Daerah provinsi Jawa Barat mendapat penghargaan untuk petani. Di provinsi Jawa barat yang terdiri dari 26 Kabupaten kota dan 26 bupati terdapat 11 juta orang penduduk miskin. Di provinsi Jawa barat terdapat 4 (empat) sektor, yang terdiri dari sistem perundang-undangan baru, ikatan sebagai Gubernur dengan otoritasi dalam kota daerah yang tidak dapat dipisahkan (otoritas yang ada di bupati dengan sistem kekuasaan), IPM, dan untuk menentukan ukuran nasional.
Tingkat partisipasi di provinsi Jawa barat adalah :
1. Pendidikan :
Persoalan yang mendasar adalah pendidikan dengan anggaran biaya sebesar 20% . Persoalan ini merupakan persoalan mendasar untuk nasional. Apabila pendidikan dapat teratasi, maka persoalan yang lain dapat teratasi juga. Pada tahun 2009 masalah ini kemungkinan tidak bisanya atau dengan belum anggaran baru sebesar 20%.
Di provinsi Jawa Barat, pendidikan 53% tidak tamat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), 51% tidak bersekolah. RPJP pada provinsi Jawa barat mempunyau rencana jangka panjang, yaitu pada tahun 2025 adalah petani (minimal S1). RPSM pada tahun 2013, yaitu minimal tentang pendidikan Jawa barat. Pada Provinsi Jawa barat membangun kelas baru dan beasiswa untuk 1000 mahasiswa.
2. Kesehatan :
Di provinsi Jawa barat terdapat 3600 bidan dan 200 puskesmas rawat inap. Pelayanan kesehatan di Jawa barat terdapat standar pelayanan kesehatan
3. Infrastruktur :
Tingak ekonomi akan naik, jika infrastruktur berjalan dengan baik. Contohnya : akan membangun jalan tol dan bandara. Jika permasalahan dari ketiga pemasalahan, yaitu pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur di Provinsi Jawa barat dapat di atasi, maka di Jawa barat mempunyai Sumber Daya Manusia (SDM) yang baik. Yang jadi permasalahannnya adalah mampukah kita untuk mengelolannya.
Contoh : Sumber Daya Alam (SDA) seperti, minyak tanah, emas, laut, dan pertanian. Persoalan yang ada adalah infrastruktur, irigasi, dan tentang Sumber Daya Manusia (SDM). Di Provinsi Jawa barat terjadi anomali politik, hal ini sesuai survei pada tahun 2013, yang terdapat 23 partai para bupati dapat mencalonkan langsung dirinya. Jika pemimpin Jawa barat mempunyai visi yang baik dan mengelola pemerintah dengan baik, maka akan menghasilkan yang baik juga.












