12 November 2009

Legislatif Kampus, ”Bukan Hanya Pelengkap”

Politik, kekuasaan, dan Negara, tiga hal yang sangat bertalian. Tidak ada suatu negara dimanapun yang tak ada pemegang kekuasaan di dalamnya dan dalam menjalankannya tak ada juga yang tak berpolitik. Berbicara tentang kekuasaan, Montesque pernah membagi tiga kekuasaan dalam upaya pengondisian tata negara. Eksekutif, legislatif, dan yudikatif dimana eksekutif adalah sentral yang menjalankan pemerintahan, legislatif adalah pembuat batasan sekaligus pengawas, dan yudikatif penjudge terhadap penyimpangan penyelenggaraan negara. Saat ini negara kita (Indonesia) pun memakai konsepsi tersebut walaupun agak sedikit berbeda karena adanya MPR disana, konsepsi (Montesque) yang lebih modern dibandingkan konsepsi monarki seperti Inggris atau Prancis pra-Revolusi atau pun Soviet dengan Presidiumnya.

Sebuah Inspirasi
Entah siapa yang memulai ternyata konsepsi Montesque pun dipakai dalam Pemerintahan Mahasiswa, di Indonesia Trias Politica di Kampus dimulai semenjak era Orde Baru, sebelumnya pada era Orde Lama yang dipakai adalah kepemimpinan Presidium dengan Dewan Mahasiswanya, lalu sekitar tahun 80-an dan 90-an disaat adanya NKK/BKK dimulailah berdirinya Senat Mahasiswa yang hanya mencakup fakultas, namun pada saat itu senat adalah lembaga eksekutif, legislatifnya adalah Badan Pengawas Senat, barulah muncul Badan Eksekutif Mahasiswa yang diprakarsai oleh UGM yang dari awal Senat mereka berbeda dengan apa yang ditawarkan pemerintah orde baru yaitu Senat Universitas. Setelah itu BEM tumbuh di berbagai kampus Indonesia, ada juga yang menamainya LEM seperti di APP. Ketika eksekutif sudah terbentuk barulah muncul lembaga legislatif kampus yang memang harus ada sebagai syarat mutlak penggunaan konsepsi Trias Politica seperti DPM, BPM atau MPM. Hanya yudikatif saja yang tidak ada dalam kampus dan tugasnya pun dialihkan kepada DPM, terkecuali UI dengan Mahkamah Mahasiswanya sebagai Lembaga Yudikatif Kampus.

Hierarki kelembagaan
Lazimnya dalam struktural Organisasi Mahasiswa, DPM berada sebagai lembaga tertinggi. Memang BEM adalah sentral gerakan namun pembuat rulenya adalah legislatif. Begitupun di negara kita bisa diambil contoh adalah DPR RI yang telah menghasilkan banyak UU demi kepentingan rakyat. Ataupun dari kelembagaan mahasiswa seperti DPM UI yang sudah mempunyai UUD IKM UI. Baru di bawah DPM adalah BEM lalu dibawahnya adalah UKM. Berbeda dengan negara kita yang sekarang memakai konsep check and balance, jadi semua Lembaga Pemerintahan sejajar. Dengan hierarki seperti diatas Lembaga Legislatif Kampus adalah penopang kebijakan, pembuat aturan, dan pengawas pelaksanaan eksekutif.

