor ku Harapan itu masih ada, kata sebuah lagu. Dalam benakku, Bangkitlah Pemuda ku kesempatan itu akan ada...Seandainya dulu sejarah membuktikan bagaimana banyak kemenangan islam di peroleh di tangan panglima perang yang notabene nya Pemuda seperti kita tau Usamah bin Zaid menaklukan sebagian Romawi (palestina) pada usia 17 tahun, ada Muhammad Atsoqofi manaklukan negara Assind (sebelah India) pada Usia 17 tahun, adalagi Thoriq bin Ziad menaklukan Spanyol dan sebagian Portugal pada usia 17 tahun, dan ada Muhammad Alfatih menaklukan Qonstantinopel (Turki) pada usia 21 tahun. Dan sekarang sejarah bukan berulang, tetapi memberikan pelajaran bahwa antara peran pemuda dan kaum bapa dapat sinergis, karena orientasi yang akan di bangun sejak saat ini sama, mengambil bagian dalam solusi untuk sejarah peradaban kota bogor.Bila kepercayaan pada kaum bapa mulai usang, dalam kepentingan solusi konstruktif, ego akan luluh dan kaum muda siap berdedikasi dengan panduan sang abi. Amerika yang mengusung demokrasi telah membuktikan bahwa saat ini minimalnya sudah 2 kota di negeri Paman Sam di pimpin oleh seorang pemuda 18 dan 19 tahun. Penasaran ? ga, ya cari sendiri. Seandainya negeri ini demokrasinya fair, maka boleh jadi tidak ada pembatasan untuk menjadi pemimpin, minimal walikota. Tapi dalam jiwa solusi, kedaan bukan tembok atau batu karang segarang Titanic. Kita punya semangat Budiman Sudjatmiko yang menjadi ketua PRD pada usia sekitar 26 thn walau di bumi hanguskan, arangnya masih membawa spirit menolak untuk tunduk atau  M..Natsir yang menjadi Perdana Mentri di usia sekitar 23 thn atau bahkan pasangan HADE yang berhasil mendobrak arogansi Lembaga Spekulasi Income pesanan. Tumbuhkan keyakinan, Itu mungkin dan bisa kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bukan sang pemimpi, tetapi sebagai eksistensi dalam problem solver mania terdapat gagasan yang sebenarnya bukan solusi konkret, kenapa tidak konkret karena bukan aku walikotanya dan bukan sekarang saat realisasinya. Seandainya pun di terima ternyata ada prasyarat untuk melaksanakannya yang tentunya sangat simpel dan fleksibel. Ideliasme membawa kebanggaan sehingga terpikir bahwa setelah selesai menunaikan jabatan, aku hanya akan punya keluarga dan rumah dengan kekayaan setengah dari jumlah awal karena menjadi kewajiban bagi ku menjamin 40 rumah di sekitar dimana alokasi dana sudah tentu dari saku ku. Menyisakan setengah harta merupakan perencanaan menjaga masa depan keluarga yang paling tidak bisa menjadi modal untuk tidak menjadi beban. Artinya aku siap untuk mengeluarkan dana dengan tanpa di gaji dengan jaminan hartaku harus lebih sedikit dari semula. Itu belum masuk pada gagasan, pemikiran seperti itu ingin mem-booming-kan bahwa sosok yang dibutuhkan saat ini ya PELAYAN, bukan sosok yang ingin di layani, oleh karena itu akan terkesan imposible untuk para calon yang orientasinya Uang dan harga diri (rakyat kita sudah cerdas) dan menjadi mungkin terjadi bila calon yang akan maju memang biasa sederhana ,rendah hati dan tentunya berjiwa islami. Sosok tersebut pasti sangat kaya karena ia terbiasa ganti tempat tidur (tidur dimana saja, alas tikar pun jadi) dan punya banyak rumah besar (masjid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Solusi islam adalah jiwa perjuangan kammi. Muslim cerdas bukan katak dalam tempurung yang hanya tau negara islam, rajam, hukum mati, potong tangan atau poligami.Tetapi kita akan berfikir secara simpel dan fleksibel dalam arti kita memahami bahwa hakikat islam mencintai umatnya dengan hadir sebagai solusi. Kita tidak akan melihat kulit nya, tapi rasa dan isi nya begitupun kita tidak akan sibuk mempergunjing judul negara atau suatu kota itu islam atau bukan melainkan orientasi bagaimana nilai-nilai islam itu bisa merasuk ke dada. Niscaya cap atau label islam malah akan di minta oleh mayoritas warga karena mereka sudah menyadari dan menemukan dunia yang hilang, kedamaian hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengejutkan, kalaupun 2009-2014 belum bisa, barangkali hal ini akan terealisasi di 2020. Pemerintah kota bogor menghapuskan seluruh biaya pajak warganya karena infak, shodaqah dan zakat sudah menjadi amalan keseharian warganya. Secara signifikan jumlah warga miskin berkurang dan pemerintah bingung untuk menyalurkan dana masyarakat (seharusnya pakar ekonomi islam melakukan penelitian perbandingan antara penerapan pajak dan penerapan infak, zakat secara rutin untuk keseluruhan warga).Headline radar bogor bersisi Juara Marbot (penjaga mesjid)  Idol kota bogor sedangkan Jurnal bogor memuat Satpam Idol kota bogor dan Megaswara melakukan wawancara ekslusive dengan Muslim Negarawan Kota Bogor. Para aparat kepolisian akan tampak santai dengan sangat jarangnya pelanggaran apalagi Demonstrasi dan Sang Walikota hanya sibuk berdoa, Ya Allah jangan jadikan sombong dan ria melekat sehingga semua amal pupus sia-sia. Akan muncul miniatur peradaban yang di nanti dari Indonesia, Jawa Barat, Bogor. Itu mungkin dan bisa kita lakukan !!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;M Maulana Syawalludin&lt;br /&gt;Ketua DKP Komsat AKA 2008/2009&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6585712752074774198?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6585712752074774198/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/06/kota-bogor.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6585712752074774198'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6585712752074774198'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/06/kota-bogor.html' title='KOTA  BOGOR'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-8556231885744306104</id><published>2008-04-28T12:16:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:39:02.630+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Apa beda KAMMI, LDK dan partai?</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalau bicara ketiga hal ini, saya rasa semua sudah mahfum. Kalaupun ada tarik menarik atau 'ketidakharmonisan'. Ini lebih dikarenakan karena KAMMI dan LDK berada di ranah mahasiswa. Dan ketika bicara ranah mahasiswa, maka kita akan bertemu dengan yang namanya 'moral force' yang selalu diidentikkan dengan yang namanya gerakan mahasiswa. Dan kalau kita melihat agenda politik yang ada, seringkali mahasiswa menjadi tumpuan harapan untuk mengekskalasikan isu politik yang ada. Disinilah kemudian partai politik 'punya kepentingan', karena dengan 'menggunakan mahasiswa' maka gerakan yang dibangun akan lebih 'terangkat' sebagai sebuah keinginan yang 'murni' bukan sebuah&lt;br /&gt;agenda politik tertentu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Alasan yang biasa dipakai kader-kader yang fatalistik:&lt;br /&gt;1. Demi dakwah, Akhi.&lt;br /&gt;Mereka berfikir seolah-olah dakwah hanyalah partai. Sedangkan lembaga di luar partai tidak dipandang sebagai dakwah sama sekali. Bukankah dakwah tidak hanya di partai? Bahkan seorang rekan saya yang tidak aktif di lembaga manapun, hanya mengajar TPA tanpa dibayar sesenpun tetap saya anggap sedang berdakwah. Murobbi saya yang hanya dosen pun, selama ia mengajar dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab, ia sedang berdakwah.&lt;br /&gt;2. Al-hizbu huwal jama'ah, wal jama'atu hiyal hizb.&lt;br /&gt;Jadi semua potensi, sumber daya, program kerja organ-organ jamaah, dipakai hanya untuk mendukung program kerja partai. Bahkan istilah "kader" diidentikan dengan "anggota partai". Coba dengar ungkapan sederhana di pojok kampus ini, "Oh, orang&lt;br /&gt;itu memang aktif di LDK, tapi dia bukan kader, dia orang salafy...".&lt;br /&gt;3. Menuhankan KAMMI ya? Menuhankan LDK ya? Makanya&lt;br /&gt;patuh dong ama partai!&lt;br /&gt;Mereka lupa, bahwa mereka baru saja menuhankan partai.&lt;br /&gt;4. Anti Partai.&lt;br /&gt;Tidak ada yang anti partai dalam jamaah. Yang ada hanya berbeda pendapat dengan partai dalam hal-hal yang bersifat teknis dan kontemporer. Al-tsawabit,&lt;br /&gt;manhaj, fikroh, prinsip-prinsip, ideologi dan visi dakwah tidak anti/berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI, LDK dan Partai adalah tiga organ kekuatan jamaah Tarbiyah. Konflik interes kebanyakan terjadi hanya di seputar tiga organ tersebut. Di luar ketiga organ tersebut, masih banyak organ lain seperti BEM, FLP, PAHAM, PKPU, MER-C, Serikat Pekerja Sejahtera, Salimah, Nurul Fikri dan Al-Hikmah. Tapi tidak ada konflik disana. Tepatnya, konflik kepentingan seperti yang dialami tiga organ yang saya sebutkan pertama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan organisasi seperti IKC (IlmuKomputer.com) banyak didirikan oleh aktivis dakwah yang aktif di Tarbiyah. Tapi adakah IKC berhenti memproduksi tulisan komputer hanya karena kader-kadernya sibuk mendapat ta'limat memenangkan pemilu? Adakah faham berhenti mengadvokasi karena anggotanya sibuk di partai? Bahkan tak ada yang mempermasalahkan jika organ-organ tersebut dimasuki orang-orang non Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya, konflik interest cuma ada di tiga organ: KAMMI, LDK dan Partai. Itu karena para fatalis/neo-partai masih berfikir bahwa KAMMI dan LDK adalah milik partai dan bekerja hanya untuk kepentingan partai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu karena kekuatan pergerakan Tarbiyah secara nyata dan jelas ada di ketiga organ tersebut. LDK membentuk kader yang memiliki kafaah Islamiyah dan daiyah. LDK diperlukan karena di LDK-lah penyebaran pemahaman Islam di kaum intelektual bernama "mahasiswa" menjadi matang. Sedangkan KAMMI melahirkan kader yang memiliki kafaah siyasah,&lt;br /&gt;ijtima'i. Kader binaan KAMMI-lah yang sebenarnya mampu melakukan penetrasi dakwah yang lebih menusuk ke semua lini kehidupan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan partai? Tidak tahu saya. Sepemahaman saya, partai diperlukan untuk menuju daulah islamiyah yang kita cita-citakan. Karena fungsi partai memang hanya untuk menyerap dan memperjuangkan aspirasi rakyat melalui politik praktis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada fanatis partai, ada fanatis LDK, tapi saya yakin (bahkan haqqul yakin 100%), tidak ada fanatis KAMMI di tubuh KAMMI, apalagi menuhankan KAMMI. Tapi biarkan KAMMI tetap lincah bermain di pergerakan mahasiswa, dalam pertarungan ideologi, ceria bersama&lt;br /&gt;anak-anak jalanan dan masyarakat marginal, demo-demo parlementarianya, dan oposisi extra parlementernya. Biarkan KAMMI disana. Karena di sanalah dakwah KAMMI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, kontribusi KAMMI (bahkan sampai memakan sumber daya yang besar) kepada masyarakat tidak akan membuat rakyat menjadi anggota Tarbiyah, bahkan&lt;br /&gt;milih partai-nya Tarbiyah. Tapi mari saya ingatkan inti pesan Asy Syahid Hasan Al-Banna:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tujuan dakwah kita bukanlah menjadikan orang-orang menjadi anggota jamaah kita, tapi menyebar kebaikan dan risalah Islam kepada umat manusia."&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-8556231885744306104?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/8556231885744306104/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/apa-beda-kammi-ldk-dan-partai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8556231885744306104'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8556231885744306104'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/apa-beda-kammi-ldk-dan-partai.html' title='Apa beda KAMMI, LDK dan partai?'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-8617552027662204140</id><published>2008-04-28T12:10:00.000+07:00</published><updated>2008-04-28T12:22:25.227+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>12 Kebiasaan Positif Yang Dianjurkan</title><content type='html'>by : Anis Matta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sediakan lebih banyak waktu untuk membaca. Sediakanlah waktu 15 menit untuk memikirkan dan mengendapkan bacaan anda.&lt;br /&gt;2. Khususkan waktu tertentu untuk menyendiri dan merenung 20 menit sehari.&lt;br /&gt;3. Pertahankan stamina spiritual Anda melalui ibadah mahdhoh yang rutin&lt;div class="fullpost"&gt;4. Jaga kondisi fisik melalui:&lt;br /&gt; - makan yang teratur &amp;amp; bergizi&lt;br /&gt;- istirahat yang cukup&lt;br /&gt;- olah raga yang rutin&lt;br /&gt;5. Tingkatkan kepekaan emosional Anda dengan apresiasi seni dan alam&lt;br /&gt;6. Buatlah rencana perjalanan wisata&lt;br /&gt;7. Luaskanlah wilayah pergaulan Anda&lt;br /&gt;8. Tingkatkan kontrol atas pikiran-pikiran yang memenuhi benak Anda.&lt;br /&gt;9. Biasakanlah mencatat gagasan anda secara teratur&lt;br /&gt;10. Biasakanlah lebih banyak diam dan mendengar daripada bicara&lt;br /&gt;11. Kontrol emosi anda agar tetap tenang. Jangan mudah terpengaruh sanjungan dan kritikan.&lt;br /&gt;12. Lakukanlah latihan pernafasan secara teratur.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-8617552027662204140?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/8617552027662204140/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/12-kebiasaan-positif-yang-dianjurkan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8617552027662204140'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/8617552027662204140'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/12-kebiasaan-positif-yang-dianjurkan.html' title='12 Kebiasaan Positif Yang Dianjurkan'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6449450996803642263</id><published>2008-04-28T12:06:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:39:02.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Demokrasi, Kambing Hitam Plus Minus Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berapa tahun sih kita memakai sistem demokrasi? Sudah lama tak terasa kita telah memakainya, namun jika kita lihat sekarang betapa tidak ada hasilnya. Sungguh fatamorgana melihat Barat yang berjaya menggunakan sistem ini. Aneh tapi nyata demokrasi Indonesia terus berkembang namun masyarakatnya tidak kian berkembang.&lt;br /&gt;Demokrasi, menurut asal katanya berarti rakyat berkuasa, namun dalam konteks kenegaraan ada sebuah lembaga atau badan yang akan menyuarakan kekuasaan rakyat, ialah DPR di Indonesia.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt; Mafia-mafia senayan yang hanya bisa membuat undang-undang dengan menghabiskan banyak uang, ujung-ujungnya duit kata Slank. Namun kali ini saya tidak akan membahas tentang mafia senayan tersebut. Bila kita menyimak perkembangan demokrasi di Indonesia, Subhanallah luar biasa!! Dari Demokrasi Terpimpin sampai Demokrasi Pancasila yang terlihat hanya label belaka karena otoritariarisme yang mengakar lalu Demokrasi yang sekarang ini kita nikmati yang katanya condong ke Liberal. Fakta bahwa terlihat perkembangan disini, jika tidak menggunakan demokrasi yang sekarang ini mungkin masih banyak preman-preman yang menggunakan pakaian loreng bersenjata, mungkin masih terpampang di toko-toko foto pejabat besar sedang bersalaman. Alhamdulillah otoritariarisme telah musnah walaupun akarnya belum sepenuhnya tercabut dari bumi pertiwi. Katanya sih Indonesia sekarang bisa disejajarkan dengan negara demokrasi sebesar AS, terbukti dengan penyelenggaraan Pilpres 2004 yang bisa dibilang paling demokratis. Itu dari sisi positifnya, menakjubkan memang, dari sisi negatifnya demokrasi itu sangat mahal, tiap tahun rakyat bertambah miskin, olahraga bukannya berkembang malahan merosot, perdebatan di senayan hanya bisa menghasilkan utang bukan undang-undang. Kontradiktif sekali antara sistem dan yang menjalankannya. Sistemnya disanjung rakyatnya tersandung, masyarakatnya tetap saja diam di tempat bahkan mundur. Seharusnya masyarakatlah yang berperan dalam proses demokrasi ini namun dengan pendidikan yang bertaraf rendah apa mereka bisa turut serta dalam demokrasi?? Itulah yang terjadi di Indonesia, kedaulatan di tangan pejabat bukan rakyat. Bagaimana sekarang? Harus mengubah sistem?&lt;br /&gt;Berbicara tentang perubahan tidaklah semudah itu, bahkan Jusuf Kalla yang sudah mulai menimbang demokrasi pun sudah tidak ditanggapi lagi, begitupun parpol atau ormas Islam yang bercita-cita membentuk negara Islam namun akhirnya mereka tetap mengikuti sistem yang ada sekarang, karena menurut mereka ada irisan antara demokrasi dan Islam. Memang yang dibutuhkan dalam menjalankan sebuah sistem demi mencapai cita-cita adalah kesabaran, namun bukan kesabaran yang hanya diam tetapi sabar dan belajar. Bisa kita lihat ketika kemenangan Islam di Eropa dan perjuangan AS meruntuhkan Komunis. Itu tidaklah sebentar, begitupun Indonesia bila hanya menimbang-nimbang sistem, mengembangkan ataupun merubah, kapan masyarakatnya diurusi, belajar dari masa kelam dan bersabar menjalankan, kita semua menginginkan hal yang sama. Insya Allah....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Eko Wardaya&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6449450996803642263?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6449450996803642263/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/demokrasi-kambing-hitam-plus-minus.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6449450996803642263'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6449450996803642263'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/demokrasi-kambing-hitam-plus-minus.html' title='Demokrasi, Kambing Hitam Plus Minus Indonesia'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-476548033947956304</id><published>2008-04-17T20:29:00.000+07:00</published><updated>2008-04-17T20:33:41.267+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Secarik Motivasi untuk Para Aktivis</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hudzaifah Trisakti - Gerakan da'wah merupakan gerakan yang syumul (universal), sebagaimana karakteristik Islam itu sendiri yang syumuliah. Sehingga membutuhkan sarana yang juga menyeluruh untuk mencapai tujuan dan meraih kemenangan. Segala aktivitas yang menyeluruh senantiasa dilakukan oleh seorang aktivis sebagai bagian dari amal da'wah. Tentu saja tidak hanya sekedar aktivitas saja yang tampak, namun dibalik itu harus ada motivasi dasar dan inspirasi spiritual. Ini adalah modal dasar bagi tercapainya tujuan dan teraihnya kemenangan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motivasi dan inspirasi spiritual ini merupakan dinamika dan kekuatan batin yang menggerakan, mengontrol dan memberinya kekuatan luar biasa. Sebagaimana gunung yang tampak di permukaan laut karena adanya dorongan dari dalam bumi. Tanpa adanya motivasi dalam jiwa, mustahil ummat ini akan bangkit untuk merubah dirinya.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri." (QS. Ar Ra'd: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paling tidak ada tiga hal yang perlu kita tanamkan pada diri kita agar membuat kita semakin termotivasi dalam aktivitas da'wah. Ketiga hal tersebut adalah:&lt;br /&gt;Pertama, kita harus menanamkan pada diri kita bahwa risalah yang kita bawa ini adalah Al Haq, sedangkan yang lain itu adalah Al Bathil. Sebagaimana Rasulullah menanamkan kepada para sahabatnya bahwa risalah beliau adalah sebaik-baik risalah, manhaj beliau adalah yang paling utama, dan syariat yang beliau bawa adalah sistem perundang-undangan paling sempurna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka berpegang teguhlah kamu kepada agama yang telah diwahyukan kepadamu. Sesungguhnya kamu berada di atas jalan yang lurus. Dan sesungguhnya Al Qur'an itu benar-benar adalah suatu kemuliaan besar bagimu dan bagi kaummu dan kelak kamu akan diminta pertanggungan jawab." (QS. Al Zukhruf: 44)&lt;br /&gt;Silakan baca juga firman Allah pada Al Qur'an surat An Naml ayat 79, ataupun surat Al Jatsiyah ayat 18.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kita harus tanamkan dalam hati bahwa selama kita berada dalam kebenaran dan menjadi pembelanya, maka kita berada di atas jalan yang terang. Selain dari yang demikian berarti kegelapan. Untuk itu kita harus siap menjadi pengusung kebenaran ini. Sebagaimana yang Rasulullah tanamkan ke dalam hati para sahabat bahwa selama di tangan mereka tergenggam petunjuk dari langit untuk membimbing manusia, maka konsekuensinya mereka harus menjadi pemandu dan pengarah umat manusia. Mereka harus menjadi pembimbing, pendidik, penunjuk jalan, dan penuntun manusia ke arah kebenaran di atas jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (QS. Ali Imran: 110)&lt;br /&gt;"Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan." (QS. Al Hajj: 78)&lt;br /&gt;Ketiga, kita harus tanamkan dalam hati bahwa selama kita yakin dengan kebenaran dan merasa bangga berpegang padanya, maka selama itu pula Allah beserta kita dan akan menolong kita. Sebagaimana yang Rasulullah tanamkan kepada para sahabat bahwa Allah pasti akan memberi petunjuk, mendukung, dan memenangkan mereka di saat tak satu pun manusia mau menolong, membantu, dan berjuang bersama mereka. Dia akan senantiasa bersama di mana pun mereka berada. Di saat para tentara bumi tidak ada yang mau bangkit bersama mereka, Allah akan menurunkan bantuan dari tentara langit untuk mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al Hajj: 40)&lt;br /&gt;"Allah telah menetapkan: "Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang". Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. Al Mujadilah: 21)&lt;br /&gt;"...Dan Kami selalu berkewajiban menolong orang-orang yang beriman..." (QS. Ar Ruum: 47)&lt;br /&gt;Demikianlah ketiga hal yang harus kita tanamkan kepada diri kita, yaitu iman kepada keagungan risalah Islam, bangga dalam memeluk agama Islam, dan yakin akan datangnya pertolongan Allah. Sebagaimana yang Rasul dan para sahabat yakini, sehingga memperoleh kemenangan yang dijanjikan oleh Allah SWT.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-476548033947956304?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/476548033947956304/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/secarik-motivasi-untuk-para-aktivis_17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/476548033947956304'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/476548033947956304'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/secarik-motivasi-untuk-para-aktivis_17.html' title='Secarik Motivasi untuk Para Aktivis'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-7757483351010255526</id><published>2008-04-17T19:59:00.000+07:00</published><updated>2008-09-08T09:39:02.631+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Opini'/><title type='text'>Dimana Kaum Muda???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_g2zd6lNf-Gk/SAdSNJMFIpI/AAAAAAAAAJg/GNkz81pGZmE/s1600-h/Bendera%2BMerah%2BPutih.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_g2zd6lNf-Gk/SAdSNJMFIpI/AAAAAAAAAJg/GNkz81pGZmE/s320/Bendera%2BMerah%2BPutih.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190207481326150290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Mungkin itu kalimat yang sering kita dengar, namun tak ada yang bisa benar-benar menjawab pertanyaan tersebut. Hanya kita sendiri sebagai kaum muda yang bisa menjawabnya. Plato mengatakan bahwa “Nantinya dalam kehidupannya manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada didalamnya. Karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut untuk keluar dari gua tersebut. Memang mereka bahagia tapi diri mereka kosong dan tak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya, mereka tidak mempunyai mimpi.” Itulah gambaran sebagian besar kaum muda zaman sekarang. Termasuk kita, kaum intelektual. Kita yang terjerumus dalam hegemoni kenikmatan, kita yang ingin mengalihkan kekuasaan dari kaum tua.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Baru-baru ini Sultan HB X menantang kaum muda untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia. Sultan mengatakan, kaum muda belum pernah mengungkapkan deklarasi nyata selama Indonesia merdeka. Terakhir, deklarasi kaum muda diungkapkan 79 tahun yang lalu lewat Sumpah Pemuda tahun 1928. bisakah kita menjawab tantangan Sultan? Lagi-lagi hanya kita sendiri yang bisa menjawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyimak apa yang dikatakan oleh Plato dan Sultan, harusnya kita menjadi sadar dan tertantang bahwa kita harus bergerak, keluar dari gua yang gelap jauhkan diri dari zona kenyamanan. Kita harus mempunyai konsepsi yang jelas untuk mengalihkan kekuasaan dari kaum tua yang mengacau. Jangan cuma berkata, tapi bergerak. Kita telah diberikan waktu dan kekuatan oleh Tuhan untuk membuat sebuah pilihan. Sebuah pilihan yang benar-benar menentukan. Inilah saatnya kita sebagai kaum intelektual menjawab segala tantangan termasuk tantangan dari Sultan untuk membuat deklarasi nyata arah perjalanan Indonesia… Tunjukan idealisme kita sebagai anak Ibu Pertiwi… Allahu Akbar!!! Hidup Mahasiswa!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Ketua Umum KAMMI Komisariat AKA&lt;br /&gt;Eko Wardaya&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-7757483351010255526?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/7757483351010255526/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/mungkin-itu-kalimat-yang-sering-kita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7757483351010255526'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7757483351010255526'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/mungkin-itu-kalimat-yang-sering-kita.html' title='Dimana Kaum Muda???'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_g2zd6lNf-Gk/SAdSNJMFIpI/AAAAAAAAAJg/GNkz81pGZmE/s72-c/Bendera%2BMerah%2BPutih.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-4300701680287626393</id><published>2008-04-02T15:00:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T13:19:00.189+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Sembilan Energi Positif Mengatasi Kekecewaan di Jalan Da'wah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hudzaifah.org - Beberapa kisah di bawah ini bukanlah fiktif, namun benar-benar terjadi di dalam perjalanan da’wah yang mendaki lagi sukar, sebagai sebuah sunnatullah untuk memisahkan orang-orang munafiq dari barisan orang-orang yang beriman, sebagai seleksi dari Allah Subhanahu wa Ta’ala untuk membedakan antara loyang dan emas.&lt;br /&gt;Janganlah berpecah belah, kita semua bersaudara.