Lembaga Perwakilan
Dengan fungsi legislasi, controlling, dan budgeting biasanya Lembaga Legislatif Kampus berisi orang-orang yang merupakan perwakilan masing-masing fakultas karena sangat dibutuhkan penyuara aspirasi mahasiswa disana. Seperti dalam pembuatan UU untuk mahasiswa, sama halnya seperti DPR yang berisi perwakilan namun bedanya di DPR adalah perwakilan partai dengan kepentingan-kepentingannya sendiri. Legislator-legislator (ataupun senator dalam parlemen AS) adalah orang yang memiliki basic diplomasi yang kuat dan juga pemikiran yang konstruktif. Senator kampus sebagai perwakilan mahasiswa adalah mereka yang nantinya akan merumuskan tertatanya sistem kampus dan tersampaikannya suara mahasiswa secara integral ke rektorat. Jika dilihat senator-senator tersebut kerjanya hanya rapat dan sidang, karena memang bukan sebagai Lembaga Eksekutif yang menyusun gerakan dengan proker-proker andalan.
Itu baru fungsi legislasinya, fungsi pengawasannya juga dilakukan harus dengan metode-metode keobjektifan data seperti observasi langsung ataupun riset data hitam putih. Juga budgeting yang harus selalu objektif dalam penilaian untuk pembagian dan distribusi dana. Gambaran yang sangat rumit jika hanya dilihat sekilas saja mengenai lembaga kampus yang paling tertinggi ini. Keberanian Legislatif Kampus akan sangat berpengaruh dalam tatanan kehidupan kampus, (seperti amandemen AD/ART sampai merubah sistem ataupun impeachment Presma apabila terjadi penyimpangan) karena jika Legislatif kampus tidak terdengar sama saja aspirasi mahasiswa tidak disuarakan. Inilah ciri khas yang harus dimiliki Legislatif Kampus. Berani tegas demi perubahan, progresif sebagai penopang, dan pelindung kesewenangan rektorat. Legislatif Kampus bukan hanya pelengkap namun mutlak harus terasa pengaruhnya. Hidup Mahasiswa!

Eko Wardaya
Ketua KAMMI Komisariat AKA 2008/2009

Baca Selengkapnya......

Kata Bijak Bulan Ini

Presented by KAMMI

# Hidup adalah pilihan
Hidup adalah sebuah pilihan,…maka pilihlah untuk menjadi manusia yang besar, luas, kuat, hebat, dan bermanfaat. Perlahan dan pasti kau akan menemukan dirimu menjadi raksasa pemimpin perunahan. Never ending movement, proud be a moeslim, proud be Indonesian. ( Eko Susanto; BP Kamda Bogor)

#Jangan berharap pada manusia karena tempat salah dan dosa berharaplah padaNYA yang maha pengasih lagi maha penyayang,yang tidak pernah mengecewakan mahluknya. (Heru)



# Orang besar terlahir dari permasalahan-permasalahan yang besar. Jadi, bila ingin menjadi orang besar hadapilah permasalahan yang besar. (Rizka Zaenuri; Ketua Komsat AKA)

#Mengeluh sering membuat kita mendramatisir masalah,seakan rencana dan keinginan kita lebih baik dari yang terjadi padahal ALLAH tau yang terbaik.(Karisna,:SEKJEN) )

# Kisah Hdup
Berawal dari melihat sebuah tulisan yang tertempel di dinding tembok rumah , ”Inna maal usri yusro” sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Dari tulisan inilah yang memotivasi diri buat tegar menghadapi masalah dan meyakinkan diri bahwasanya akan ada ketenangan jikalau kita berhasil melewati masalah ataupun kesulitan lainnya. (Moch.Rifki:KOMINFO)

# Untuk apa kesalahan itu ada…? Untuk kita pelajari agar tidak dilakukan kemudian hari. Kesalahan mengajarkan kita agar sukses handal, dan lebih baik. ( Nurhayati)

# Hiduplah dengan focus!
Ketika anda mengejar satu hal…., Maka anda akan mendapatkan banyak hal, tapi jika anda tidak focus, lalu mengejar banyak hal, maka wajar saja jika anda tidak akan mendapatkan satu halpun.(Mutiara Irma)

# Menjadi penting itu baik, tapi menjadi baik itu jauh lebih penting. Yang penting bukanlah namanya, labelnya, ataupun gelarnya, tapi peran dan kontribusinya. Jadilah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain! (Supriyadi)

# A clear vision
If you have a clear vision you’ll even forgot your breakfast and you can if you think you can and you can not if you think you can not. (ip…)

# Sesuatu yang negative itu lebih baik dari sesuatu hal yang tidak menghasilkan apa-apa. (Irhamudin-KDS)

# Takkan sia-sia perjuangan yang kita lakukan jika akhirnya kepercayaan diri kita menambah motivasi untuk meraih sukses.

# Bukan malaikat
Aktifis kampus bukan malaikat. Dia bisa dipuja bisa juga dicerca. Tapi yang menjadi penting adalah mereka punya pilihan untuk hidup bukan hanya bagi dirinya, namun terus belajar dari semesta untuk terus menjadi lebih bermakna.