&lt;br /&gt;Janganlah merasa lebih, sesama kita.Mengapa kau patahkan pedangmu sehingga musuh mampu membobol bentengmu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seorang ustadz berkisah tentang dua orang akhwat yang sangat tangguh dan berkualitas di jalan da’wah. Mereka ada dalam ’satu kandang” da’wah. Namun sangat disayangkan, hal itu justru menimbulkan persaingan da’wah yang tidak sehat di antara mereka. Futur melanda, situasi ’panas” dan akhirnya seorang dari mereka melepas jilbabnya dan yang lainnya, hengkang dari jalan da’wah. Kekecewaan sangat mendalam, hingga berguguranlah mereka dari jalan yang mulia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ana tidak mau ikut-ikut (da’wah ’red) lagi, habis adik-adiknya susah diatur!”, ucap seorang kader senior yang mendapat amanah sebagai mas’ul sebuah departemen lembaga da’wah. Ia memutuskan untuk tidak mau terlibat lagi dalam pergerakan da’wah. Ia mengaku kesal, kecewa dan jera dengan sikap adik-adik kampus yang ”bandel” alias tidak taat pada perintahnya dan sering protes kepadanya. Kini ia berjalan sendiri di tengah dunia hedon, keluar dari lingkaran da’wah. Ia merasa ’menang” dengan tindakannya itu karena ia beranggapan bahwa dengan demikian, lembaga da’wah telah kehilangan satu kadernya.&lt;br /&gt;Di sebuah pengajian rutin, dua orang ikhwan dalam kondisi perang dingin. Bila yang satu datang, yang lain pasti tak mau datang hingga muncul motto, Tidak boleh ada dua singa dalam satu kandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-Sebab Kekecewaan&lt;br /&gt;Tidak ada asap kalau tidak ada api. Kekecewaan dapat muncul karena ada keinginan yang tidak terpenuhi, tak terpuaskan. Kecewa yang kita bicarakan adalah kecewa di jalan da,wah. Kekecewaan ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan penyebab kekecewaan yang seringkali terjadi adalah:&lt;br /&gt;Pertama, kekecewaan aktivis karena jengah melihat jurang yang dalam antara idealisme dan realitas, antara ilmu dan amal. Sebagai contoh, sang aktivis membaca shirah nabawiyah yang di dalamnya dikisahkan bagaimana indahnya ukhuwah sang nabi dan para sahabat, pun firman Allah Subhanahu wa Ta’ala bahwa, ”Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” Tapi realitanya, ukhuwah itu tidak ia dapatkan di lapangan, justru sebaliknya.&lt;br /&gt;Kedua, kekecewaan akitivis yang lebih dilandasi hawa nafsu dan tipu daya syetan, karena tidak tercapainya ambisi pribadi. Contoh ambisi pribadi itu adalah, ingin menjadi pemimpin, ingin kata-katanya selalu didengar, ingin pendapatnya harus diterima, pun tidak mau menerima nasehat dari yang ia anggap ”lebih rendah” dan merasa diri paling berjasa dengan motto, ‘Kalau bukan karena ane, ngga bakal jalan da’wah ini.&lt;br /&gt;Ketiga, kekecewaan aktivis karena tidak puas dengan kebijakan-kebijakan qiyadah (pemimpin), keputusan syuro, kondisi da’wah yang selalu dibebankan padanya dan manajemen lembaga da’wah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Feed Back Positif dan Negatif&lt;br /&gt;Tak ada manusia yang tak pernah kecewa karena sesungguhnya kecewa itu manusiawi. Hanya saja, feed back dari kekecewaan itu berbeda pada diri setiap orang. Ada orang-orang yang mampu mengatasi dan mengubah kekecewaan itu dengan energi positif yang konstruktif, namun ada juga orang-orang yang tidak mampu mengatasinya karena lebih didominasi energi negatif yang desdruktif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekecewaan tak lagi syar’i bila didasari hawa nafsu, dan bukan atas dasar kebenaran (al haq). Tak lagi rasional bila kemudian berubah menjadi kedengkian dan kebencian yang menghancurkan diri sendiri dan memporak-porandakan teman-teman di sekelilingnya, menjadi duri dalam daging. Maka motto yang sebaiknya ada dalam diri kita adalah, ”Jangan terlalu banyak menuntut, jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9 Energi Positif&lt;br /&gt;Ada sembilan energi postif yang dapat menjadi bahan bakar di dalam jiwa untuk mengatasi kekecewaan yang melanda, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tentara terdepanmu adalah keikhlasan&lt;br /&gt;“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang dia pun mengerjakan kebaikan”. (QS. An Nisaa: 125)&lt;br /&gt;Meminjam istilah dari sebuah artikel yang pernah penulis baca, Tentara Terdepanmu adalah Keikhlasan. Istilah ini sangat tepat karena memang keikhlasan adalah garda terdepan kita untuk menghadapi segala rintangan di jalan da’wah. Keikhlasan membuat kita tak kenal lelah dan tak kenal henti dalam menyampaikan Al Haq karena tujuan kita hanya satu, Allah Subhanahu wa Ta’ala. Jika tujuan kita menyimpang kepada yang sifatnya duniawi, maka saat tujuan itu tak tercapai, kita akan mudah kecewa dan berbalik ke belakang. Bila berda’wah lantaran mengharapkan apa-apa yang ada pada manusia, berupa penghormatan, penghargaan, pengakuan eksistensi diri, popularitas, jabatan, pengikut dan pujian, maka hakekatnya kita telah berubah menjadi hamba manusia, bukan lagi hamba Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;Kisah yang sangat menarik ketika Khalid bin Walid selaku panglima perang yang notabene sangat berjasa bagi kaum muslimin, tiba-tiba diturunkan jabatannya menjadi prajurit biasa, oleh Khalifah Umar bin Khattab. Namun Umar melakukan itu karena melihat banyaknya kaum muslimin yang mengelu-elukan kepahlawanan dan cenderung mengkultuskan Khalid, sehingga Umar khawatir hal itu akan membuat Khalid menjadi ujub (bangga diri), yang dapat berakibat hilangnya pahala amal-amal Khalid di hadapan Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Dan subhanallah”., Khalid tidak marah ataupun kecewa karena jabatannya diturunkan, bahkan ia tetap turut berperang di bawah komando pimpinan yang baru. Ketika ditanya tentang hal itu, Khalid menjawab dengan tenang, ”Aku berperang karena Allah Subhanahu wa Ta’ala, bukan karena Umar. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Harus Tahan Beramal Jama’i&lt;br /&gt;”Dan berpeganglah kamu semuanya kepada Tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai” (QS. Ali Imran: 103)&lt;br /&gt;Beramal jama’i itu jalannya tak selalu datar, ada kalanya mendaki, karena dalam beramal jama’i, kita akan menemui berbagai macam sifat manusia, berbagai pemikiran, fitnah dari luar, pun dari dalam. Namun bagaimanapun buruknya kondisi jamaah, tetap saja amal jama’i itu lebih baik dan lebih utama daripada sendirian. Ali bin Abi Thalib berkata, “Keruhnya amal jama’i, lebih aku sukai daripada jernih sendirian.”&lt;br /&gt;Kekuatan utama kita adalah persatuan kaum muslimin. Sesungguhnya kekalahan kita saat ini bukanlah karena kehebatan bersatunya kaum kuffar, tetapi karena tidak bersatunya kaum muslimin. ”Kejahatan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisir.’&lt;br /&gt;Orang-orang yang memisahkan diri dan lari dari barisan da’wah, sesungguhnya tidak akan membuat barisan da’wah itu melemah atau kehilangan kader, justru barisan itu akan semakin solid dan kokoh karena mengindikasikan yang tergabung di dalamnya, tinggallah orang-orang yang teruji memiliki jiwa-jiwa pemersatu. Inilah sebuah sunnatullah yang senantiasa berlaku untuk membedakan antara loyang dan emas. Jadi, kita harus tahan beramal jama’i !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bermanfaat bagi orang lain&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, ”Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.” (HR. Qudhy dari Jabir).&lt;br /&gt;Bila kita melihat ukhuwah dalam barisan da’wah ternyata belum seindah seperti shirah yang kita baca, atau ternyata hijab di lembaga da’wah amat cair, maka adalah sangat wajar bila kita kecewa. Tetapi kekecewaan itu janganlah dipelihara, jangan justru membuat kita bersungut-sungut, menuntut lebih, berkeluh kesah, apatah lagi sampai memisahkan diri dari barisan. Mari ubah sudut pandang, dan kita tekankan bahwa segala kekurangan yang ada pada barisan da’wah adalah justru menjadi kewajiban kita untuk membenahinya. ”Jangan banyak menuntut, jadikan diri kita bermanfaat bagi orang lain.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Penuhi hak sesama muslim&lt;br /&gt;- Saling menasehati. (QS. Al Ashr: 1-3)&lt;br /&gt;Kekurangan dalam diri qiyadah, jundi, lembaga, manajemen, hendaknya disampaikan dalam bentuk nasehat. Untuk yang sifatnya pribadi - sebagai adab nasehat- adalah disampaikan tidak dalam forum, tetapi disampaikan pribadi, berdua saja, dalam rangka saling berpesan untuk nasehat menasehati dalam menetapi kesabaran. Karena bila kita memberi nasehat dihadapan orang banyak, maka itu sama saja dengan membuka aibnya dan menjatuhkannya, apalagi bila sampai melakukan sidang layaknya menghakimi terdakwa. Sangatlah tipis perbedaan antara orang yang ingin menasehati karena landasan kasih sayang, dengan orang yang menasehati karena sekaligus ingin membuka aib saudaranya, sehingga membuat diri yang dinasehati seakan lebih rendah, dari yang menasehati.&lt;br /&gt;- Lemah lembut. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman tentang salah satu ciri jundullah (tentara Allah), yaitu ”..yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min (QS. Al Maidah: 54)&lt;br /&gt;- Jangan dengki. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, ”Takutlah kamu semua akan sifat dengki sebab sesungguhnya dengki itu memakan segala kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar.” (Riwayat Abu Daud dari Abi Hurairah)&lt;br /&gt;- Jangan suudzon. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian dari prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain” (QS. Al Hujuurat: 12)&lt;br /&gt;- Berendah Hatilah. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman.’ (QS. An Naml: 215)&lt;br /&gt;- Jangan Berbantahan&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”..dan Janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menjadikan kamu gentar, dan hilang kekuatanmu”(QS. Al Anfaal:46). Berbantah-bantahan sesama kita, padahal musuh di luar, sudah siap menerkam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Musuh terbesar kita adalah syetan&lt;br /&gt;Musuh kita bukanlah seorang muslim, apatah lagi sesama aktivis. Musuh terbesar kita adalah iblis dan bala tentaranya. Mereka senantiasa akan merusak ukhuwah kita dari kiri, kanan, depan, dan belakang (QS. Al A’raf: 17). Hendaknya kita senantiasa ingat akan janji iblis untuk menyesatkan hamba-hamba-Nya (QS. Al Israa:62). Ini akan menjadi landasan kita untuk selalu menatap saudara kita dengan penuh kasih sayang karena boleh jadi saat saudara kita menyakiti kita, adalah lantaran banyaknya syetan di sekelilingnya yang terus menerus membisikinya untuk membenci kita, demikian pula sebaliknya, bisa jadi syetan menghembuskan prasangka-prasangka di dalam benak kita. Maka, mari kita jadikan syetan sebagai musuh bersama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Sukses da’wah bukanlah karena kehebatan kita&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”Maka, bukan kamu yang membunuh mereka, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka. Dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar” (Al Anf’l: 1)&lt;br /&gt;Ayat ini menyatakan bahwa kemenangan dalam medan peperangan, pun dalam suksesnya da’wah, bukanlah karena kepintaran kita dalam membuat strategi da’wah, tetapi tak lebih karena pertolongan dari Allah. Jika tidak, maka apa bedanya kita dengan Qarun yang berkata, ”Sesungguhnya aku hanya diberi harta itu, karena ilmu yang ada padaku”.. (QS. Al Qashash:78). Dan kita lihat bagaimana ending kehidupan dari Qarun yang ditenggelamkan Allah Subhnahu wa Ta’ala ke perut bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Mujahid itu teman kita sendiri&lt;br /&gt;Mujahid dan mujahidah itu sesungguhnya ada di sekeliling kita, di dekat kita. Ya, bisa jadi mereka adalah teman-teman kita sendiri. Maka sangat aneh bila kita kerap kali menitikkan air mata saat ingat mujahid-mujahid di Palestina, Iraq, Chechnya, Afghanistan, dan lain-lain, tetapi dengan saudara-saudara mujahid di sesama lembaga saja, kita tidak bisa berlapang dada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Ingat Kematian&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, ”Perbanyaklah kalian mengingat mati, sebab seorang hamba yang banyak mengingat mati, maka Allah akan menghidupkan hatinya, dan Allah akan meringankan baginya rasa sakit saat kematian.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Doakan di shalat malam kita&lt;br /&gt;Doa adalah senjata orang-orang beriman dan bila kita mendoakan saudara muslim kita tanpa sepengetahuannya, maka para malaikat akan berkata, ”untuk kamu juga”. Rasulullah Shalallahu Alaihi wa sallam bersabda, "Tidak seorang Muslim pun mendoakan kebaikkan bagi saudaranya sesama Muslim yang berjauhan melainkan malaikat mendoakannya pula. Mudah-mudahan engkau beroleh kebaikkan pula." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Penutup&lt;br /&gt;Menyatakan diri sebagai orang beriman, sebagai seorang du’at (pengemban da’wah), sebagai seorang aktivis da’wah, sesungguhnya mengandung konsekuensi yang tidak ringan. Yaitu kita senantiasa akan mendapat ujian keimanan dari sang pemilik 99 Al Asmaul Husna. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ”Apakah kamu mengira bahwa kamu akan dibiarkan (begitu saja), sedang Allah belum mengetahui (dalam kenyataan) orang-orang yang berjihad di antara Kamu” (QS. 9:16). Dan di surat lainnya, “Apakah kamu mengira kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu cobaan sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta macam-macam cobaan." (QS. Al-Baqarah:214)&lt;br /&gt;Tersenyumlah dalam duka dan tenanglah dalam suka. Insya Allah dengan mengingat sembilan energi positif, akan membuat kita bersabar, dan enggan berpisah dari jalan da’wah ini. ”Dan janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.”(QS. Ali Imran: 139). (AW)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-4300701680287626393?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/4300701680287626393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/sembilan-energi-positif-mengatasi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4300701680287626393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4300701680287626393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/sembilan-energi-positif-mengatasi.html' title='Sembilan Energi Positif Mengatasi Kekecewaan di Jalan Da&apos;wah'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-7512404171486909543</id><published>2008-04-02T14:53:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T13:21:13.997+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Resolusi Rencana</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karakteristik rencana yang bagus&lt;br /&gt;Terbiasakah anda menghadapi tahun baru dengan seabrek perencanaan dan program? Rasanya sudah umum kita menghadapi tahun baru dengan segudang perencanaan. Seperti kata orang, gagal dalam merencanakan sesuatu berarti sama dengan merencanakan kegagalan. Kalau melihat praktek hidup, pengertian "gagal dalam merencanakan sesuatu" di situ ternyata bukan tidak memiliki rencana, tetapi adalah: gagal dalam membuat rencana yang bagus.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Seperti apa rencana yang bagus itu? Kalau dijawab dengan kesimpulan yang pendek, rencana yang bagus adalah rencana yang bisa kita jalankan dan telah terbukti membawa manfaat buat kita. Rencana yang bagus itu bukanlah rencana yang kita susun dengan kalimat yang memukau dan fantastis "bagusnya". Bahkan terkadang rencana yang bagus itu tidak identik dengan apakah rencana itu ditulis atau tidak. Ada sebagian orang yang sudah melatih otak dan intuisinya untuk membuat perencaan tanpa pakai tulisan dan nyatanya berjalan dengan bagus. Tetapi tidak sedikit pula yang sudah merumuskannya sedemikian rupa namun nyatanya rencana itu tinggal rencana. Tentu yang saya maksudkan di sini di luar konteks kehidupan organisasi atau tim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum, ciri-ciri rencana yang bagus itu bisa dijabarkan antara lain:&lt;br /&gt;Pertama, rencana itu didasari oleh pengetahuan yang akurat tentang kemampuan kita dalam menjalankan rencana. Semua orang punya kemampuan, hanya memang kadar dan ukurannya berbeda-beda. Ibarat mesin, jika kekuatan mesin itu seratus tetapi kita bebani tugas yang mestinya dipikul oleh mesin berkapasitas seribu, ya kemungkinannya gagal. Karena itu, apa yang sering dikatakan orang bahwa pengetahuan-diri itu kunci, berlaku juga dalam perencanaan. Ini juga berlaku untuk perencaan pribadi ataupun 'company'.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan ada yang mengatakan, sebanyak apapun kita mengetahui isi dunia ini namun jika tidak didukung pengetahuan-diri yang bagus, ini sama artinya dengan tidak mengetahui apapun. Wah, sedahsyat itu? Ya. Alasannya sangat jelas. Pengetahuan kita tentang isi dunia ini (informasi, peluang, dst) akan berguna kalau digunakan. Untuk bisa menggunakan itu tentu kuncinya adalah mengetahui kadar kemampuan yang kita miliki. Karena itu, belajar dari temuan di manajemen, sebagian besar penyebab gagalnya rencana itu terletak pada kemampuan seseorang dalam menjalankan rencana (eksekusi), bukan pada rencananya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, rencana itu didasari oleh pengetahuan yang akurat tentang sesuatu yang kita rencanakan. Pengetahun ini terkait dengan dua hal, yaitu: a) uji-realitas, dan b) faktor-faktor eksternal yang relevan. Katakanlah kita berencana untuk menekuni profesi / pekerjaan baru di tahun 2007 ini. Sekedar untuk menulisnya di komputer atau di atas kertas, apapun yang kita rencanakan itu memang sah-sah saja. Tetapi jika rencana itu ternyata belum cocok dengan kenyataan yang kita hadapi, atau karena ketidaktahuan kita, ya mungkin saja rencana kita akan mendek alias tidak jalan. Karena itu, banyak nasehat yang menyarankan agar kita memiliki plan B atau C. Ada pepatah yang mengatakan: "pikir dulu masak-masak baru membuat rencana." Berpikir masak di sini tentu maksudnya bukan berpikir terlalu lama (kelamaan mikir), tetapi memikirkan tingkat kesesuaian rencana dengan keadaan eksternal yang kita hadapi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, rencana itu didasari oleh pengalaman dalam menjalankan rencana-rencana sebelumnya. Kita mungkin sudah sering mendengar istilah power of story. Istilah ini digunakan untuk menyebut keadaan mental seseorang yang dihasilkan dari pengalaman atas kemenangannya / keberhasilannya di masa lalu. Kalau kita terbiasa berhasil dalam menjalankan rencana di masa lalu, biasanya punya peluang berhasil yang jauh lebih besar. "Keberhasilan membuka jalan yang lebih lebar untuk keberhasilan baru."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita memiliki power story yang banyak, makanya disarankan membuat rencana yang kira-kira tingkat keberhasilannya itu di atas 80 %. Caranya bagaimana? Selain butuh pengetahuan yang akurat, seperti yang sudah kita bahas di muka, dibutuhkan juga komitmen yang kuat untuk menjalankan rencana yang sudah kita buat. Pasalnya, sekali kita membiarkan tidak bisa menepati rencana yang telah kita bikin, lama-kelamaan ini akan menjadi kebiasaan.&lt;br /&gt;Intinya, meminjam istilah dalam teori kompetensi, membuat perencaan yang bagus itu merupakan kompetensi atau kemampuan di mana ada skala di dalamnya. Skala ini bisa mulai dari yang terendah sampai ke yang tertinggi. Kalau kita membuat perencanaan asal membuat, asal menggoreskan pena, asal menuangkan keinginan dan khayalan, lalu sebagian besarnya gagal atau menjadi dokumen tak bernilai apapun, mungkin saja skala kita masih rendah. Ini berarti kita perlu menajamkan kemampuan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaudit kegagalan&lt;br /&gt;Kenapa kita masih gagal dalam membuat rencana yang bagus? Sebagai bantuan untuk melakukan audit, coba anda cek ulang hal-hal di bawah ini:&lt;br /&gt;Pertama, level kesungguhan. Rencana itu jelas tidak berjalan sendiri. Agar rencana bisa berjalan, dibutuhkan energi atau dorongan untuk menjalankannya. Tentu ini sudah kita ketahui. Yang terkadang masih kerap kita lupakan adalah seberapa banyak dorongan atau energi yang kita curahkan untuk sebuah rencana?&lt;br /&gt;Besar-kecilnya energi (level kesungguhan) sangat berpengaruh pada gagal-berhasilnya sebuah rencana. Kalau orang berencana membuang sampah, tentu sampah itu tidak berjalan sendiri ke tong sampah. Agar sampah pindah, dibutuhkan tenaga, energi atau dorongan. Ini contoh kecil yang ditegaskan oleh Tom Peters tentang pentingnya sebuah energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara soal energi atau dorongan ini, tentu ada tingkatannya. Kalau meminjam istilah yang dipakai Dave Francis &amp;amp; Mike Woodcock dalam bukunya The Unblocked Manager (1982), ada orang yang hanya punya dorongan atau keinginan mulut (superficial). Kita sudah menyusun rencana sedemikian rupa namun keinginan kita untuk menjalankannya setengah-setengah atau tidak utuh. Ibarat memotong kayu, biarpun alat kita bagus, tehnik kita bagus, dan rencana kita bagus, namun kalau kita memotongnya setengah hati, sulit diharapkan rencana itu akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Level keinginan kedua disebut underlined. Kita sudah membuat perencanaan dengan alasan-alasan yang cukup mendasar, dan sudah menjalankannya, namun masih kurang sustainable (berkelanjutan). Dibilang sudah bagus memang sudah bagus jika dibanding dengan yang superficial itu, namun kalau yang kita inginkan hasil yang lebih bagus lagi, maka yang kita butuhkan adalah level kesungguhan yang lebih tinggi, yaitu sustainable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya, kita perlu menyusun rencana sebagai bentuk kelanjutan dari yang sudah pernah kita rencanakan, menjalankan rencana itu berdasarkan aktivitas harian, dan menjalankannya sepenuh hati. Jika kita sudah berhasil punya kesungguhan di level ini, sampai pun rencana kita belum berhasil, biasanya kita akan mendapatkan hal lain yang nilainya sama atau yang lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, kelengkapan. Untuk menjalankan sebuah rencana itu dibutuhkan pula alat, teknologi, resource, fasilitas, atau modal. Ini kerapkali bukan penentu (determinant factor), tetapi menjadi penunjang keberhasilan (supportive) atau syarat utama. Dalam hal ini, gagalnya sebuah rencana itu umumnya terkait dengan dua hal: a) kita kurang mengoptimalkan penggunaan alat atau resource yang sudah ada, atau b)kita membuat perencanaan yang membutuhkan alat atau resource yang tidak kita miliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkait dengan kelengkapan ini, mungkin yang penting untuk diaudit adalah: sudahkah kita membuat perencanaan yang benar-benar sesuai dengan resource yang ada di kita atau yang bisa kita gunakan meski itu bukan milik kita. Menyesuaikan rencana dan kelengkapan inilah yang termasuk esensi menajamen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita ingat bahwa salah satu esensi manajemen itu adalah menyiasati keterbatasan (limiting factor). Semua orang menghadapi keterbatasan; tidak ada manusia yang punya resource berlebih berdasarkan keadaannya. Kalau konteknya usaha, keterbatasan itu antara lain: a) material, b) finansial, c) SDM, dan d) kontrol terhadap faktor eksternal. Nah, manajemen punya tugas untuk menciptakan aksi yang dapat menyiasati keterbatasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kesesuaian metode dan lingkungan. Menjalankan rencana itu dibutuhkan metode, cara, tehnik yang cocok untuk lingkungan yang cocok dan orang yang pas. Sekedar untuk ingin tahu tip, tehnik atau resep yang umum-umum, ini banyak. Cuma, memilih yang cocok dengan kita dan keadaan yang melingkupi kita inilah yang tidak selalu sederhana. Seperti kata seorang musikus ternama, tehnik bermain gitar yang paling bagus itu adalah tehnik yang kita temukan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut saran David Sirota dan Michael Irwin, dua kolomnis Harvard Management Update ini, dibutuhkan apa yang sebut scanning. Scanning di sini kira-kira maksudnya adalah kita membuat semacam potret lingkungan dan potret diri di alam pikiran kita berdasarkan informasi dan pengetahuan yang kita miliki. Sebetulnya, kata dua orang itu, semua orang telah melakukan scanning. Bedanya, ada yang melakukannya secara aktif dan ada yang melakukannya secara pasif. Active scanning biasanya dilakukan berdasarkan pertanyaan-pertanyaan mendasar, misalnya: apa yang bisa saya lakukan berdasarkan keadaan saya (internal dan eksternal)? Sementara, passive scanning umumnya hanya berdasarkan "katanya-katanya" yang tidak jelas.&lt;br /&gt;Nah, terkait dengan memilih metode, teknik dan lingkungan itu, mungkin tidak ada cara yang lebih tepat selain harus melakukan pembelajaran (learning) dengan resiko terkadang harus ada yang salah. Learning yang dimaksud di sini adalah proses pengembangan diri dan perbaikan melalui serangkaian aktivitas yang kita lakukan. Learning adalah perubahan pada prilaku, kebiasaan dan budaya melalui pengalaman atau praktek (pengetahuan dan skill).