# Kematian itu pasti tapi cita-cita mulia itu pilihan.

# Tidak ada dosa besar selagi ada istighfar, tidak ada dosa kecil jika dilakukan terus menerus. (Dian)

# Seorang pemimpin adalah seorang yang selalu mengejar ketertinggalannya, yang selalu berpositif thinking, berjiwa besar, berpendirian serta selalu melakukan pengembangan, dan tidak menjadi pengekor. So! Tunjukin kalo kamu seorang pemimpin.

# Orang yang hebat adalah orang yang gagal, maka janganlah jatuh karena baru gagal 1 atau 2 kali…, sesungguhnya dalam kegagalan itu terdapat sesuatu yang besar…, Maka Jemputlah kebenaran itu…( Irfan )

CP : Moch. Rifki (085724624040)

Baca Selengkapnya......

Siapa KAMMI ????

Sebauh renungan dari sebuah kondisi umat yang semakin tergredasi oleh kondisi Negara yang masih carut-marut karena proses rekontruksi reformasi yang gagal semakin menjelaskan pada kita semua bahwa bangsa ini bukan lagi memerlukan konsep keindonesiaan yang idealis tetapi bangsa ini butuh sebuah konsep kenegaraan yang permanen. Yang mana didalamnya terdapat manhaj (landasan) yang jelas dimana sebuah asas yang fundamental adalah sebuah system yang didasari oleh tujuan yang tidak terparsialkan pada suatu titik perbaikan namun dapat menaungi seluruh sector dan semua golongan tanpa membedakan ras atau golongan dan itu semua ada dalam konsep Indonesia yang madani.
Ditengah kondisi yang seperti ini lahirlah sebuah gerakan yang berawal dari rasa keprihatinan dan kesadaran akan tanggung jawab sebagai seorang anak bangsa yang selalu siap mengatakan ouisi-puisi kebenaran di depan pemerintah yang zalim mengawal setiap kebijakan yang ada dan melakukan garakan kemasyarakatan yang merupakan aplikasi nyata dari sebuah perkataan.
Selain terus bergerak, dinamisasi KAMMI tidak hanya berkutat pada medan teknis tapi pada tataran konseptual KAMMI siap menawarkan sebuah narasi besar peradaban Indonesia yang mana tertuang pada visi besar KAMMI untuk Indonesia yang sejahtera. Sekarang kita telah mengetahui tujuan KAMMI dan untuk mengenal lebih dalam lagi, KAMMI adalah organisasi yang familiar dan sangat bersahabat tidak fanatic golongan, ketika KAMMI bicara ISLAM itu bukan SARA tapi itu adalah prinsip KAMMI, manhaj KAMMI dan hidup KAMMI, dan saya fakir semua memahami hal itu dan islam adalah milik dan untuk seluruh alam semesta. Sebuah prestasi besar KAMMI `98 yang mampu menyatukan, menggerakan ORMAS, OKP, dan ALIANSI dari berbagai latar belakang dan perbedaan, namun semua bisa bersinegeria untuk menumbangkan orde baru dan mengusung reformasi. Ini adalah sebuah bukti bahwa KAMMi mencintai Indonesia, mencintai Bhineka Tunggal Ika dan mencintai perbedaan dan benar-benar menginginkan Indonesia madani yang adil dan sejahtera. Jika kita mendengar kata KAMMI pasti kita tidak asing lagi dengan MUSLIM NEGARAWAN karena tugas KAMMI adalah mencetak kader-kader terbaik calon pemimpin bangsa yang siap memimpin dengan segala konsep dan kapasitas kepemimpinannya. Muslim berarti dalam dirinya sudah benar-benar melekat sisi keislaman dan siap diaplikasikan dalam pemerintahan bukan negarawan muslim yang kebetulan islam.
Saya ingin memberitahukan anda rahasia besar siapa KAMMI??? KAMMI adalah setiap mahasiswa yang memiliki semangat perbaikan dalam dirinya, dia adalah seorang muslim dan dia berada di Indonesia. Sekali lagi saya bertanya siapa KAMMI tentu anda semua sudah dapat menjawab kita semua yang mengaku muslim, mengaku mahasiswa, dan tinggal di Indonesia. Wahai pemuda ayolah kita bergerak, mari kita merentas jalan kebangkitan Indonesia dari KAMMI menuju bogor menuju Indonesia yang madani. Ayo kita desain Indonesia sesuai desain ALLOH. Aku mencintai KAMMI karena ALLOH.
KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia)
Dody Ari Kurniawan

Baca Selengkapnya......

19 Oktober 2009

Obama dan Nobel Perdamaian

Pada Jumat malam (9/10), Komite Nobel Perdamaian di Oslo, Norwegia mengumumkan bahwa Presiden AS, Barack Obama memenangkan hadiah Nobel Perdamaian yang sangat bergengsi. Hal tersebut cukup mengejutkan beberapa pihak, karena Obama belum genap setahun menjabat sebagai presiden negara adidaya tersebut. Menurut Komite Nobel Perdamaian, Obama meraih penghargaan nobel karena upayanya untuk meningkatkan diplomasi internasional, terutama menjalin hubungan dengan negara muslim dan juga karena upayanya untuk melucuti senjata nuklir.


Sejak menjadi presiden AS mulai Januari 2009 lalu, Obama berusaha membentuk gambaran dan pandangan baru mengenai hubungan AS dengan negara-negara di dunia, terutama negara muslim yang selama ini AS dianggap menjajah dan memusuhi negara muslim disaat kepemimpinian George W. Bush. Namun, hal tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Di satu sisi Obama menyerukan perdamaian, di sisi lain AS masih terus menginvasi Irak dan Afghanistan.
Sungguh amat disayangkan, Liga Arab juga memberikan apresiasi kepada Obama atas Nobel Perdamaian yang baru saja diraihnya. Seakan-akan mereka lupa apa yang telah dilakukan oleh sekutu utama AS, Israel di Palestina.Yahudi Israel laknatullah telah mebuat sengsara saudara-saudara kita di Palestina.
Israel dengan semena-mena telah menumpahkan darah muslimin, menawannya, dan juga mengisolasinya. Israel dan AS adalah sama-sama penjajah sejati yang harus di enyahkan dari muka bumi.
Selain di Palestina, banyak umat muslim yang menderita. Di Afghanistan, Irak, dan juga Pakistan. Amerika Serikat mengatasnamakan penumpasan terorisme dan juga demi perdamaian dunia, padahal yang AS lakukan adalah sebuah wujud penjajahan yang nyata untuk mendapatkan kekayaan sumber daya alam berupa minyak bumi dan gas alam yang dimiliki negara-negara tersebut. Penjajahan yang membuat kesengsaraan yang berkepanjangan, konflik, kemiskinan, dan lain-lain.
Selain memperbaiki hubungan dengan dunia Islam, Obama juga ingin membebaskan dunia ini dari senjata nuklir. Dengan dalih ini juga AS telah menghancurkan Irak dan menjajahnya. Sekarang AS tengah berusaha untuk menguasai Iran dengan isu-isu mengenai penggunaan nuklir ini. Padahal Iran melakukan pengayaan uranium hanya untuk mencukupi kebutuhan energi listrik di negaranya.
Ironis sekali memang, seorang yang selama ini mengorbankan api peperangan di berbagai negara – terutama negara arab, negara Islam—dianggap sebagai seorang yang layak menjadi pelopor terwujudnya perdamaian di bumi. Ternyata banyak yang telah buta mata hatinya sehingga tidak bisa membedakan mana yang menyebabkan pertikaian dan mana yang membawa perdamaian.


Supriyadi

Baca Selengkapnya......