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mau pakai pemikiran Robert J. Stenberg, menemukan tehnik atau metode yang bagus itu terkait dengan apa yang disebut dengan Tacit Knowledge. Pengetahuan ini memiliki ciri-ciri antara lain: a) pengetahuan ini adalah sebuah prosedur di dalam diri seseorang tentang bagaimana sesuatu harus dikerjakan, b) pengetahuan ini merupakah buah dari pembelajaran-diri bukan buah dari diajar oleh pihak lain, dan c) pengetahuan ini bersifat sangat pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jebakan dalam membuat perencanaan&lt;br /&gt;Seperti biasa, semua stretegi ada jebakannya. Planning sebagai strategi dalam menjalani hidup pun ada jebakannya. Di antara jebakan itu adalah misalnya:&lt;br /&gt;Pertama, terlalu kaku dan terlalu "mate-matis". Jangan sampai kita malah menjadi orang yang kaku dalam menghadapi realitas gara-gara punya rencana. Esensi dari perencanaan adalah bantuan (an aid to performance) untuk menjalani hidup ini. Dengan memiliki rencana yang bagus diharapkan hidup kita lebih teratur dalam menggunakan waktu dan lebih "fulfille" dalam menggunakan potensi yang kita miliki sehingga kita bisa merealisasikan tujuan-tujuan penting menurut hidup kita masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjalankan rencana di lapangan itu mirip seperti yang dikatakan Bruce Lee. "Saat anda sedang bertempur, jangan lagi menghafal buku panduan. Fokuskan pada bagaimana bertempur dan bersiasat." Artinya, memiliki rencana itu perlu, tetapi dalam menjalankannya harus seirama dengan realitas atau masalah yang kita hadapi. Jangan sampai kita terpukul oleh masalah gara-gara menghafal rencana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, memberangus intuisi dan kreativitas. Kerapkali kita ditantang untuk memutuskan sesuatu yang cepat tetapi tidak / belum memiliki informasi yang lengkap. Bekal yang diberikan Tuhan untuk menghadapi ini adalah intuisi, feeling, kata hati, kecondongan naluri, dan semisalnya. Meminjam istilah Nick Tasler, kita perlu belajar thingking without thingking (berpikir tanpa harus mikir terlalu lama). Nah, jangan sampai gara-gara terlalu menghafal rencana sehingga kita lupa menajamkan intuisi. Milikilah rencana tetapi tajamkan juga intuisi dan kreativitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menjadi orang egois gara-gara punya rencana. Punya rencana hidup yang mandiri, ini tentu OK. Tetapi bila hanya rencana kita yang selalu kita pikirkan lalu mengabaikan hal-hal yang terkait dengan kebaikan hubungan kita dengan orang lain, ini tentu tidak OK. Biasanya, hal-hal yang melanggar kode etik kehidupan itu malah membuat langkah kita terhambat atau tidak lancar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, rencana tanpa sasaran yang jelas. Jangan lupa mencantumkan sasaran dari rencana yang anda buat. Ini selain dapat membuat kita fleksibel, pun juga berfungsi sebagai ukuran atau standar. Kenapa sasaran bisa membuat kita menjadi lebih fleksibel? Kalau sasaran kita jelas, biasanya kita tidak terlalu memati-matika-kan tehnik. Tehnik itu bisa berubah berdasarkan keadaan, tetapi hendaknya tujuan kita harus tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, bongkar pasang rencana karena nafsu sesaat. Sebetulnya tidak ada masalah kita mengganti rencana (plan B atau plan C) sejauh itu kita lakukan dengan pertimbangan dan alasan yang jelas. Yang kerap menghambat langkah kita adalah ketika kita suka bongkar-pasang rencana hanya karena nafsu, tidak didasari pertimbangan, alasan dan tujuan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kalau kita sudah membuat rencana, sudah menjalankan rencana, sudah memiliki sasaran dari setiap rencana, namun tetap saja banyak yang gagal? Terkadang kita perlu berpikir bahwa sejauh hidup kita itu berubah ke arah yang lebih bagus, itu masih positif. Apa yang dipesankan orang bijak itu lebih sering masih berlaku: "Sejauh kau mengoptimalkan penggunaan waktu, potensi, resource yang kami miliki, maka kau akan mendapatkan keinginanmu. Jika keinginanmu belum kau dapatkan, kau pasti akan mendapatkan keinginan lain yang nilainya sama atau bahkan lebih bagus." "Sebagian besar kesuksesan muncul dari kegagalan. Saya menjadi seorang kartunis karena saya gagal meraih tujuan saya menjadi eksekutif", begitu kata Scott Adams, seorang kartunis Amerika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-7512404171486909543?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/7512404171486909543/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/resolusi-rencana.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7512404171486909543'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/7512404171486909543'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/resolusi-rencana.html' title='Resolusi Rencana'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-4969719875528734568</id><published>2008-04-02T14:50:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T13:41:31.149+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Menggali Kekuatan Diri</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Siapa yang tak ingin punya kekuatan? Selama ini kita mengasosiasikan kekuatan dengan harta dan materi, jabatan, kekuasaan atau keahlian. Menurut Hukum Sebab-Akibat (The law of cause and effect) pengertian kekuatan di atas lebih banyak mengarah pada pengertian kekuatan sebagai akibat dari pada sebuah sebab. Kepemilikan materi adalah akibat, karena tidak ada orang yang lahir dengan materi. Jabatan adalah akibat karena jabatan tidak pernah mendatangi seseorang kecuali setelah kita memiliki alasan untuk menerima jabatan (kehormatan). Keahlian pun akibat karena tidak semua orang yang punya ilmu atau punya pengalaman bisa dikatakan ahli kecuali setelah ada usaha mensinergikan keduanya. Jadi, jika ada akibat, pastilah ada sebabnya. Lalu apakah atau siapakah yang layak menjadi sebab itu? Jawabannya adalah, kekuatan diri.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan, Keputusan, dan Tanggung Jawab&lt;br /&gt;Kekuatan diri adalah kekuatan yang lahir dari dalam diri pribadi kita. Kalau menurut pengalaman sejumlah orang berprestasi di bidangnya dan pendapat para pakar SDM, kekuatan diri ini bisa bermacam-macam bentuknya tetapi mengacu pada sebuah poin penting berikut ini.&lt;br /&gt;Arnold Schwarzenegger menyimpulkan bahwa kekuatan itu tidak didapat dari kemenangan (winning) misalnya saja kekuasaan, kekayaan atau keahlian tetapi dari perjuangan meraih kemenangan itu. "Ketika kamu terus berjuang melawan rintangan dan bersumpah tidak akan menyerah, maka itulah kekuatan". Kalau kita menang lalu kemenangan itu akan membuat kita kuat, tentu ini sudah pasti, tetapi adakah kemenangan yang diraih oleh lemahnya perjuangan?&lt;br /&gt;Perjuangan (baca: Usaha) akan membuat orang dari yang semula bukan apa-apa berubah menjadi apa-apa; mengubah seseorang dari yang semula tidak memiliki apa-apa menjadi memiliki apa yang diinginkan. Sebaliknya tanpa kekuatan dan perjuangan akan membuat orang yang semula memiliki, berubah menjadi tidak memiliki; mengubah orang yang semula "menjadi" ke tidak menjadi.&lt;br /&gt;Kekuatan diri juga mengacu pada kekuatan keputusan hidup. Semua orang pada dasarnya sudah mengambil keputusan untuk hidupnya dan sepanjang hidupnya. Tetapi, ada keputusan yang mencerminkan kekuatan diri dan ada pula keputusan yang mencerminkan kelemahan. Keputusan yang pertama adalah keputusan yang lahir dari dalam diri kita dengan kesadaran bahwa kita sedang memutuskan sesuatu; dengan pemahaman bahwa keputusan yang kita ambil tidak bertentangan dengan aspek ke-diri-an kita, kemampuan kita dan arah hidup yang kita tuju. Lao-Tzu menyimpulkan bahwa orang yang sudah menang melawan dirinya (baca: bisa menyuruh dan melarang) adalah orang yang punya kekuatan.&lt;br /&gt;Sementara keputusan yang kedua adalah, keputusan yang didapat dengan cara menerima semua pendapat orang lain ATAU menolak semua pendapat orang lain. Menerima seluruhnya adalah kelemahan sedangkan menolak seluruhnya adalah kekerasan-kepala (stubborn) yang juga cermin dari kelemahan. Menerima dan menolak seluruhnya adalah cerminan dari keputusan yang bukan dengan kesadaran dan pemahaman dari dalam melainkan ikut-ikutan pada tawaran (stimuli) dari luar tanpa proses pengolahan di dalam, atau bisa jadi karena impulsivitas emosi. Sehingga, ketika keputusan itu dijalankan, perbuatan yang dilahirkan oleh keputusan itu biasanya bukanlah aksi (tindakan atas dasar niat) tetapi reaksi (tindakan tanpa niat).&lt;br /&gt;Kekuatan diri juga bisa berbentuk tanggung jawab untuk mengambil, memilih dan melaksanakan tugas-tugas yang diperlukan untuk menjadi penyebab (sumber solusi) bagi diri kita. Memang, manusia lahir sebagai akibat dari kreativitas Tuhan. Namun kita pun diberi tugas untuk mengubah keadaan kita yang awalnya "hanya" sebagai akibat, menjadi sebab.&lt;br /&gt;Sebenarnya, kita sudah diberi kemampuan untuk menjadikan tugas sebagai sebab, namun kemampuan itu masih bersifat laten (tidak actual/termanifestasikan). Kita sendiri yang harus menggali, mengasah dan mengembangkan kemampuan yang ada (potensi, prestasi, keahlian, ketrampilan), yang sejauh ini masih bersifat laten.&lt;br /&gt;Agar kita tidak terlalu lama "menganggur" dan jadi "passive" dalam status "akibat", adalah dengan mengubah paradigma berpikir kita, dan memperbaharui pemahaman diri - bahwa kita adalah penyebab. Konsekuensinya, kita harus makin bertanggung jawab pada hidup dan diri kita sendiri, karena kitalah yang menginginkan hidup ini menjadi lebih baik. Besar-kecilnya rasa tanggung jawab seseorang terhadap perubahan status hidupnya, dari akibat menjadi penyebab - akan menentukan besar-kecilnya aksi serta usaha yang dikeluarkan untuk meraih prestasi. George Washington Carver menyimpulkan bahwa 99% kegagalan, justru berasal dari sikap mental kita yang membiarkan diri ber-status "akibat".&lt;br /&gt;Selama kita tidak pernah mengaktifkan potensi itu menjadi prestasi atau pun kemampuan aktual, selama itu pula kita tidak akan pernah tahu kelebihan kita. Seperti yang dikatakan oleh Martina Grim bahwa kreasi yang kita hasilkan, sesungguhnya merupakan materi yang menunjukkan siapa diri kita. Selama kita menyalahkan orangtua, lembaga, atau lingkungan sebagai penyebab kelemahan kita, selama itu pula kita tidak pernah berusaha untuk memperkuat diri. Kathy Simmons dalam "EQ: What Smart Managers Know" (Executive Update: 2001) menyimpulkan bahwa kekuatan diri, akan selalu dibangun di atas keahlian dan kecerdasan emosional. Oleh sebab itu, manusia sebaiknya bersikap proaktif dalam menyambut dan mengambil tanggung jawab demi mengubah keadaan diri sendiri, dari sumber persoalan - menjadi sumber solusi.&lt;br /&gt;Proses Belajar&lt;br /&gt;Ada beberapa strategi yang mungkin sekali dapat kita pilih sebagai cara untuk menambah kekuatan diri, yaitu:&lt;br /&gt;a. Learning to be&lt;br /&gt;Kalau materi adalah kekuatan, keahlian adalah kekuatan atau jabatan adalah kekuatan, maka semua itu benar dan semua itu sudah diketahui oleh hampir setiap orang. Tetapi, hanya sedikit orang yang tahu, apa yang membuat diri kita memiliki kekuatan internal yang diinginkan. Memang, "memiliki" (to get - to have) adalah keinginan umum semua orang - sementara, "menjadi" belum tentu keinginan semua orang. "Menjadi" atau to be, adalah sebuah keinginan spesifik untuk mewujudkan apa yang sesuai dengan kesejatian diri kita.&lt;br /&gt;Charles Handy pernah menulis yang isinya antara lain menyayangkan mengapa sebagian besar orang mengedepankan cara berpikir untuk memiliki lebih dulu (to get/ to have), bukannya "menjadi" (to be) lebih dulu. Tidak berarti salah, tetapi memiliki itu lebih banyak bernuansa â€œakibatâ€ yang diciptakan oleh "sebab". Berpikir untuk "memiliki" (to get I to have) bersumber dari pendekatan hidup yang memposisikan kekuatan eksternal sebagai Sebab yang berarti diri kita adalah Akibat. Jadi, dalam konteks demikian, diri kita menjadi peserta pasif dalam hidup kita sendiri, bukan lah pelaku atau sebab, melainkan obyek penderita - alias akibat.&lt;br /&gt;Pendapat di atas rasa-rasanya sudah klop dengan ajaran leluhur kita yang mengutamakan cita-cita (willing to be) lebih dulu. Hampir semua orangtua sudah terbiasa menanamkan semangat untuk "menjadi" (to be) lebih dulu kepada putera-puterinya ketimbang semangat untuk "memiliki" (to get / to have). Dari tipikal kehidupan masyarakat yang demikian ini, seharusnya sebagian besar dari kita dipastikan sudah mempunyai gambaran mental untuk menjadi (to be). Persoalan bahwa ada gambaran mental yang masih cocok dan ada yang meleset sama sekali, atau ada yang belum cocok, tentu ini urusan lain alias tergantung pilihan kita dan proses-proses kehidupan yang akan kita lalui: bisa diperkecil, disesuaikan, diperjuangkan, di-break-down, dilanjutkan dan seterusnya.&lt;br /&gt;b. To know&lt;br /&gt;Untuk "menjadi" menurut apa yang kita inginkan, jelas bukan gratis tetapi membutuhkan cakupan pengetahuan yang disyaratkan oleh hukum alamiah dan tatanan ilmiah yang sifatnya sangat spesifik, yaitu: tergantung pada pilihan kita (depend on our own choice). Bagaimana agar kita mengetahui apa yang dibutuhkan untuk bisa merealisasikan proyek-proyek pengembangan diri kita untuk "menjadi"? Ada beberapa cara:&lt;br /&gt;1. Mengetahui diri kita (self-knowledge): keinginan / peluang kemampuan / kekuatan, hambatan dan kelemahan.&lt;br /&gt;2. Mengetahui situasi dan kondisi, tuntutan dan tantangan yang akan, perlu dan harus dihadapi sebagai konsekuensi dari pilihan yang kita ambil untuk â€œmenjadiâ€&lt;br /&gt;3. Mengetahui beberapa alternative cara yang disajikan oleh berbagai pengetahuan dan pengalaman kita untuk menjadi seperti apa yang kita inginkan.&lt;br /&gt;Pengetahuan menyeluruh dan spesifik tentang aspek diri, kita akan membuat kita tahu tentang hal yang penting dan yang tidak penting bagi kita. Kalau kita menyimpulkan gelar akademik itu tidak penting tetapi keinginan kita untuk "menjadi" (to be) secara riil mensyaratkan adanya gelar itu, berarti pemahaman kita belum akurat.&lt;br /&gt;c. To Do&lt;br /&gt;Dalam hal kekuatan, unsur mendasar dalam melakukan adalah kecocokan. Melakukan asal melakukan (ber-aktivitas harian) sudah dijalani oleh semua orang, tetapi sedikit orang yang menjalankan apa yang memang cocok dengan pengetahuan dan keinginan - sesuai dengan tujuannya untuk "menjadi". Melakukan seperti ini jelas membutuhkan rumusan tujuan (goal), sasaran kecil (target) dan perencanaan beraksi (action plan) yang fleksibel dan kokoh sehingga kita tidak terjebak dalam praktek yang menjadikan aktivitas sebagai tujuan.&lt;br /&gt;Menjadi (To be), Mengetahui (To know), dan Melakukan (To do) adalah tiga elemen yang punya relevansi tinggi dengan kadar perjuangan, bobot keputusan ber-aksi, dan kadar tanggung jawab. Tinggi-rendahnya keinginan kita untuk "menjadi" berhubungan dengan tinggi-rendahnya daya juang kita mengalahkan tantangan. Keinginan (standar prestasi) yang rendah akan menggoda kita untuk melihat tantangan kecil menjadi besar dan sebaliknya keinginan yang tinggi akan memberikan pil "ketidakrelaan" kalau kita sampai dikalahkan oleh tantangan kecil maupun besar.&lt;br /&gt;"Mengetahui" (to know) punya hubungan dengan keputusan untuk bertindak (decision to do). Seperti kata John C. Maxwell, kalau kita benar-benar tahu apa yang kita inginkan maka tidak sulit bagi kita untuk melakukan apa yang kita ketahui. Dengan menjalankan keputusan menurut apa yang dijabarkan oleh pengetahuan yang kita dapatkan dari konsep dan praktek, akan membuat keputusan itu bergerak maju (beraksi), dari dalam ke luar, bukan hanya aktivitas, kesibukan dan gerakan yang tidak jelas arahnya (reaksi).&lt;br /&gt;"Melakukan" (to do) punya hubungan dengan kemampuan kita menjawab (tanggung jawab). "Aksi seseorang tidak lahir dari pemikiran, tetapi lahir dari kesediaan untuk menjawab tanggung jawab atas dirinya", begitulah kata Dietrich Bonhoeffer. Tanggung jawab adalah aksi yang bisa melahirkan solusi, kalau tidak seluruhnya ya sebagiannya atau minimalnya tidak menambah jumlah problem. Semoga bermanfaat dan selamat mempraktekkan!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-4969719875528734568?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/4969719875528734568/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/menggali-kekuatan-diri.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4969719875528734568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/4969719875528734568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/menggali-kekuatan-diri.html' title='Menggali Kekuatan Diri'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-3267720986370100050</id><published>2008-04-02T14:39:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T13:49:44.608+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>7 Kiat Jadi Pemimpin Sejati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ada pemimpin yang dilahirkan dan ada pula yang memang terlahir jadi pemimpin. Masalahnya, menjadi pemimpin yang sejati memang tidak mudah. Banyak kriteria yang harus dimilikinya sehingga membuat bawahan merasa aman dan nyaman dalam bekerja. Nah di bawah ini7 tanda yang memisahkan antara seorang pemimpin sejati dan seorang pemimpin yang kebetulan menjadi pemimpin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Pemimpin sejati mampu memimpin dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi instruksi adalah sama mudahnya seperti Anda membagikan kartu nama. Tapi seorang pemimpin sejati harus mengetahui bagaimana caranya memimpin dirinya sendiri. Tidak hanya memberikan contoh baik kepada karyawannya, tetapi ikut berperan serta, bekerja, atau terlibat dalam seluruh pekerjaan. Adalah penting bagi seorang pemimpin memiliki kemampuan memfokuskan dan memotivasi dirinya sendiri seperti dia menganjurkan pada seluruh bawahannya untuk memiliki motivasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Jangan jadikan kerajaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin yang bijaksana berarti (seakan-akan) Anda telah mempunyai bakat untuk menduduki posisi tersebut. Tapi ingat, jangan ciptakan sebuah kerajaan. Pemimpin yang secara kebetulan jadi bos, sering juga secara kebetulan membentuk suatu sistem aturan yang tidak perlu dan terlalu mengekang. Aturan bagi karyawan memang perlu, tapi tak perlu berlebihan. Buatlah yang perlu-perlu saja. Memang penting untuk memengaruhi orang-orang dengan siapa Anda bekerja. Tapi ingat, jangan memandang kedudukan Anda sebagai suatu hierarki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selalu terbuka mencari bentuk baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu kunci keberhasilan dari menjalankan bisnis adalah mengulang-ulang sesuatu yang terbukti berhasil. Masalahnya, seorang pemimpin yang secara kebetulan jadi pemimpin, cenderung terus saja mengulang metode tadi dan tak berani melakukan terobosan baru. Sebaliknya, pemimpin sejati mengakui keberhasilannya tetapi juga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyadari bahwa selalu ada jalan lain untuk membuat sesuatu lebih baik lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kepribadian kuat &amp;amp; tanggung jawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar Anda yang memegang kekuasaan. Tapi itu tak berarti Anda boleh melakukan apa saja tanpa memikirkan tanggung jawabnya. Jangan hanya menuntut bawahan untuk menyelesaikan tugas dengan baik, tapi Anda pun harus memberi contoh yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baik. Jangan lupa, Anda adalah panutan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menuntaskan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak pemimpin berkata, "permainannya" telah selesai. Padahal, seorang pemimpin sejati, tidak akan pernah merasa selesai bekerja. Tiap hari pasti ada masalah baru yang harus segera dituntaskan. Entah komplain dari klien atau bawahan yang membuat ulah. Jadi, jangan pernah bosan membuat suatu tujuan yang pragmatik dengan ukuran yang dapat dihitung kapan harus dimulai dan berakhir. Kemampuan untuk menyelesaikan sesuatu merupakan tantangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Beri penghargaan selayaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemimpin sejati harus mempunyai tangan yang kuat sepertisi Popeye setiap kali habis makan bayam. Prestasi yang baik menuntut timbal baik yang riil. Pemimpin yang mempunyai mata jauh ke depan sangat dikagumi dan dihargai, tetapi haruslah dengan sesuatu tindakan yang nyata pula, misalnya memberi promosi, bonus, dan bentuk penghargaan yang nyata atas prestasi karyawan. Hal ini akan membuat karyawan terus termotivasi bekerja dengan baik dan bersikap loyal terhadap perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tak berhenti belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh sebelum para eksekutif ber-pendapat bahwa keahlian memimpin berasal dari semacam anugerah yang menakjubkan, tetap saja seorang pemimpin yang dapat dipercaya juga berarti harus terus dan banyak belajar. Bacalah buku-buku mengenai menjadi pemimpin yang efektif, ikutilah seminar-seminar, dan ambil contoh-contoh dari teman-teman yang telah berhasil. Hal ini bisa merupakan suatu pelajaran yang panjang, tetapi yang didapat akan berlipat ganda, dan tidak ternilai harganya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-3267720986370100050?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/3267720986370100050/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/7-kiat-jadi-pemimpin-sejati.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3267720986370100050'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/3267720986370100050'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/7-kiat-jadi-pemimpin-sejati.html' title='7 Kiat Jadi Pemimpin Sejati'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-5039439510673835295</id><published>2008-04-02T14:25:00.004+07:00</published><updated>2008-09-08T10:30:18.868+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ke-KAMMI-an'/><title type='text'>Sejarah KAMMI</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dasar Kelahiran KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya indikator yang mematikan potensi bangsa.&lt;br /&gt;Urgensi Sebuah Tuntutan Reformasi&lt;br /&gt;Adanya Kepentingan Umat Islam Untuk Segera Berbuat&lt;br /&gt;Aksi Demontrasi dan Mimbar Bebas Semakin Menjamur.&lt;br /&gt;Mahasiswa Islam Merupakan Elemen Sosial.&lt;br /&gt;Suara Umat Islam Mulai Terabaikan.&lt;br /&gt;Depolitisasi Kampus Memandulkan Peran Mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu Kelahiran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI muncul sebagai salah satu kekuatan alternatif Mahasiswa yang berbasis mahasiswa Muslim dengan mengambil momentum pada pelaksanaan Forum Silahturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FS-LDK) X seindonesia yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Malang. Acara ini dihadiri oleh 59 LDK yang berafiliasi dari 63 kampus (PTN-PTS) diseluruh Indonesia . Jumlah peserta keseluruhan kurang lebih 200 orang yang notabenenya para aktifis dakwah kampus. KAMMI lahir para ahad tanggal 29 April 1998 PK.13.00 wib atau bertepatan dengan tanggal 1 Dzulhijah 1418 H yang dituangkan dalam naskah Deklarasi Malang .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan Nama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilihan nama Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang kemudian disingkat KAMMI mengandung makna atau memiliki konsekwensi pada beberapa hal yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * KAMMI adalah sebuah kekuatan terorganisir yang menghimpun berbagai elemen Mahasiswa.&lt;br /&gt;   * Muslim baik perorangan maupun lembaga yang sepakat bekerja dalam format bersama KAMMI.&lt;br /&gt;   * KAMMI adalah sebuah gerakan yang berorientasi kepada aksi real dan sistematis yang dilandasi gagasan konsepsional yang matang mengenai reformasi dan pembentukan masyarakat Islami (berperadaban).&lt;br /&gt;   * Kekuatan inti KAMMI adalah kalangan mahasiswa pada berbagai stratanya yang memiliki komitmen perjuangan keislaman dan kebangsaan yang jelas dan benar.&lt;br /&gt;   * Visi gerakan KAMMI dilandasi pemahaman akan realitas bangsa Indonesia dengan berbagai kemajemukannya, sehingga KAMMI akan bekerja untuk kebaikan dan kemajuan bersama rakyat, bangsa dan tanah air Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan kepengurusan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan pertama adalah periode Fahri Hamzah, yakni sejak Deklarasi sampai Muktamar I di Bekasi pada bulan November 1998. Periode ini memfokuskan aktivitasnya kepada aktualisasi jaringan nasional untuk mengambil peran historis secara heroik dalam proses reformasi di Indonesia, yakni dengan menggiatkan aksi secara simultan, merata, kontinyu, dan menegaskan komitmen reformasi yang jelas. Periode ini adalah masa launching ke hadapan publik dan positioning awal KAMMI sebagai elemen gerakan mahasiswa yang diharap selalu mengambil peran terdepan dalam perjalanan sejarah Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode kedua adalah masa Fitra Arsil, yang terpilih untuk menggantikan akh Fahri dalam Muktamar I dan menjalankan amanah sampai Muktamar II di Yogyakarta pada bulan November 2000. Periode ini memiliki tugas untuk secara serius menata infrastruktur organisasi KAMMI yang establish dan merancang sistem kaderisasi KAMMI yang lebih terstruktur. Juga melakukan berbagai aksi sosial dan kemanusiaan untuk ikut mengatasi beban rakyat yang ditimbulkan oleh krisis berkepanjangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periode ketiga adalah masa Andi Rahmat yang terpilih dalam Muktamar II KAMMI di Yogyakarta dan direncanakan menjabat sampai tahun 2002. Periode ini menekankan pentingnya positioning strategis KAMMI di tengah pluralitas gerakan yang ingin mewarnai proses transisi di Indonesia. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, akh Andi Rahmat menyatakan mundur dari jabatannya pada bulan Maret 2001.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyikapi hal tersebut, Badan Permusyawaratan (BP) KAMMI Pusat berinisiatif untuk menyelenggarakan Muktamar Luar Biasa (MLB) KAMMI di Bandung pada tanggal 20-22 April 2001. Muktamar tersebut memutuskan untuk merubah sistem kepemimpinan terpusat menjadi sistem kepemimpinan kolektif, yang akhirnya memilih sembilan orang sebagai anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni: Akbar Zulfakar (Ketua Umum); Purwoko Kurniawan (Ketua Kaderisasi); M.Badaruddin (Ketua Kastrat); Elvis Bakri (Ketua Teritorial/KT I); Ach. Fauzi I. (KT-II);Supriyadi (KT-III); Hermawan (KT-IV); Suparmono (KT-V); dan Yusran (KT-VI).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar III Lampung tanggal 1-9 September 2002 memutuskan untuk memilih M. Hermawan, S.Si sebagai Ketua Umum dan Fahmi Rusdi, LC sebagai Sekretaris Jendral, juga dipilih anggota Pimpinan Pusat (PP) KAMMI, yakni Marwansyah (Ketua Teritorial/KT I); Febriansyah (KT-II); Yuli Widi Astono (KT-III); Teguh, ST (KT-IV);Imron Rosyadi (KT-V); dan M. Dwi Tanjuri(KT-VI), Jauhari (KT-VII).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muktamar IV Samarinda tahun 2004 memutuskan Yuli Widi Astono sebagai ketua umum dan Febriansyah,S.TP sebagai sekjen KAMMI Pusat periode 2004-2006. Sedangkan Muktamar V tahun 2006 di Palembang memilih Taufik Amrullah, S.T, M.E dan Rahmantoha sebagai ketua umum dan sekretaris jenderal KAMMI Pusat periode 2006-2008.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-5039439510673835295?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/5039439510673835295/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/sejarah-kammi_02.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5039439510673835295'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5039439510673835295'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/sejarah-kammi_02.html' title='Sejarah KAMMI'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-5776623231694092319</id><published>2008-04-02T14:19:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T13:58:24.927+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Komsat AKA'/><title type='text'>Deklarasi Komsat AKA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_g2zd6lNf-Gk/SAmXspMFIqI/AAAAAAAAAJo/CNjK1LI--zs/s1600-h/AKA.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_g2zd6lNf-Gk/SAmXspMFIqI/AAAAAAAAAJo/CNjK1LI--zs/s320/AKA.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5190846838747767458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sejarah adalah cerminan masa lalu yang harus dipertahankan ataupun yang harus diubah, seperti kata Soekarno ”Jas Merah” Jangan Pernah Melupakan Sejarah, hal itulah yang selalu kami cari terkait sejarah Komsat AKA, namun setelah dilakukan penelusuran akhirnya kami mencapai kebuntuan. Memang keadaan hari ini adalah keadaan yang baru dengan kader-kader segar, yang masih bersemangat dan menggebu-gebu, apalah arti semua ini tanpa mengetahui seluk-beluk pendahulu kami....&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Kebingungan selalu terjadi khususnya terkait pembentukan Komsat AKA, kapan, dimana, dan siapa pendirinya....&lt;br /&gt;Akhirnya diputuskan bahwa pembentukan KAMMI Komisariat AKA jatuh pada tanggal 11 Januari 2008 dan Muskom tersebut dijadikan Muskom I KAMMI Komisariat Akademi Kimia Analisis Bogor, hal ini dipertegas dengan turunnya surat ketetapan KAMDA Bogor perihal pembentukan Komsat AKA yang jatuh pada tanggal tersebut, bukan berarti kami melupakan sejarah namun kami akan mulai mengukir sejarah dalam catatan Komsat AKA yang baru.... Insya Allah....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-5776623231694092319?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/5776623231694092319/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/deklarasi-komsat-aka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5776623231694092319'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/5776623231694092319'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/04/deklarasi-komsat-aka.html' title='Deklarasi Komsat AKA'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_g2zd6lNf-Gk/SAmXspMFIqI/AAAAAAAAAJo/CNjK1LI--zs/s72-c/AKA.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-533017729632886247</id><published>2008-03-30T07:18:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:38:32.296+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ke-KAMMI-an'/><title type='text'>FILOSOFI GERAKAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Visi KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI adalah wadah perjuangan permanen yang akan melahirkan pemimpin masa depan yang tangguh dalam upaya mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misi KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membina keislaman, keimanan, dan ketaqwaan mahasiswa muslim Indonesia.&lt;br /&gt;b. Menggali, mengembangkan, dan memantapkan potensi dakwah, intelektual, sosial, danpolitik mahasiswa.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;c. Mencerahkan dan meningkatkan kualitas masyarakat Indonesia menjadi masyarakat&lt;br /&gt;yang rabbani, madani, adil, dan sejahtera.&lt;br /&gt;d. Memelopori dan memelihara komunikasi, solidaritas, dan kerjasama mahasiswa&lt;br /&gt;Indonesia dalam menyelesaikan permasalahan kerakyatan dan kebangsaan.&lt;br /&gt;e. Mengembangkan kerjasama antar elemen masyarakat dengan semangat membawa&lt;br /&gt;kebaikan, menyebar manfaat, dan mencegah kemungkaran (amar ma`ruf nahi munkar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kredo Gerakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kami adalah orang-orang yang berpikir dan berkendak merdeka. Tidak ada satu orang pun yang bisa memaksa kami bertindak. Kami hanya bertindak atas dasar pemahaman,&lt;br /&gt;bukan taklid, serta atas dasar keikhlasan, bukan mencari pujian atau kedudukan.&lt;br /&gt;b. Kami adalah orang-orang pemberani. Hanyalah Allah yang kami takuti. Tidak ada satu makhluk pun yang bisa menggentarkan hati kami, atau membuat kami tertunduk apalagi&lt;br /&gt;takluk kepadanya. Tiada yang kami takuti, kecuali ketakutan kepada selain-Nya.&lt;br /&gt;c. Kami adalah para petarung sejati. Atas nama al-haq kami bertempur, sampai tidak ada lagi fitnah di muka bumi ini. Kami bukan golongan orang yang melarikan diri dari medan&lt;br /&gt;pertempuran atau orang-orang yang enggan pergi berjihad. Kami akan memenangkan&lt;br /&gt;setiap pertarungan dengan menegakkan prinsip-prinsip Islam.&lt;br /&gt;d. Kami adalah penghitung risiko yang cermat, tetapi kami bukanlah orang-orang yang takut mengambil risiko. Syahid adalah kemuliaan dan cita-cita tertinggi kami. Kami adalah para perindu surga. Kami akan menyebarkan aromanya di dalam kehidupan&lt;br /&gt;keseharian kami kepada suasana lingkungan kami. Hari-hari kami senantiasa dihiasi&lt;br /&gt;dengan tilawah, dzikir, saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran, diskusi-&lt;br /&gt;diskusi yang bermanfaat dan jauh dari kesia-siaan, serta kerja-kerja yang konkret bagi&lt;br /&gt;perbaikan masyarakat. Kami adalah putra-putri kandung dakwah, akan beredar bersama&lt;br /&gt;dakwah ini ke mana pun perginya, menjadi pembangunnya yang paling tekun, menjadi&lt;br /&gt;penyebarnya yang paling agresif, serta penegaknya yang paling kokoh.&lt;br /&gt;e. Kami adalah orang-orang yang senantiasa menyiapkan diri untuk masa depan Islam.&lt;br /&gt;Kami bukanlah orang yang suka berleha-leha, minimalis dan loyo. Kami senantiasa&lt;br /&gt;bertebaran di dalam kehidupan, melakukan eksperimen yang terencana, dan kami adalah&lt;br /&gt;orang-orang progressif yang bebas dari kejumudan, karena kami memandang bahwa&lt;br /&gt;kehidupan ini adalah tempat untuk belajar, agar kami dan para penerus kami menjadi&lt;br /&gt;perebut kemenangan yang hanya akan kami persembahkan untuk Islam.&lt;br /&gt;f. Kami adalah ilmuwan yang tajam analisisnya, pemuda yang kritis terhadap kebatilan,&lt;br /&gt;politisi yang piawai mengalahkan muslihat musuh dan yang piawai dalam&lt;br /&gt;memperjuangkan kepentingan umat, seorang pejuang di siang hari dan rahib di malam&lt;br /&gt;hari, pemimpin yang bermoral, teguh pada prinsip dan mampu mentransformasikan&lt;br /&gt;masyarakat, guru yang mampu memberikan kepahaman dan teladan, sahabat yang tulus&lt;br /&gt;dan penuh kasih sayang, relawan yang mampu memecahkan masalah sosial, warga yang&lt;br /&gt;ramah kepada masyarakatnya dan responsif terhadap masalah mereka, manajer yang&lt;br /&gt;efektif dan efisien, panglima yang gagah berani dan pintar bersiasat, prajurit yang setia,&lt;br /&gt;diplomat yang terampil berdialog, piawai berwacana, luas pergaulannya, percaya diri&lt;br /&gt;yang tinggi, semangat yang berkobar tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsip Gerakan KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Kemenangan Islam adalah jiwa perjuangan KAMMI&lt;br /&gt;b. Kebathilan adalah musuh abadi KAMMI&lt;br /&gt;c. Solusi Islam adalah tawaran perjuangan KAMMI&lt;br /&gt;d. Perbaikan adalah tradisi perjungan KAMMI&lt;br /&gt;e. Kepemimpinan umat adalah strategi perjuangan KAMMI&lt;br /&gt;f. Persaudaraan adalah watak muamalah KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakter Organisasi KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KAMMI adalah organisasi kader (harokatut tajnid) dan organisasi pergerakan (harokatul amal).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paradigma Gerakan KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. KAMMI adalah Gerakan Da’wah Tauhid&lt;br /&gt;a. Gerakan Da’wah Tauhid adalah gerakan pembebasan manusia dari berbagai bentuk&lt;br /&gt;penghambaan terhadap materi, nalar, sesama manusia dan lainnya, serta mengembalikan&lt;br /&gt;pada tempat yang sesungguhnya: Allah swt.&lt;br /&gt;b. Gerakan Da’wah Tauhid merupakan gerakan yang menyerukan deklarasi tata peradaban&lt;br /&gt;kemanusiaan yang berdasar pada nilai-nilai universal wahyu ketuhanan (Ilahiyyah) yang&lt;br /&gt;mewujudkan Islam sebagai rahmat semesta (rahmatan lil ‘alamin).&lt;br /&gt;c. Gerakan Da’wah Tauhid adalah gerakan perjuangan berkelanjutan untuk menegakkan&lt;br /&gt;nilai kebaikan universal dan meruntuhkan tirani kemungkaran (amar ma’ruh nahi&lt;br /&gt;munkar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. KAMMI adalah Gerakan Intelektual Profetik&lt;br /&gt;a. Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang meletakkan keimanan sebagai ruh atas&lt;br /&gt;penjelajahan nalar akal&lt;br /&gt;b. Gerakan Intelektual Profetik merupakan gerakan yang mengembalikan secara tulus&lt;br /&gt;dialektika wacana pada prinsip-prinsip kemanusiaan yang universal&lt;br /&gt;c. Gerakan Intelektual Profetik adalah gerakan yang mempertemukan nalar akal dan nalar&lt;br /&gt;wahyu pada usaha perjuangan perlawanan, pembebasan, pencerahan, dan pemberdayaan&lt;br /&gt;manusia secara organik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. KAMMI adalah Gerakan Sosial Independen&lt;br /&gt;a. Gerakan Sosial Independen adalah gerakan kritis yang menyerang sistem peradaban&lt;br /&gt;materialistik dan menyerukan peradaban manusia berbasis tauhid.&lt;br /&gt;b. Gerakan Sosial Independen merupakan gerakan kultural yang berdasarkan kesadaran&lt;br /&gt;dan kesukarelaan yang berakar pada nurani kerakyatan.&lt;br /&gt;c. Gerakan Sosial Independen merupakan gerakan pembebasan yang tidak memiliki&lt;br /&gt;ketergantungan pada hegemoni kekuasaan politik-ekonomi yang membatasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. KAMMI adalah Gerakan Politik Ekstraparlementer&lt;br /&gt;a. Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan perjuangan melawan tirani dan&lt;br /&gt;menegakkan demokrasi yang egaliter.&lt;br /&gt;b. Gerakan Politik Ekstraparlementer adalah gerakan sosial kultural dan struktural yang&lt;br /&gt;berorientasi pada penguatan rakyat secara sistematis dengan melakukan pemberdayaan&lt;br /&gt;institusi-institusi sosial/rakyat dalam mengontrol proses demokrasi formal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unsur-unsur Perjuangan KAMMI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar dakwah dapat tumbuh berkelanjutan secara seimbang, tetap berada pada orientasi yang benar, mampu mengelola amanah dan masalah, dan terus memiliki kekuatan untuk mewujudkan tujuan-tujuannya, maka KAMMI menyusun dirinya di atas unsur-unsur sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. bina al-qo’idah al-ijtima’iyah (membangun basis sosial), yaitu membangun lapisan&lt;br /&gt;masyarakat yang simpati dan mendukung perjuangan KAMMI yang meliputi masyarakat&lt;br /&gt;umum, mahasiswa, organisasi dan lembaga swadaya masyarakat, pers, tokoh, dan lain&lt;br /&gt;sebagainya.&lt;br /&gt;2. bina al-qo’idah al-harokiyah (membangun basis operasional), yaitu mambangun lapisan&lt;br /&gt;kader KAMMI yang bergerak di tengah-tengah masyarakat untuk merealisasikan dan&lt;br /&gt;mengeksekusi tugas-tugas dakwah yang telah digariskan KAMMI.&lt;br /&gt;3. bina al-qo’idah al- fikriyah (membangun basis konsep), yaitu membangun kader&lt;br /&gt;pemimpin yang mampu menjadi teladan masyarakat, memiliki kualifikasi keilmuan yang&lt;br /&gt;tinggi sesuai bidangnya, yang menjadi guru bagi gerakan, mengislamisasikan ilmu&lt;br /&gt;pengetahuan pada bidangnya, dan memelopori penerapan solusi Islam terhadap berbagai&lt;br /&gt;segi kehidupan manusia.&lt;br /&gt;4. bina’ al-qo’idah al-siyasiyah (membangun basis kebijakan), yaitu membangun kader&lt;br /&gt;ideolog, pemimpin gerakan yang menentukan arah gerak dakwah KAMMI, berdasarkan&lt;br /&gt;situasi dan kondisi yang berkembang.&lt;br /&gt;Keempat unsur tersebut merupakan piramida yang seimbang, harmonis dan kokoh, yang menjamin keberlangsungan gerakan KAMMI.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-533017729632886247?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/533017729632886247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/filosofi-gerakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/533017729632886247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/533017729632886247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/filosofi-gerakan.html' title='FILOSOFI GERAKAN'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2286532627189493554</id><published>2008-03-25T10:44:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:45:13.461+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tausyah'/><title type='text'>Cacat  mental da’wah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Hudzaifah.org - Idealnya, kondisi umat bisa diperbaiki dengan dakwah. Seperti sering diibaratkan orang, da’i adalah dokter dan umat adalah pasiennya. Namun apa jadinya sang pasien, jika sang dokter salah dalam melakukan pengobatan. Alih-alih medapatkan kesembuhan, malah sakit bertambah parah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian halnya dalam dunia dakwah. Kesalahan yang dilakukan para da’i menyebabkan dakwah tidak mencapai tujuannya. Salah satu bentuk kesalahan tersebut adalah bila di dalam kancah dakwah berkembang penyakit mental. Di antara penyakit-penyakit mental (ma’nawiyah) dalam dakwah itu adalah:&lt;br /&gt;Pertama, sikap infi’aliyyah (reaksioner).&lt;br /&gt;Sebuah gerakan dakwah bisa dikategorikan reaksioner jika segala gerakannya tidak berangkat dari tujuan dan sasaran yang jelas; tidak berdasarkan tahapan-tahapan yang jelas, dan tidak menggariskan langkah-langkah yang jelas. Sehingga semua manuvernya tidak lebih dari reaksi terhadap kondisi sesaat yang muncul atau terhadap isu yang dianggap aktual. Dengan kata lain dakwah yang infi’aliyyah adalah dakwah yang tidak berpijak pada manhaj (jalan, sistem) yang jelas. Padahal Allah SWT telah menegaskan pentingnya manhaj yang jelas itu. "Katakanlah inilah jalanku, aku menyeru ke jalan Allah dengan pandangan yang jelas (bashirah)." (Yusuf 108)&lt;br /&gt;Akibatnya, gerakan dakwah terkesan ngawur alias tak tentu arah. Energi dakwah terkuras untuk merespon berbagai kasus, peristiwa, perkembangan politik, atau problem sosial yang fenomenal. Sementara itu, permasalahan umat yang sesungguhnya terabaikan.&lt;br /&gt;Ini bukan berarti gerakan dakwah tidak perlu merespon permasalahan fenomenal. Sebab, pada dasarnya gerakan dakwah memang dituntut mampu merespon bahkan mencari solusi bagi permasalahan yang muncul dalam kehidupan. Misalnya masalah korupsi, kerusuhan, dan masalah-masalah sosial lainnya. Akan tetapi dalam kaitan ini, ada beberapa hal yang harus ditegaskan. Pertama, berdasarkan paradigma Islam, segala problema kemasyarakatan maupun individual muncul akibat jauhnya manusia dari aqidah Islam dan syari’at Islam. Kedua, karena itu harus ada gerakan yang integral dan simultan untuk membenahi aqidah umat dan menumbuhkan keberpihakan terhadap syari’at Islam.&lt;br /&gt;Harus dipahami, Islamisasi kehidupan bukanlah sekedar membuat umat Islam melakukan shalat, puasa, haji, wirid, dan ritual lainnya. Sayangnya, justru corak pemahaman parsial macam itulah yang amat digandrungi oleh para penjajah dan kaum bermental penjajah dari bangsa sendiri. Sebab Islam dalam bentuknya yang ritual (sebagian orang menyebutnya agak keren sebagai Islam kultural) itu adalah Islam yang mudah ditaklukan dan dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu. Untuk itulah orang-orang yang bermental penjajah itu senantiasa memberikan PR-PR kepada umat Islam agar terjebak dengan isu-isu sesaat. Akibatnya isu-isu abadi berupa pembinaan aqidah dan pemahaman akan keutuhan Islam tak tersentuh secara memadai.&lt;br /&gt;Kedua, membangun figuritas (wijahiyyah).&lt;br /&gt;Islam mengajarkan ketaatan tapi melarang taqlid buta; memerintahkan kesetiaan tapi mengharamkan kultus individu; mewajibkan penghormatan terhadap orang yang layak mendapatkannya namun mencela figuritas.&lt;br /&gt;Telah banyak kericuhan yang terjadi pada umat ini akibat sikap figuritas ini. Bayangkan, seseorang menolak kebenaran hanya karena kebenaran itu bukan disampaikan oleh orang yang dia figurkan. Dan menerima segala apa yang disampaikan oleh orang yang menjadi figurnya, betapa pun nyata-nyata salah menurut standar Qur’an dan Sunnah.&lt;br /&gt;Figuritas dapat memunculkan tradisi taqlid (sikap membebek). Sikap yang kemudian berkembang adalah kecintaan kepada tokoh, bukan kepada Islam. Berjuang karena figur, bukan keikhlasan. Pada waktu bersamaan, pembelaan terhadap Islam melemah. Hal ini menjelaskan pertanyaan, "Mengapa tokoh yang jelas salah dan menyimpang dari Islam terus dibela dengan berbagai alasan. Saat ada ancaman besar terhadap Islam banyak orang tidak bereaksi. Namun, ketika orang yang diidolakannya mendapatkan kritikan, ia membela mati-matian?"&lt;br /&gt;Islam memerintahkan agar kita taat kepada Rasulullah saw. Pada waktu bersamaan Allah juga memerintahkan, agar pengorbanan dan perjungan dilakukan karena Allah SWT, bukan karena Rasulullah saw. Ini ditegaskan dalam Al-Quran, "Muhammad itu tiada lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya rasul-rasul. Apakah jika ia wafat atau terbunuh kalian akan berbalik ke belakang (murtad)." (Ali Imaran 144)&lt;br /&gt;Ayat itu pula yang dibacakan Abu Bakar Ash-Shiddiq ketika menghadapi Umar Bin Khattab yang tidak percaya akan wafatnya Rasulullah SAW sehingga mengatakan, "Barang siapa yang mengatakan Muhammad telah meninggal akan saya penggal lehernya." Itu semua menegaskan kepada kita bahwa dalam beramal, berkorban dan berjuang, hanya Allah yang menjadi tujuan. Jika Allah SWT mengecam orang yang berjihad dan ber-Islam karena Rasulullah SAW, maka lebih buruk lagi orang yang berjuang karena manusia biasa. Yang paling buruk adalah orang yang menggunakan dakwah untuk membangun figuritas diri, bukan loyalitas kepada kebenaran.&lt;br /&gt;Ketiga, merasa paling hebat (i’tizaziyyah).&lt;br /&gt;Dakwah seharusnya mengarahkan orang pada sikap tawadhu (rendah hati). Apabila seorang da’i dari awal merasa paling hebat dan dakwahnya paling benar, bukan sikap tawadhu yang akan tumbuh. Boleh jadi yang subur adalah sikap sombong dan takabbur serta memandang orang lain dan gerakan dakwah lain tidak ada artinya.&lt;br /&gt;Perasaan selalu nomor satu adalah penyakit yang ditularkan iblis. Iblis merasa hebat dengan sesuatu yang sebetulnya bukan parameter kehebatan. "Aku lebih darinya (Adam). Engkau ciptakan aku dari api sedangkan Engkau ciptakan dia dari tanah," ujar iblis saat Allah berttanya tentang alasannya tidak mau sujud kepada Adam.&lt;br /&gt;Refleksi i’tizaziyyah dalam dakwah muncul dalam berbagai bentuk. Bentuk yang sering muncul adalah keengganan menjalin kerja sama dalam proyek dakwah. Bahkan merasa bisa melakukan da’wah sendiri tanpa bantuan orang lain. Hal yang juga sering muncul adalah klaim kebenaran mutlak untuk diri dan kelompok sendiri serta kesalahan mutlak untuk orang lain. Sering kali dalam bentuk pengkavlingan negeri akhirat. Yang mengikutinya "ditempatkan" di sorga. Dan yang tidak mendukungnya ia "masukkan" ke neraka. Seolah ia telah dititipi kunci surga oleh Allah swt.&lt;br /&gt;Keempat, sikap merendahkan dan menafikan orang lain (intiqashiyyah).&lt;br /&gt;Bagaikan dua sisi mata uang, bangga dengan diri sendiri selalu bersanding dengan sikap merendahkan orang lain. Jika ini yang berkembang ada dua kemungkinan yang muncul jika melihat keberhasilan orang lain. Pertama, dengki, dan kedua menafikan keberhasilah itu. Dengki maupun sikap menutup mata terhadap keberhasilan yang dicapai orang pada dasarnya sama: tidak mensyukuri karunia Allah, karena karunia itu bukan turun kepada dirinya. "Katakanlah dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Karunia Allah dan rahmat-Nya itu adalah lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan." (QS. Yunus: 58)&lt;br /&gt;Akankah da’wah seperti itu mampu menyelesaikan berbagai persoalan umat? Rasanya sulit. Problematika umat dewasa ini amat kompleks. Paling tidak, ada dua kebutuhan utama sebagai syarat untuk menyelesaikan segala persoalan umat. Pertama, adanya kerjasama (’amal jama’i) antar da’i dan kelompok dakwah. Kedua, terciptanya kondisi masyarakat yang mempunyai kesadaran dan wawasan Islam yang memadai. Wawasan Islam yang dimaksud termasuk pemahaman secara utuh tentang Islam yang syamil (integral).&lt;br /&gt;Namun, bagaimana mungkin terjalin amal jamai yang harmonis, saling menguntungkan dan penuh ukhwah jika terdapat i’tizaziyyah dan intiqashiyyah. Mungkinkah masyarakat akan sampai pada tingkat pemahaman yang baik jika mereka tidak diajak untuk menyelami keutuhan Islam, akibat terjebak dengan fenomena dan isu temporer. Masih beruntung kalau dakwah sekedar dianggap gagal menjalankan misinya. Yang ironis jika dakwah justru dituduh menambah ruwetnya persoalan. Nah!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2286532627189493554?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2286532627189493554/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/cacat-mental-dawah_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2286532627189493554'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2286532627189493554'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/cacat-mental-dawah_24.html' title='Cacat  mental da’wah'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-2458786332057989928</id><published>2008-03-25T10:32:00.000+07:00</published><updated>2008-04-19T17:52:33.449+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Karya Kader'/><title type='text'>Lagu KAMMI Komisariat AKA</title><content type='html'>KAMMI mujahid negeri&lt;br /&gt;Laksana sang mentari&lt;br /&gt;Berjuang dengan sepenuh hati&lt;br /&gt;Menggapai ridho Illahi&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekad yang t’lah membara&lt;br /&gt;Hancurkan kemusyrikan&lt;br /&gt;Dengan tegaknya Kalimatullah&lt;br /&gt;Kejayaan Islam kan tercipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laailahailallah… Tiada Tuhan selain Allah&lt;br /&gt;Allahuakbar…menerapkan Sunnah Rasulullah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Ahmad Haeroni&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;Kader KAMMI Komisariat AKA&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-2458786332057989928?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/2458786332057989928/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/lagu-kammi-komisariat-aka_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2458786332057989928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/2458786332057989928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/lagu-kammi-komisariat-aka_24.html' title='Lagu KAMMI Komisariat AKA'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1417911492634502514.post-6417224240050319068</id><published>2008-03-25T10:19:00.002+07:00</published><updated>2008-09-08T10:12:15.081+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='All About Komsat AKA'/><title type='text'>Sekilas Tentang KAMMI Komisariat Akademi Kimia Analisis Bogor</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah sekian lama KAMMI Komisariat AKA dinyatakan mati suri akhirnya tertanggal 11 Januari 2008 Komsat AKA dinyatakan hidup kembali lewat Musyawarah Komisariat dimana telah terpilih akhina Eko Wardaya sebagai ketua umum dan juga Rizkia Selpasuari sebagai sekertaris umum untuk periode 2008/2009.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;.Selain itu pada muskom ini juga ditentukan garis-garis besar haluan organisasi komisariat dan mekanisme penyelenggaraan organisasi komisariat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disusul Musyawarah Kerja Komisariat pada tanggal 20 Februari 2008 untuk menyusun renstra dan menetapkan program kerja selama satu tahun kepengurusan semakin menegaskan kesiapan Komsat AKA untuk melanjutkan perjuangan yang telah lama tertunda.&lt;br /&gt;Pada masa kepengurusan 2008/2009 atau yang diberi nama Kabinet Nuroh Al-Jabar, jargon yang diusung oleh Komsat AKA adalah “Loyalitas dan Totalitas” yang mana akan ditanamkan kepada kader-kader KAMMI AKA untuk berkontribusi secara maksimal sampai tetes darah terakhir demi terciptanya visi Komsat AKA itu sendiri khususnya yaitu Wadah perjuangan yang akan melahirkan kader militan dan berkarakter muslim negarawan untuk mewujudkan masyarakat Islami di Indonesia dan visi KAMMI umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;KAMMI Komisariat AKA Kabinet Nuroh AL-Jabar&lt;br /&gt;2008/2009&lt;br /&gt;“Loyalitas dan Totalitas”&lt;br /&gt;Visi&lt;br /&gt;Wadah perjuangan yang akan melahirkan kader militan, cerdas dan berkarakter muslim negarawan untuk mewujudkan masyarakat Islami. &lt;br /&gt;Misi&lt;br /&gt;KIDS&lt;br /&gt;1. Kerjasama antar elemen intra dan ekstra kampus dengan semangat perbaikan&lt;br /&gt;2. Islamisasi diri dengan IMTAK&lt;br /&gt;3. Dakwah yang intelektual&lt;br /&gt;4. Sosialisasi politik secara Islam&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;Kabinet Nuroh AL-Jabar&lt;br /&gt;2008/2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Ketua Umum : Eko Wardaya&lt;br /&gt;Sekertaris Umum : Rizkia Selpasuari&lt;br /&gt;Bendahara : Dedek Tri K&lt;br /&gt;Departemen Kaderisasi : Arif Setyawan&lt;br /&gt;Departemen Kebijakan Publik : M Maulana Syawalludin&lt;br /&gt;Biro Informasi dan Komunikasi : A Widad Rachman&lt;br /&gt;Biro Kesekretariatan : Nia Nurdianti&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/1417911492634502514-6417224240050319068?l=kammi-komisariat-aka.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/feeds/6417224240050319068/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/sekilas-tentang-kammi-komisariat_24.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6417224240050319068'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1417911492634502514/posts/default/6417224240050319068'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://kammi-komisariat-aka.blogspot.com/2008/03/sekilas-tentang-kammi-komisariat_24.html' title='Sekilas Tentang KAMMI Komisariat Akademi Kimia Analisis Bogor'/><author><name>Biro Infokom</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17931392694476683474</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_g2zd6lNf-Gk/St8U6HwEFUI/AAAAAAAAAN0/AsdXk1UnR9k/S220/logo-kammi-revisi.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
